SARGA.CO – Ada pemandangan tak biasa di dunia pacuan kuda Australia. Pelatih asal Queensland, Lachie Manzelmann, menguasai seluruh lapangan dalam satu balapan di Mackay Racecourse, Jumat 23 Oktober 2026, setelah seluruh kuda yang berlaga di kelas tersebut berasal dari kandangnya.
Balapan Ladbrokes Mega Multi Open Handicap sejatinya menerima 11 kuda sebagai peserta. Namun, setelah Contemporary dinyatakan mundur (scratched), hanya 10 kuda yang tersisa. Menariknya, seluruh peserta tersebut dilatih oleh Manzelmann!
Situasi ini membuat Manzelmann dipastikan memiliki kuda pemenang sebelum balapan dimulai. Meski begitu, ia justru tidak merayakan kondisi tersebut. Ia menilai minimnya persaingan antarkandang menjadi gambaran yang kurang baik bagi olahraga pacuan kuda.
Raetihi Jadi Pemenang, Kalahkan Rekan Satu Kandang
Dalam balapan sejauh 1.300 meter tersebut, Raetihi, kuda kebiri berusia tujuh tahun keturunan Savabeel, keluar sebagai pemenang bersama joki Samantha Pointon.
Raetihi yang memulai balapan dengan odds sekitar 9/1 berhasil mengalahkan rekan satu kandangnya, Upstart Legend, dengan keunggulan 0,4 panjang kuda. Ia mencatat waktu 1 menit 16,35 detik. Sementara itu, Our Missile finis di posisi ketiga, terpaut 0,2 panjang kuda dari Upstart Legend.
Kemenangan Raetihi juga menjadi kejutan tersendiri karena Upstart Legend dan Our Missile sebelumnya lebih difavoritkan.
Minim Peserta Jadi Sorotan
Manzelmann menegaskan dirinya tidak menghalangi pelatih lain untuk mendaftarkan kuda. Bahkan, masa pendaftaran telah diperpanjang, tetapi tidak ada peserta dari kandang lain yang ikut berlaga.
“Saya pikir ini buruk bagi pacuan kuda,” ujar Manzelmann, seperti dikutip Racing Post.
Ia juga mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat mengurangi daya tarik taruhan karena persaingan hanya melibatkan kuda-kuda dari satu kandang.
Kasus serupa bahkan terjadi pada pekan yang sama. Pelatih Queensland lainnya, Tanya Parry, memasok seluruh peserta dalam dua balapan yang masing-masing diikuti enam kuda di Mount Isa.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai partisipasi peserta dalam pacuan kuda regional Australia serta kemampuan balapan kelas open handicap untuk menarik persaingan dari berbagai kandang.
Pada akhirnya, meski kemenangan Raetihi tetap menjadi hasil resmi di lintasan, kejadian ini menyisakan persoalan yang lebih besar: bagaimana membuat pacuan kuda regional tetap kompetitif ketika hanya satu pelatih yang mengisi seluruh lapangan?
Install SARGA.CO News
sarga.co