SARGA.CO – Nama Azuma kembali menarik perhatian penggemar pacuan kuda dan gim Uma Musume: Pretty Derby. Kuda betina keturunan Arab yang lahir di Tokyo, Jepang, pada 1870 ini memiliki warisan penting dalam sejarah pembiakan kuda Jepang. Meski tidak dikenal melalui prestasi balap, Azuma mewariskan garis keturunan yang menghasilkan generasi kuda juara selama lebih dari satu abad.
Kisah Azuma bermula dari hubungan diplomatik Jepang dan Prancis pada abad ke-19. Pada 1865, Keshogunan Tokugawa mengirim telur ulat sutra ke Prancis untuk membantu mengatasi krisis produksi sutra di Eropa. Sebagai bagian dari pertukaran tersebut, pemerintah Prancis mengatur pengiriman kuda Arab ke Jepang. Takasago, induk Azuma, diyakini termasuk dalam kelompok kuda yang diberikan oleh Kaisar Napoleon III kepada Tokugawa Iemochi.
Lahir di Kijibashi, Tokyo, pada 1870, Azuma kemudian dikenal sebagai indukan berpengaruh dengan catatan sejarah sebanyak 12 anak. Garis keturunannya menghasilkan 13 pemenang dalam ajang Teishitsu Goshōten, atau Hadiah Rumah Tangga Kekaisaran, yang mendahului Tenno Sho, salah satu balapan bergengsi di Jepang. Keturunannya juga mencatat prestasi pada era modern, termasuk Tatsutomo yang terpilih sebagai Arabian Terbaik Jepang pada 1955 dan Hakkodios yang meraih penghargaan NAR Best Three-Year-Old Arabian pada 1999.
Azuma meninggal pada 31 Januari 1896 akibat kelumpuhan jantung. Kisahnya tetap dikenang melalui catatan silsilah dan sebuah monumen makam yang kini berada di Kannonkyoji Temple, Prefektur Chiba. Monumen tersebut sebelumnya dipindahkan sehubungan dengan pembangunan Bandara Narita.
Kini, nama Azuma diperkenalkan kepada generasi baru melalui Uma Musume: Pretty Derby. Dalam skenario terbaru gim yang dirilis pada 26 Oktober 2026, Azuma digambarkan sebagai pendeta perempuan yang memimpin festival Goshiki Shuntaisai setiap 12 tahun sekali. Karakter ini memiliki pengetahuan mendalam tentang sejarah dan hubungan antara manusia dengan Umamusume.
Meski inspirasi karakter gim tersebut dari kuda betina bersejarah ini belum dikonfirmasi secara resmi, kesamaan nama dan tema pelestarian warisan membuat kisahnya menarik.
Dari pertukaran diplomatik pada abad ke-19 hingga budaya populer Jepang pada 2026, Azuma menjadi pengingat bahwa warisan seekor kuda dapat bertahan jauh melampaui masa hidupnya.
Install SARGA.CO News
sarga.co