SARGA.CO – Double Major, kuda pacu andalan Prancis sekaligus putra dari juara Jepang Daiwa Major, resmi pensiun setelah finis di posisi ketujuh pada G1 Prix Royal-Oak di Saint-Cloud, Prancis, 25 Oktober 2026.
Kuda berusia enam tahun itu menutup kariernya dengan catatan impresif, yakni sembilan kemenangan dari 31 penampilan, termasuk dua gelar bergengsi Prix Royal-Oak secara beruntun pada 2023 dan 2024.
Dilatih Christophe Ferland dan dimiliki Wertheimer & Frère, Double Major dikenal sebagai salah satu kuda spesialis jarak jauh terbaik di Prancis. Prestasi puncaknya terjadi pada 2023 ketika ia memenangi Prix Royal-Oak dengan keunggulan tujuh setengah panjang kuda.
Setahun kemudian, ia kembali mempertahankan gelarnya setelah mengalahkan Sevenna’s Knight dengan selisih satu seperempat panjang kuda, sementara Trueshan finis ketiga.
Prix Royal-Oak merupakan salah satu balapan G1 jarak jauh paling bergengsi di Prancis. Digelar sejak 1861, perlombaan ini menempuh jarak ekstrem 3.100 meter, menguji stamina, daya tahan, dan strategi para joki.
Double Major juga mencatat sejarah bagi ayahnya, Daiwa Major, juara lima kali G1 di Jepang. Kemenangan Double Major di level G1 Eropa menjadikannya putra pertama Daiwa Major yang meraih kemenangan G1 di Eropa, memperluas pengaruh garis keturunan kuda Jepang di panggung internasional. Ibunya, Dancequest, merupakan keturunan Dansili dari keluarga kuda pacu yang juga memiliki rekam jejak sukses di level G1.
Pelatih Christophe Ferland menyebut Double Major sebagai kuda luar biasa yang telah bekerja keras sepanjang kariernya. Dari 31 kali berlomba, ia hanya dua kali finis di posisi keenam atau lebih rendah sebelum balapan terakhirnya.
Meski pensiun tanpa menambah kemenangan pada musim terakhir, dua gelar Prix Royal-Oak akan tetap menjadi pencapaian utama yang mengukuhkan namanya sebagai salah satu spesialis jarak jauh terbaik di Prancis. (Sumber: France Gallop)
Install SARGA.CO News
sarga.co