SARGA.CO – Festival pacuan kuda dirt racing paling bergengsi di Jepang, Japan Breeding Farms' Cup (JBC) 2026, menghadirkan tiga aksi spektakuler di Kanazawa Racecourse, 3 November 2026. Tiga kuda tampil sebagai bintang utama setelah sukses menjuarai masing-masing kelas JBC Ladies' Classic, JBC Sprint, dan JBC Classic.
Anzu Ame membuka perayaan dengan meraih gelar Jpn1 pertamanya di JBC Ladies' Classic. Sementara itu, Meisho Hachiro sukses mempertahankan performa impresifnya dengan menjuarai JBC Sprint secara beruntun di level Jpn1.
Puncaknya, Outrange akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan merebut gelar JBC Classic setelah berkali-kali nyaris meraih kemenangan di ajang elite.
Anzu Ame Raih Gelar Jpn1 Pertama
Anzu Ame tampil impresif di JBC Ladies' Classic yang menempuh jarak 1.500 meter. Memulai pacuan dengan baik, kuda betina tersebut berada di posisi keempat sebelum joki Yuga Kawada mulai mencari celah melalui sisi dalam lintasan menjelang tikungan ketiga.
Memasuki lintasan lurus, Anzu Ame mengambil alih pimpinan dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga garis finis. Ia menang dengan selisih 1,5 panjang kuda dari Memoria Cafe, dengan catatan waktu 1 menit 32,7 detik di lintasan dirt yang sedikit basah.
Kemenangan ini menjadi gelar Jpn1 pertama bagi Anzu Ame sekaligus memperpanjang catatan kemenangannya menjadi empat kali berturut-turut. Ini juga merupakan kemenangan ketiganya dari tiga penampilan bersama Kawada.
Sebelumnya, Anzu Ame berhasil menjuarai Cluster Cup pada Agustus lalu. Meski lebih sering berkompetisi di nomor dirt 1.200 meter, ia membuktikan mampu bersaing di jarak yang lebih panjang.
Kawada mengaku sempat memiliki keraguan terhadap kemampuan stamina Anzu Ame untuk menempuh jarak 1.500 meter. Namun, kemenangan tersebut justru membuka peluang lebih besar bagi sang kuda untuk bersaing di berbagai kompetisi mendatang.
Meisho Hachiro Pertahankan Tren Kemenangan
Di JBC Sprint (Jpn1) sejauh 1.400 meter, Meisho Hachiro kembali menunjukkan kualitasnya. Setelah sebelumnya menjuarai Nambu Hai, kuda berusia empat tahun tersebut sukses mengamankan kemenangan bergengsi berikutnya.
Dibawa joki lokal Hiroto Yoshihara, Meisho Hachiro sempat mengalami start lambat dan harus memulai pacuan dari posisi belakang. Namun, Yoshihara tetap tenang dengan membawa tunggangannya melebar ke sisi luar lintasan sebelum melancarkan serangan kuat di bagian belakang pacuan.
Memasuki lintasan lurus, Meisho Hachiro menunjukkan akselerasi luar biasa. Ia melesat melewati para pesaing dan finis pertama dengan catatan waktu 1 menit 25,5 detik. Meisho Hachiro unggul 1,5 panjang kuda atas Wilson Tesoro yang finis di posisi kedua. Sementara Happy Man menempati peringkat ketiga.
Kemenangan ini terasa spesial bagi Yoshihara karena menjadi gelar Jpn1 pertamanya di Kanazawa sejak menjuarai JBC Classic 2021 bersama Mutually.
Pelatih Yuichi Fukunaga juga memberikan apresiasi atas perkembangan Meisho Hachiro sepanjang musim ini. Jika kondisi fisiknya pulih dengan baik setelah menjalani kampanye yang padat, ia berpeluang tampil di G1 February Stakes di Tokyo pada 21 Februari 2027.
Outrange Akhiri Penantian dengan Juara JBC Classic
Sorotan terbesar di Kanazawa menjadi milik Outrange yang tampil dominan di JBC Classic (Jpn1). Kuda berusia enam tahun tersebut akhirnya berhasil meraih gelar Jpn1 pertamanya setelah sebelumnya beberapa kali harus puas dengan hasil nyaris juara di kompetisi level tertinggi.
Turun sebagai favorit dengan odds 2,9 berbanding 1, Outrange tampil meyakinkan dalam pacuan sejauh 2.100 meter. Bersama joki Kohei Matsuyama, ia memulai lomba dari posisi keempat di sisi dalam lintasan dan terus menjaga jarak dengan para pemimpin pacuan.
Matsuyama kemudian melancarkan serangan menjelang lintasan lurus. Putra dari pejantan Regalo tersebut berhasil mengambil alih pimpinan dan terus memperlebar keunggulan hingga finis dengan catatan waktu 2 menit 11,3 detik.
Outrange menang dengan keunggulan empat panjang kuda atas Ho O Roulette yang finis kedua. Seraphic Call melengkapi posisi tiga besar.
Kemenangan ini sekaligus menjadi pencapaian penting bagi pelatih Ryuji Okubo. Sebelumnya, Outrange telah menunjukkan potensinya di Kanazawa dengan meraih posisi ketiga dalam Hakusan Daishoten sekitar enam minggu sebelum JBC Classic.
Okubo menjelaskan keikutsertaan dalam balapan tersebut memang dirancang sebagai persiapan untuk mencapai kondisi terbaik di JBC Classic. Strategi itu terbukti berhasil setelah Outrange akhirnya mampu mengubah sejumlah hasil mengecewakan di level G1 menjadi sebuah gelar juara.
Selanjutnya, Outrange diproyeksikan tampil di Tokyo Daishoten, ajang yang tahun lalu berhasil ia selesaikan di posisi ketiga.
Install SARGA.CO News
sarga.co