SARGA.CO - Atlet berkuda junior Gadis Kireina tampil gemilang dengan memborong tiga medali emas dan satu perunggu dalam kejuaraan The Galuh S* Open 2026. Tak hanya menjadi panggung perebutan podium, kompetisi ini juga menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan atlet jumping Indonesia menuju persaingan internasional.
Digelar di Arena Galuh Arthayasa Stable, Limo, Depok, Jawa Barat, pada 31 Oktober–1 November 2026, kejuaraan selama dua hari ini menghadirkan hampir 600 entri peserta dari berbagai stable di Pulau Jawa.
Sebanyak 19 kelas jumping dipertandingkan dengan ketinggian rintangan mulai dari 50 cm hingga 140 cm. Seluruh kelas menggunakan kategori terbuka tanpa pembatasan usia, sehingga memberikan kesempatan bagi rider dari berbagai kelompok usia untuk menguji kemampuan dan pengalaman bertanding.
Salah satu kelas yang menjadi perhatian adalah Jumping 140 cm, yang merupakan kelas dengan tingkat kesulitan tertinggi dalam kejuaraan tersebut. Kelas ini menjadi sarana penting bagi atlet untuk mengukur kemampuan teknis, ketepatan mengambil keputusan, serta kekompakan bersama kuda dalam menghadapi tantangan yang lebih tinggi.
Kehadiran kelas Jumping 140 cm juga menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet yang dipersiapkan menuju kompetisi regional dan internasional.
Di tengah persaingan tersebut, Gadis Kireina menjadi salah satu bintang utama. Rider junior binaan W Equestrian–Arthayasa ini mengawali kiprahnya pada Sabtu 31 Oktober 2026, dengan meraih emas kelas Jumping 110 cm bersama Kerina dan perunggu Jumping 120 cm bersama Stitches.
Performa Gadis semakin impresif pada hari kedua. Bersama Stitches, ia berhasil menjuarai kelas Jumping 130 cm setelah melewati babak jump-off. Ia kemudian kembali naik podium tertinggi di kelas Jumping 140 cm bersama Mia S., yang juga ditentukan melalui babak jump-off.
Pada kelas Jumping 140 cm, posisi kedua ditempati Rahman Setiawan bersama R-Vilotin-VH dari Equinara Horse Sport, sedangkan Sandi Jonathan bersama Kaisa Bo dari Akara Stable finis di posisi ketiga.
Prestasi Gadis sekaligus memperlihatkan konsistensinya dalam bertanding bersama kuda yang berbeda, termasuk menghadapi kelas dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
Melalui The Galuh S* Open 2026, Arthayasa Stable menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan atlet berkuda secara berkelanjutan. Sebab, untuk melahirkan rider yang mampu bersaing di level internasional, dibutuhkan lebih dari sekadar bakat, yakni pengalaman bertanding, kematangan mental, kemampuan teknis, serta kesempatan menghadapi kompetisi berkualitas.
Install SARGA.CO News
sarga.co