SARGA.CO – Siapa sangka, seekor kuda pacu bisa menjadi ikon pariwisata sebuah kota sekaligus inspirasi karakter gim populer? Inilah kisah Hokko Tarumae, salah satu legenda pacuan kuda pasir (dirt racing) Jepang yang namanya melekat erat dengan Kota Tomakomai.
Lahir pada 26 Mei 2009 di Ichikawa Farm, Hokko Tarumae merupakan keturunan King Kamehameha, pemenang Japanese Derby 2004, dan Madam Cherokee. Namanya terinspirasi dari Gunung Tarumae, gunung berapi yang berada di kawasan Tomakomai, Hokkaido, Jepang.
Sepanjang kariernya, Hokko Tarumae mencatatkan 17 kemenangan dari 39 kali start, dengan total hadiah mencapai ¥1.078.700.000 atau sekitar Rp113,3 miliar, menggunakan ilustrasi kurs ¥1 = Rp105. Prestasinya mencakup 10 kemenangan di ajang G1/Jpn1, kompetisi bergengsi dalam dunia pacuan kuda Jepang.
Raja lintasan pasir dan rivalitas legendaris
Hokko Tarumae mencapai puncak performanya pada 2013 dengan meraih lima kemenangan G1/Jpn1 dalam satu musim. Ia juga mencatat sejarah melalui kemenangan tiga kali berturut-turut di Kawasaki Kinen pada 2014, 2015, dan 2016.
Salah satu rival terbesarnya adalah Copano Rickey. Keduanya bertemu 10 kali dalam persaingan langsung, masing-masing mencatat lima kemenangan. Rivalitas tersebut menjadi salah satu kisah menarik dalam sejarah pacuan kuda pasir Jepang.
Hokko Tarumae juga tiga kali mendapat undangan berlaga di Dubai World Cup pada 2014, 2015, dan 2016. Meski belum berhasil meraih kemenangan di ajang internasional tersebut, ia tetap menjadi salah satu kuda pacu pasir paling berprestasi pada masanya.
Pengakuan atas prestasinya datang melalui penghargaan JRA Best Dirt Horse 2014 serta NAR Grand Prix Dirt Grade Race Special Award pada 2013, 2014, dan 2015.
Dari juara pacuan menjadi duta wisata Tomakomai
Popularitas Hokko Tarumae tidak berhenti di arena pacuan. Setelah dinobatkan sebagai kuda pasir terbaik Jepang pada 2014, ia diangkat menjadi duta pariwisata Kota Tomakomai oleh asosiasi pariwisata setempat.
Penunjukan ini memperkuat hubungan antara sang kuda dan kota yang menginspirasi namanya. Hokko Tarumae menjadi simbol kebanggaan masyarakat sekaligus cara unik untuk memperkenalkan Tomakomai kepada penggemar pacuan kuda.
Namun, karier balapnya berakhir pada 2016 akibat cedera pada kaki depan kiri saat menjalani persiapan menuju Champions Cup. Setelah pensiun, ia melanjutkan perannya di dunia peternakan kuda pejantan di Yushun Stallion Station dan juga menjalani penempatan bergilir di East Stud.
Menjadi karakter Uma Musume: Pretty Derby
Kisah Hokko Tarumae kini dikenal pula melalui Uma Musume: Pretty Derby, waralaba gim dan anime yang mengadaptasi kuda pacu nyata menjadi karakter perempuan bergaya anime.
Dalam gim tersebut, Hokko Tarumae digambarkan sebagai sosok pekerja keras yang bercita-cita memperkenalkan kampung halamannya kepada dunia. Ia bukan sekadar ingin menjadi pembalap terkenal, tetapi juga ingin mempromosikan Tomakomai sebagai kota kebanggaannya.
Karakter ini mempertahankan identitas lokal yang kuat, termasuk referensi terhadap maskot Tomakomai, Toma Chop. Hubungannya dengan Copano Rickey dalam gim juga terinspirasi dari rivalitas sengit kedua kuda di lintasan nyata.
Perjalanan Hokko Tarumae membuktikan bahwa warisan seekor kuda juara dapat melampaui catatan kemenangan. Dari lintasan pasir hingga menjadi duta wisata dan inspirasi karakter gim, namanya terus mempertemukan dunia olahraga, budaya populer, dan kebanggaan sebuah kota.
Install SARGA.CO News
sarga.co