SARGA.CO – Sun Princess resmi mengakhiri kariernya sebagai kuda pacu setelah tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri 2 Tahun 2026 di Tompaso, Sulawesi Utara, pada 24 Oktober lalu. Kuda betina milik Prince Star Stable tersebut kini memasuki babak baru dengan beralih menjadi indukan atau broodmare.
Transisi itu berlangsung cukup cepat. Pada 31 Oktober 2026, Sun Princess bahkan telah memulai proses perkawinan dengan Crocodille Eclipse.
Sepanjang kariernya, Sun Princess mencatatkan tujuh kemenangan dari delapan penampilan, termasuk enam kemenangan beruntun. Catatan tersebut menjadikannya salah satu kuda terbaik yang pernah dimiliki Prince Star Stable.
Namun, perjalanan Sunny, sapaan akrabnya, untuk mencapai prestasi tersebut tidak selalu berjalan mulus.
Sun Princess lahir pada 10 November 2021 di Tompaso, Sulawesi Utara. Ia merupakan hasil persilangan De Lago King dengan Maya Princess dan dibesarkan oleh Prince Star Stable.
Saat masih berupa anak kuda, tidak banyak yang dapat memperkirakan bahwa Sun Princess kelak akan menjadi salah satu andalan stable tersebut di lintasan pacuan.
Perjalanannya menuju dunia kompetisi pun membutuhkan waktu. Sun Princess baru menjalani penampilan perdananya pada usia tiga tahun, tepatnya 28 Desember 2024.
Sun Princess menjalani debut di Kelas Derby Terbuka Usia 3 Tahun, jarak 1.100 meter, di Gelanggang Pacuan Kuda Tompaso.
Meski harus menghadapi sejumlah lawan yang lebih berpengalaman, ia langsung menunjukkan potensinya. Bersama joki Falentino Sangian, Sun Princess berhasil finis pertama setelah melewati persaingan ketat dengan Lady Aurora.
Kemenangan tersebut menjadi trofi pertama dalam kariernya. Namun, debut impresif itu juga diwarnai kejadian yang tidak diharapkan.
Sesaat setelah perlombaan, Sun Princess mengalami pendarahan cukup parah. Beruntung, kondisinya berangsur membaik dan ia berhasil pulih.
Dua kesempatan berikutnya untuk kembali berlomba pun harus terlewatkan. Sun Princess baru kembali ke lintasan pada 5 Juli 2025 dalam Pacuan Kuda Balitka Manado.
Turun di Kelas C jarak 1.100 meter, ia kembali memperlihatkan kemampuannya dengan mengalahkan Beautiful Sion. Sun Princess bahkan finis dengan keunggulan tujuh panjang kuda.
Performa tersebut berlanjut pada 23 Agustus 2025. Masih di Kelas C, kali ini dengan jarak 1.200 meter, ia menundukkan Egon dengan keunggulan hingga 10 panjang kuda.
Dua kemenangan tersebut menjadi awal dari rentetan prestasi yang semakin mengukuhkan namanya.
Dua kesempatan berikutnya untuk kembali berlomba pun harus terlewatkan. Sun Princess baru kembali ke lintasan pada 5 Juli 2025 dalam Pacuan Kuda Balitka Manado.
Turun di Kelas C jarak 1.100 meter, ia kembali memperlihatkan kemampuannya dengan mengalahkan Beautiful Sion. Sun Princess bahkan finis dengan keunggulan tujuh panjang kuda.
Performa tersebut berlanjut pada 23 Agustus 2025. Masih di Kelas C, kali ini dengan jarak 1.200 meter, ia menundukkan Egon dengan keunggulan hingga 10 panjang kuda. Dua kemenangan tersebut menjadi awal dari rentetan prestasi yang semakin mengukuhkan namanya.
Memasuki 2026, Sun Princess semakin menunjukkan konsistensinya.
Pada 3 Januari 2026, ia turun di Kelas Terbuka jarak 1.400 meter di Tompaso. Dengan penampilan dominan, Sun Princess berhasil meninggalkan para pesaingnya dan mengalahkan Tondano Spirit dengan selisih 15 panjang kuda.
Tantangan berikutnya datang pada 6 Juni 2026. Untuk pertama kalinya, Sun Princess dipasangkan dengan joki Bosman Paseki dalam perlombaan Kelas Terbuka jarak 1.600 meter.
Pergantian joki tidak menghambat performanya. Sun Princess kembali keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Queen Bernice dengan keunggulan delapan panjang kuda.
Ujian yang lebih besar menantinya pada 26 September 2026. Turun di Kelas Terbuka Sprint jarak 1.100 meter, Sun Princess harus berhadapan dengan Melasti, finalis Indonesia Derby 2026, serta Galant Eclipse, juara Triple Crown Seri 1 tahun 2020.
Kali ini, ia kembali berduet dengan Falentino Sangian. Hasilnya, Sun Princess tampil impresif dan berhasil mengalahkan Galant Eclipse dengan keunggulan 10 panjang kuda.
Ia juga mencatatkan waktu 1 menit 8,16 detik (1:08.16), hanya terpaut sedikit dari rekor waktu pacuan kuda Prince Star di jarak tersebut.
Kemenangan itu memperpanjang rentetan kemenangannya menjadi enam kali secara beruntun. Sun Princess pun semakin diperhitungkan sebagai salah satu kuda terbaik yang dimiliki Prince Star Stable.
Ujian yang lebih besar menantinya pada 26 September 2026. Turun di Kelas Terbuka Sprint jarak 1.100 meter, Sun Princess harus berhadapan dengan Melasti, finalis Indonesia Derby 2026, serta Galant Eclipse, juara Triple Crown Seri 1 tahun 2020.
Kali ini, ia kembali berduet dengan Falentino Sangian. Hasilnya, Sun Princess tampil impresif dan berhasil mengalahkan Galant Eclipse dengan keunggulan 10 panjang kuda. Ia juga mencatatkan waktu 1 menit 8,16 detik (1:08.16), hanya terpaut sedikit dari rekor waktu pacuan kuda Prince Star di jarak tersebut.
Kemenangan itu memperpanjang rentetan kemenangannya menjadi enam kali secara beruntun. Sun Princess pun semakin diperhitungkan sebagai salah satu kuda terbaik yang dimiliki Prince Star Stable.
Pensiunnya Sun Princess juga menandai perubahan fase bagi Prince Star Stable.
Setelah melepas Authentic Price ke Blue Blood Stable, berakhirnya karier Sun Princess membuat stable tersebut untuk sementara tidak memiliki kuda pacu aktif.
Meski demikian, Prince Star Stable sudah mulai menyiapkan langkah berikutnya. Mereka tengah mencari kuda berusia dua tahun yang dapat dikembangkan untuk menghadapi musim pacuan 2027.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kembali kekuatan stable sekaligus menyiapkan generasi baru kuda pacu.
Sementara itu, Sun Princess akan menjalani peran yang berbeda. Ia tidak lagi mengejar kemenangan dan trofi di lintasan, tetapi mulai membangun warisan melalui keturunannya.
“Hari ini, kita mengucapkan selamat tinggal kepada lintasan pacuan, tetapi bukan kepada sebuah warisan,” menjadi salah satu pesan yang mengiringi akhir perjalanan Sun Princess sebagai kuda pacu.
Dari Tompaso, Sun Princess telah menorehkan perjalanan yang membanggakan bagi Prince Star Stable. Kini, babak baru telah dimulai, dengan harapan bahwa suatu hari nanti generasi penerusnya dapat kembali membawa nama Sun Princess ke lintasan pacuan.
Sementara itu, Sun Princess akan menjalani peran yang berbeda. Ia tidak lagi mengejar kemenangan dan trofi di lintasan, tetapi mulai membangun warisan melalui keturunannya.
“Hari ini, kita mengucapkan selamat tinggal kepada lintasan pacuan, tetapi bukan kepada sebuah warisan,” menjadi salah satu pesan yang mengiringi akhir perjalanan Sun Princess sebagai kuda pacu.
Dari Tompaso, Sun Princess telah menorehkan perjalanan yang membanggakan bagi Prince Star Stable. Kini, babak baru telah dimulai, dengan harapan bahwa suatu hari nanti generasi penerusnya dapat kembali membawa nama Sun Princess ke lintasan pacuan.
Setelah mencatatkan serangkaian kemenangan, Kejurnas Seri 2 Tahun 2026 di Tompaso menjadi panggung terakhir bagi Sun Princess sebagai kuda pacu.
Pada 24 Oktober 2026, ia kembali berhadapan dengan Galant Eclipse dalam pertandingan ulang di Kelas B Sprint jarak 1.200 meter.
Namun, hasil kali ini berbeda. Sun Princess bersama Falentino Sangian harus mengakui keunggulan Galant Eclipse dan mengakhiri perlombaan di posisi kedua.
Hasil tersebut sekaligus menghentikan catatan kemenangan beruntunnya. Meski demikian, posisi runner-up di Kejurnas Seri 2 menjadi hasil terakhir dalam perjalanan kariernya di lintasan pacuan.
Prince Star Stable kemudian mengumumkan bahwa Sun Princess akan pensiun dan melanjutkan perjalanan sebagai indukan. “Catatan kemenangan beruntunnya mungkin telah berakhir, tetapi warisannya akan tetap abadi,” demikian pesan perpisahan yang disampaikan Prince Star Stable melalui Kepala Komunikasinya, Kevin Albert Malvin Tumbol.
Pada 31 Oktober 2026, hanya berselang sepekan setelah perlombaan terakhirnya, Sun Princess mulai menjalani proses perkawinan dengan Crocodille Eclipse. Sebagai indukan, ia diharapkan dapat mewariskan kualitas dan potensi yang selama ini diperlihatkannya di lintasan kepada generasi berikutnya.
Laporan: Alfons Yoshio Hartanto
Install SARGA.CO News
sarga.co