SARGA.CO - Kabar gembira datang dari Nagura Stable, Bukittinggi, Sumatera Barat. Kandang tersebut kedatangan anggota baru berupa seekor anak kuda betina yang menarik perhatian karena memiliki ayah dengan rekam jejak mentereng di arena pacuan Australia.
Anak kuda tersebut merupakan putri Palentino dan Ratu Andara. Karena memiliki kemiripan yang sangat kuat dengan sang ayah, anak kuda betina itu kemudian diberi nama Palentina.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Riky Putra dari Nagura Stable. Kepada SARGA, Senin 28 September 2020, Riky mengatakan nama Palentina dipilih karena anak kuda tersebut dinilai sangat mirip dengan Palentino.
“Mirip sekali dengan bapak (Palentino), jadi dikasih nama Palentina,” ujar Riky.
Nama Palentino sendiri bukan nama asing bagi penggemar pacuan kuda. Sebelum didatangkan ke Indonesia, kuda tersebut memiliki karier cukup sukses di Australia.
Dalam 18 kali penampilan, Palentino mencatat lima kemenangan dan tiga kali finis sebagai runner-up. Dari karier tersebut, ia mengumpulkan hadiah sekitar 1,3 juta dolar Australia atau jika dikonversikan dengan nilai saat itu sekitar Rp13,5 miliar.
Lebih istimewa lagi, dua kemenangan terbesar Palentino datang di level Group 1. Pada 2016, ia memenangkan Australian Guineas dan Makybe Diva Stakes. Dua kemenangan tersebut membuat Palentino menjadi salah satu kuda dengan rekam jejak balap yang cukup diperhitungkan sebelum akhirnya memasuki dunia pembiakan.
Setelah pensiun dari lintasan Australia dan sebelum dipindahkan ke Indonesia, Palentino telah dikawinkan dengan lebih dari 550 betina. Dari ratusan perkawinan tersebut, sejumlah keturunannya juga telah menunjukkan kemampuan di arena balap, di antaranya Palencia dan Paltinian.
Kini, garis keturunan Palentino mulai berkembang di Indonesia. Palentino baru mulai aktif menjalani peran sebagai pejantan di Indonesia sekitar 2025. Salah satu proses pembiakannya dilakukan dengan Romatic Spartan, sementara sebelumnya garis darahnya juga telah terhubung dengan Ratu Andara.
Ratu Andara merupakan putri Stevani. Kariernya di arena pacuan terbilang singkat. Ia hanya sempat turun dalam debut A/B Bukittinggi Derby sebelum mengalami cedera yang membuatnya tidak dapat melanjutkan kiprahnya.
Menariknya, Ratu Andara merupakan satu angkatan dengan Romatic Spartan. Kini, kehadiran Palentina membuka babak baru dari perjalanan garis keturunan tersebut.
Kini, semua mata tinggal menunggu bagaimana darah juara tersebut berkembang di generasi berikutnya. Dan mungkin, suatu hari nanti, nama Palentina akan kembali terdengar, bukan hanya karena kemiripannya dengan sang ayah, tetapi karena prestasinya sendiri di lintasan.
Install SARGA.CO News
sarga.co