SARGA.CO — Bintang balap kuda asal Jepang, Forever Young, kembali menunjukkan kelasnya di Amerika Serikat. Kuda berusia lima tahun tersebut memenangkan Jockey Club Gold Cup di Belmont Park, Jumat 18 September 2026, sekaligus mengamankan tiket menuju Breeders’ Cup Classic 2026.
Kemenangan Forever Young terasa semakin istimewa karena terjadi pada hari pembukaan kembali Belmont Park setelah menjalani proyek pembangunan selama tiga tahun. Di hadapan sekitar 6.000 penonton, Forever Young menuntaskan balapan sejauh 1¼ mil atau sekitar 2.012 meter dalam waktu 2 menit 1,23 detik.
Forever Young menang dengan keunggulan 3¼ panjang atas Stars and Stripes, sementara Baeza finis di posisi ketiga. Forever Young yang ditunggangi Ryusei Sakai tampil tenang sejak awal. Phileas Fogg memimpin rombongan dengan tempo yang relatif lambat, tetapi Sakai tidak membiarkan Forever Young tertinggal jauh. Sang juara bertahan Breeders’ Cup Classic terus berada dalam jarak sekitar satu hingga satu setengah panjang dari pemimpin lomba.
Memasuki tikungan akhir, Sakai mulai menggerakkan Forever Young. Kuda yang dilatih Yoshito Yahagi itu kemudian mengambil alih posisi terdepan dan segera menjauh dari para pesaingnya. Di lintasan lurus, Forever Young melaju tanpa mendapat tekanan berarti hingga melewati garis finis sebagai pemenang.
Hasil tersebut menjadi kemenangan ke-12 Forever Young dari 16 kali start dan membuat total pendapatannya meningkat menjadi US$32.313.590 atau sekitar Rp575,6 miliar dengan kurs Rp17.813 per dolar AS. Angka tersebut semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu kuda paling sukses dalam balap internasional saat ini.
Menariknya, kemenangan tersebut belum sepenuhnya memuaskan sang pelatih. Yahagi mengaku senang dengan hasil akhir, tetapi menilai penampilan Forever Young masih belum mencapai kondisi terbaik karena baru kembali berlomba setelah enam bulan.
“Secara hasil, saya 100 persen puas karena kami memenangkan perlombaan. Tetapi dari sisi performa, saya hanya 50 persen puas,” kata Yahagi.
Ia memperkirakan Forever Young baru berada sekitar 80 persen dari kondisi terbaiknya. Pernyataan tersebut membuka kemungkinan sang juara masih memiliki ruang untuk meningkatkan performa sebelum menghadapi target berikutnya.
Sakai juga melihat masih ada ruang bagi Forever Young untuk berkembang. Menurutnya, tempo balapan yang lambat tidak menjadi masalah besar, tetapi ia berharap mendapatkan persaingan dengan tempo lebih cepat sebagai persiapan menuju pertarungan berikutnya.
Kemenangan di Jockey Club Gold Cup sekaligus memastikan tempat Forever Young di Breeders’ Cup Classic pada 31 Oktober di Keeneland melalui program Breeders’ Cup “Win and You’re In”. Forever Young akan berusaha mempertahankan gelar yang diraihnya pada Breeders’ Cup Classic 2025. Setelah kemenangan di Belmont Park, Forever Young dijadwalkan tetap berada di Amerika Serikat hingga 20 Oktober sebelum berangkat menuju Keeneland. Di sana, tantangan yang jauh lebih berat sudah menanti.
Salah satu nama yang berpotensi menjadi lawan utamanya adalah Sovereignty, peraih gelar Horse of the Year 2025. Sovereignty sebelumnya diproyeksikan tampil di Jockey Club Gold Cup, tetapi batal mengikuti perlombaan karena mengalami abses pada kakinya.
Bagi Forever Young, kemenangan di Belmont bukan hanya soal menambah koleksi trofi. Balapan ini menjadi ujian penting setelah jeda panjang sekaligus langkah awal menuju misi mempertahankan mahkota Breeders’ Cup Classic.
Jika performa Forever Young memang belum mencapai puncaknya seperti yang dinilai Yahagi, persaingan di Keeneland pada akhir Oktober mendatang akan menjadi panggung penting untuk melihat seberapa kuat sang juara bertahan mempertahankan dominasinya. (Sumber: Blood Horse)
Install SARGA.CO News
sarga.co