SARGA.CO - Kisah seekor kuda putih di Canggu, Badung, Bali, yang sebelumnya viral karena kondisi tubuhnya kurus dan memprihatinkan berakhir tragis. Kuda tersebut dilaporkan mati pada 16 September 2026 setelah sempat menjadi sorotan publik terkait dugaan eksploitasi untuk aktivitas wisata.
Menguntip CNN Indonesia, kondisi kuda putih itu pertama kali mendapat perhatian setelah sebuah video yang diunggah seorang warga negara asing asal Prancis memperlihatkan sejumlah kuda dalam kondisi kurus di sebuah lokasi penyedia jasa wisata berkuda di Canggu. Kondisi tersebut kemudian memicu kekhawatiran masyarakat mengenai kesejahteraan hewan di tengah aktivitas pariwisata Bali.
Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan pihaknya telah turun ke lokasi bersama Dinas Pertanian Kabupaten Badung untuk mengecek kondisi kuda-kuda tersebut. Namun, ketika pemeriksaan dilakukan, kuda putih yang menjadi sorotan sudah mati.
Menurut Suryanegara, kuda tersebut mati pada 16 September 2026 karena sakit atau stres. Kondisi itu, kata dia, diperkuat oleh keterangan dokter hewan. Kuda tersebut juga diperkirakan telah berusia lebih dari 30 tahun.
Sebelum menjadi sorotan, kuda-kuda di lokasi tersebut memang pernah digunakan untuk kegiatan wisata. Suryanegara membenarkan bahwa kuda-kuda itu sebelumnya disewakan kepada wisatawan untuk berjalan-jalan menuju pantai. Namun, aktivitas penyewaan disebut telah dihentikan sekitar dua tahun terakhir. Meski demikian, kuda-kuda tersebut masih sesekali dibawa berjalan-jalan ke pantai.
Selain kuda putih yang mati, terdapat dua ekor kuda lain di lokasi tersebut. Setelah kejadian tersebut mencuat, kedua kuda itu telah dipindahkan ke wilayah Tabanan. Langkah tersebut dilakukan setelah kondisi kuda-kuda tersebut mendapat perhatian publik dan aparat pemerintah daerah turun melakukan pengecekan.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Ratna Hendratmoko turut menyayangkan kondisi kuda yang terlihat dalam video viral tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa kuda merupakan satwa domestikasi sehingga penanganannya berada di bawah kewenangan Dinas Pertanian, bukan BKSDA. Pemerintah daerah masih melakukan penanganan dan pengecekan terhadap kondisi dua kuda lainnya yang telah dipindahkan ke Tabanan.
(Sumber: CNN Indonesia)
Install SARGA.CO News
sarga.co