SARGA.CO - Upaya Jepang menaklukkan Prix de l’Arc de Triomphe resmi memasuki tahap berikutnya. Meisho Tabaru dan Admire Terra meninggalkan Pusat Pelatihan Ritto pada 8 September 2026, mengawali perjalanan kedua kuda berusia lima tahun tersebut menuju Paris.
Membawa harapan Jepang, keduanya dijadwalkan berlaga dalam balapan bergengsi Eropa tersebut pada 4 Oktober di lintasan rumput sejauh 2.400 meter. Mereka berangkat dari Ritto tidak lama setelah pukul 08.00 waktu stempat dan dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Narita pada malam harinya dengan penerbangan kargo menuju Prancis.
Meisho Tabaru, putra Gold Ship, merupakan peraih dua gelar Takarazuka Kinen (G1) dan menjadi kuda ketiga sepanjang sejarah yang memenangi ajang tersebut secara beruntun. Ia datang ke rangkaian balapan Eropa dengan modal performa yang kuat.
Persiapannya menuju Arc mencapai tonggak penting pada 4 September, ketika ia menyelesaikan latihan lintasan terakhirnya di Jepang di Pusat Pelatihan Ritto.
Dengan Keisuke Dazai di pelana saat latihan, Meisho Tabaru menempuh 1.200 meter dalam 79,3 detik, mencatat waktu antara 35,7 detik dan 200 meter terakhir yang tajam dalam 11,2 detik. Berlatih di sisi luar lintasan serpihan kayu, ia merespons dengan kuat ketika diminta mempercepat dan menutup sesi dengan lonjakan kecepatan yang mengesankan.
“Catatan waktunya lebih cepat dari rencana. Namun, tidak ada kuda lain di sekitarnya dan ia tampak sedikit kehilangan fokus, jadi saya ingin membangkitkan semangatnya. Itu latihan yang bagus. Sekarang ia jauh lebih tenang dan tidak lagi menarik kendali dengan kuat,” jelas pelatih Mamoru Ishibashi, seperti dikutip Netkeiba.
Arc akan menjadi race luar negeri kedua bagi Meisho Tabaru setelah tampil di Dubai Turf tahun lalu. Timnya kini menghadapi tantangan berbeda, yakni menyesuaikan kuda yang terbiasa dengan kondisi balap Jepang terhadap tuntutan khas Longchamp.
“Perjalanan masih harus ditempuh dan iklim di sana akan berbeda dengan Jepang. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, kami akan melakukan penyesuaian yang diperlukan setibanya di sana,” kata Ishibashi, seperti dikutip netkeiba.
Turut menempuh perjalanan bersama Meisho Tabaru adalah Admire Terra, kuda berusia lima tahun lain yang dilatih Yasuo Tomomichi di Ritto. Tomomichi mengonfirmasi bahwa Cristian Demuro, joki pemenang Arc edisi 2020 dan 2023, akan menunggangi kuda tersebut.
ujar Tomomichi, seperti dikutip Netkeiba.
Bagi Admire Terra, penunjukan tersebut bukan sekadar menghadirkan joki internasional dengan rekam jejak mumpuni. Pemahaman Demuro terhadap lintasan, taktik balap Eropa, dan Arc sendiri dapat menjadi bekal berharga saat sang kuda beradaptasi dengan lingkungan balap yang sangat berbeda.
Apalagi kalau mengingat Terra punya pengalaman melontarkan joki dari punggungnya, meski laju larinya tak perlu diragukan lagi.
(Momen Admire Terra Menjadi yang Terdepan Tanpa Joki di Japan Cup 2025)
Kedua wakil Jepang itu meninggalkan Ritto dengan tenang. Seusai keluar dari kandang karantina, keduanya dinaikkan ke kendaraan pengangkut kuda yang sama. Kedua pelatih hadir untuk melepas keberangkatan mereka.
Ishibashi menyatakan Meisho Tabaru berada dalam kondisi baik dan telah menuntaskan persiapan domestik sesuai rencana. “Pagi ini saya hanya berfokus pada latihan ringan. Saya merasa tenang dan semuanya berjalan lancar seperti biasa. Yang terpenting, kami bisa memberangkatkannya dengan aman dalam kondisi baik. Selanjutnya, tinggal melihat seberapa baik ia dapat beradaptasi dengan latihan di lokasi,” tuturnya, seperti dikutip Netkeiba.
Sementara Tomomichi juga meyakini Admire Terra telah dipersiapkan secara khusus untuk tantangan di luar negeri. “Masih ada sekitar tiga pekan sebelum balapan dan kami menuntaskan persiapan di Ritto dengan bayangan bahwa tahap akhir dapat diselesaikan di sana. Saya yakin lintasan Prancis cocok untuknya, jadi kami berangkat dengan harapan besar,” ungkapnya terpisah, dikutip dari Netkeiba.
Karena itu, fase berikutnya tidak lagi berfokus pada peningkatan kebugaran, melainkan proses adaptasi. Dengan waktu sekitar tiga pekan sebelum Arc, kedua kuda dapat membiasakan diri dengan lingkungan di Prancis, mengenali iklim dan karakter lintasan, serta menyelesaikan persiapan akhir langsung di lokasi perlombaan.
Install SARGA.CO News
sarga.co