SARGA.CO — Kabar kurang menggembirakan datang dari kontingen Sumatera Barat jelang Indonesia’s Horse Racing (IHR) Kejurnas Kuda Pacu PORDASI Seri II ke-60 2026 di Tompaso, Sulawesi Utara. Saga Serumpun, yang sebelumnya diproyeksikan menjadi satu-satunya wakil Ranah Minang, dipastikan batal berangkat.
Keputusan tersebut diambil setelah kondisi kesehatan Saga Serumpun dinilai belum cukup stabil menjelang keberangkatan. Suhu tubuh kuda andalan Serumpun Group tersebut tercatat tinggi dan menunjukkan kondisi demam.
Setelah berdiskusi dengan pelatih, manajemen akhirnya memilih tidak memaksakan Saga melakukan perjalanan jauh menuju Tompaso. “Sebelum berangkat kondisi Saga kurang stabil, demam. Setelah dicek, suhu tubuhnya tinggi,” ujar Manajer Serumpun Group, Faullo Rosie.
Menurut Faullo, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan waktu pemulihan Saga selama berada di Tompaso. Dengan kondisi kesehatan yang belum pulih sepenuhnya, waktu yang tersedia dinilai tidak cukup untuk mengembalikan Saga ke kondisi optimal sebelum berlomba.
“Pertimbangan saya dengan pelatih, kalau berangkat dengan kondisi kesehatan Saga saat itu, diperkirakan waktu untuk pemulihan di Tompaso nanti tidak cukup,” jelasnya.
Faullo menyampaikan permohonan maaf karena Saga Serumpun tidak dapat tampil pada Kejurnas Seri II 2026. “Saya sampaikan permohonan maaf karena tidak bisa berkontribusi di Kejurnas Seri 2 Tompaso, Sulut,” kata Faullo.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Sumatera Barat yang sebelumnya telah menantikan penampilan Saga di ajang tersebut. “Kami juga menyampaikan permintaan maaf bagi masyarakat Sumbar yang sudah berharap untuk melihat Saga lari di Kejurnas Seri II 2026,” imbuhnya.
Sebelumnya, Saga memang diproyeksikan menjadi satu-satunya wakil Sumatera Barat di Tompaso. Rencananya, Saga akan turun di kelas B Sprint 1.200 meter, meski opsi penyesuaian kelas masih terbuka.
Pilihan tersebut tidak lepas dari rekam jejak Saga yang selama ini kerap menunjukkan performa kuat di jarak pendek sejak mulai berkompetisi di Kelas 3 Tahun Remaja.
Pasalnya, sepanjang 2026, Saga Serumpun tengah berada dalam performa yang impresif.
Hingga rangkaian ketujuh IHR 2026, Saga telah tampil dalam empat race dengan catatan tiga kemenangan dan satu kali runner-up.
Salah satu kemenangan paling berkesan diraih pada Triple Crown Series 2. Saga tampil sebagai kuda tercepat di antara para peserta Derby dan berhasil memenangkan balapan sejauh 1.600 meter.
Saga juga mampu membayar kegagalan menembus final Indonesia Derby 2026 dengan kemenangan pada race non-finalis. Saat itu, ia berhasil menjadi yang terbaik dalam balapan jarak 2.000 meter.
Catatan tersebut membuat Saga bukan sekadar salah satu andalan Sumatera Barat, tetapi juga salah satu kuda dengan performa paling konsisten sepanjang musim 2026.
Hingga kini, Saga Serumpun telah mengumpulkan total hadiah kemenangan sebesar Rp95,25 juta, sekaligus menempatkannya di peringkat ketiga kuda dengan penghasilan terbesar pada 2026.
Keputusan mundur dari Tompaso tentu bukan kabar yang diharapkan. Namun, kesehatan menjadi pertimbangan utama bagi tim Saga Serumpun. Dengan perjalanan panjang menuju Sulawesi Utara dan kebutuhan waktu pemulihan yang memadai, memaksakan Saga tampil dalam kondisi belum prima dinilai bukan pilihan yang tepat.
Kini, perhatian Serumpun Group tertuju pada proses pemulihan Saga. Setelah mencatat tiga kemenangan dari empat penampilan pada 2026, Saga masih memiliki kesempatan untuk kembali ke lintasan dan melanjutkan performa impresifnya pada seri-seri berikutnya.
Tompaso mungkin kehilangan salah satu daya tariknya dari Ranah Minang. Namun, bagi Saga Serumpun dan timnya, menjaga kesehatan sang juara menjadi prioritas sebelum kembali memacu kemenangan di lintasan.
Install SARGA.CO News
sarga.co