SARGA.CO - Sebelum dikenal sebagai salah satu penghuni masa pensiun paling ikonis di Yogibo Versailles Resort Farm dan ditambahkan ke dalam game Uma Musume: Pretty Derby, Rose Kingdom adalah seekor kuda pacu yang memikul harapan besar sebuah garis keturunan di pundaknya.
Kariernya dihiasi dengan rekor tak terkalahkan di musim balap usia dua tahun, kemenangan di ajang G1 junior, finis sebagai runner-up di seri Triple Crown, hingga balapan Japan Cup yang sarat kontroversi. Namun, kisah Rose Kingdom ternyata tidak berhenti ketika karier balap dan masa pejantannya usai. Ia terus melanjutkan hidup di Versailles Resort Farm yang inovatif, bahkan menjadi "murid" dari pensiunan kuda lain yang terkenal suka merusak fasilitas.
Lahir pada 10 Mei 2007, Rose Kingdom adalah putra dari pemenang Japanese Derby sekaligus pejantan juara, King Kamehameha, dan indukannya adalah Rosebud—kuda betina pemenang graded stakes yang kerap menjadi runner-up di ajang G1. Silsilahnya diturunkan dari juara G1 Poule d'Essai des Pouliches, Riverqueen, dan Rosa Nay, kuda betina kelahiran Prancis yang keturunannya kelak dikenal sebagai "Rose Family" (Keluarga Mawar).
Klan ini telah melahirkan banyak penantang tangguh dan pemenang balapan besar. Namun, selama bertahun-tahun, hadiah tertinggi berupa trofi G1 selalu gagal diraih secara menyakitkan. Dimiliki oleh Sunday Racing Co Ltd dan dilatih oleh Kojiro Hashiguchi, Rose Kingdom-lah kuda "Rose Family" yang akhirnya mematahkan kutukan tersebut.
Memulai debutnya pada 2009, Rose Kingdom langsung menyapu bersih kemenangan di tiga balapan pertamanya, termasuk G3 Tokyo Sports Hai Nisai Stakes, sebelum naik kelas ke ajang G1 Asahi Hai Futurity Stakes di Nakayama Racecourse. Pada 20 Desember, bersama joki Futoshi Komaki, ia sukses menaklukkan Eishin Apollon dengan keunggulan jarak satu seperempat panjang kuda , sementara Daiwa Barbarian finis di posisi ketiga.
Kemenangan tersebut bukan sekadar trofi G1 perdana bagi kuda jantan muda yang menjanjikan ini. Itu adalah terobosan yang sudah dinantikan bergenerasi-generasi oleh Rose Family. Bagi seekor kuda muda yang memikul ekspektasi klan elite, Rose Kingdom telah mewujudkan mimpi panjang tersebut bahkan sebelum ulang tahunnya yang ketiga.
Performanya ini membuahkan penghargaan JRA Award for Best Two-Year-Old Colt (Kuda Jantan Usia Dua Tahun Terbaik) pada 2009, di mana ia meraup 285 dari total 287 suara.
Nyaris juara dan nyaris menang—itulah kalimat yang mendefinisikan musim balap usia tiga tahun Rose Kingdom. Finis ke-4 di Satsuki Sho (di belakang Victoire Pisa), ke-2 di Japanese Derby (kalah dari Eishin Flash), dan kembali ke-2 di Kikuka Sho (melawan Big Week). Meski sempat mengalahkan para pesaing Klasiknya di ajang Kobe Shimbun Hai, ia gagal menaklukkan mereka di panggung utama Triple Crown.
Namun, Japan Cup 2010 tetap dikenang sebagai salah satu finis paling diperdebatkan dalam sejarah balap kuda Jepang. Buena Vista awalnya terlihat melintasi garis finis lebih dulu di depan Rose Kingdom. Namun, investigasi pasca-balapan menunjukkan bahwa Rose Kingdom sempat terjepit antara Buena Vista dan Victoire Pisa di momen krusial. Hasilnya: Buena Vista diturunkan ke posisi kedua, dan Rose Kingdom dipromosikan menjadi juara pertama.
Pelatih Hashiguchi mengaku memiliki perasaan campur aduk atas kemenangan ini, meski ia tetap memuji kudanya karena tidak gentar saat berbenturan dan terus melaju kuat ke posisi dua, seperti dikutip dari BloodHorse.
Setelah itu, serangan kolik memaksanya absen di Arima Kinen 2010. Ia tak pernah lagi mencapai puncak kejayaan Klasiknya, selain memenangi G2 Kyoto Daishoten 2011. Sang kuda terus berlaga di ajang seperti Tenno Sho, Japan Cup, Arima Kinen, Osaka Hai, dan Niigata Daishoten hingga tahun 2013.
Secara keseluruhan, Rose Kingdom menutup karier balapnya dengan rekor 6 kemenangan dari 25 balapan dan total hadiah mencapai ¥694,668 juta (sekitar Rp76,4 miliar). Ia kemudian memasuki dunia pembiakan sebagai pejantan (stud), tetapi karier keduanya ini tidak berjalan sesuai harapan karena gagal menghasilkan keturunan yang menonjol.
Pada 2018, sebuah kecelakaan membuat Rose Kingdom menderita cedera kepala yang memengaruhi keseimbangannya, sehingga kariernya sebagai pejantan terpaksa dihentikan. Orang-orang yang kelak mendirikan Yogibo Versailles Resort Farm akhirnya mengambil alih perawatannya.
Menurut pihak peternakan—yang kini menampung banyak mantan bintang balap kuda—Rose Kingdom adalah salah satu pelopor program kuda pensiunan mereka. Kehadirannya membuka jalan bagi para mantan juara untuk memiliki peran baru setelah masa balap dan pembiakan usai. Hal ini terjadi terlepas dari sifat aslinya yang tenang namun mudah berubah mood; ia bahkan dilaporkan pernah membuat empat staf masuk rumah sakit.
Lalu datanglah Tanino Gimlet, sesama juara G1 yang terkenal gemar menghancurkan pagar—kebiasaan yang kelak diadaptasi penuh ke karakter Uma Musume-nya. Ia dan Rose Kingdom menjadi teman satu kandang dan menjalin hubungan yang erat, di mana Rose Kingdom bahkan mulai meniru kebiasaan unik sang senior dalam merusak pagar.
Bagi seekor kuda yang karakter Uma Musume-nya digambarkan sebagai pangeran manja layaknya tokoh manga, realita kehidupannya di dunia nyata terasa cukup menggelitik.
Rose Kingdom adalah satu dari tujuh karakter Uma Musume yang diperkenalkan pada perayaan ulang tahun kelima franchise tersebut. Profil resminya menampilkan sosok gadis bangsawan yang lahir di Keluarga Mawar bergengsi dengan pendidikan elite, meskipun asuhannya itu membuatnya sedikit terasing dari kehidupan orang biasa.
Karakter ini sengaja didesain elegan dan aristokratis, dengan penampilan yang androgini. Mencerminkan kuda juara G1 di dunia nyata, misinya sangat lugas: mengangkat pamor keluarganya melalui prestasi balapnya sendiri dan menjadi "raja" yang memimpin klan tersebut.
Persaingannya di dunia nyata dengan Victoire Pisa, Eishin Flash, dan Rulership juga dibawa masuk ke dalam Uma Musume. Begitu pula "masa magangnya" di bawah bimbingan Tanino Gimlet, di mana ia sangat mengagumi dan mencoba meniru tingkah laku unik sang mentor—termasuk kebiasaan menghancurkan pagar.
Perjalanan hidup Rose Kingdom pada dasarnya telah menjelma menjadi dua kisah yang berbeda.
Kisah pertama adalah tentang pangeran balap kuda: seekor putra King Kamehameha didikan Northern Farm, Juara JRA di usia dua tahun, penantang gelar Klasik, pemenang Japan Cup, dan kuda yang pada akhirnya sukses mendobrak kebuntuan gelar G1 bagi Keluarga Mawar.
Kisah kedua adalah tentang seorang raja pensiunan yang menemukan tujuan baru. Setelah cedera mengakhiri kariernya sebagai pejantan, Rose Kingdom menjadi salah satu kuda fondasi bagi Versailles Resort Farm. Di sana, kepribadiannya serta persahabatan tak terduganya dengan Tanino Gimlet telah mengangkat statusnya menjadi seorang ikon, melampaui sekadar catatan sejarah kuda pacu.
Dan dengan namanya yang kini diabadikan di Uma Musume, mungkin inilah akhir yang paling "bertabur mawar" bagi sang kuda balap kerajaan.
Install SARGA.CO News
sarga.co