SARGA.CO – Dunia berkuda internasional akan kembali menyita perhatian pada September 2026. Bukan karena pacuan bergengsi atau kejuaraan jumping, melainkan ajang yang didedikasikan untuk salah satu ras kuda paling langka dan memesona di dunia, Akhal-Teke.
Pada 4–6 September 2026, Peelbergen Equestrian Centre di Kronenberg, Belanda, akan menjadi tuan rumah World Beauty Championship and Equestrian Sports Competition, sebuah kejuaraan dunia yang mempertemukan Akhal-Teke terbaik dari berbagai negara.
Ajang ini akan menghadirkan peternak, atlet, peneliti, seniman, hingga pecinta kuda dari seluruh dunia dalam perayaan yang memadukan olahraga, budaya, dan warisan sejarah.
Akhal-Teke berasal dari Turkmenistan dan dikenal sebagai salah satu ras kuda tertua di dunia dengan sejarah yang diperkirakan telah mencapai lebih dari 3.000 tahun. Keunikan paling mencolok dari ras ini adalah bulunya yang tampak berkilau seperti emas saat terkena sinar matahari. Efek tersebut berasal dari struktur rambut yang memantulkan cahaya sehingga Akhal-Teke dijuluki "Golden Horse" atau bahkan "Heavenly Horse" (Kuda Surga).
Namun pesona Akhal-Teke tidak hanya terletak pada penampilannya. Ras ini juga terkenal karena daya tahan luar biasa, kecerdasan, kecepatan, dan kemampuannya bertahan hidup dalam kondisi alam yang keras dengan persediaan air maupun pakan yang terbatas.
Meski mengusung nama World Beauty Championship, kejuaraan ini bukan hanya menilai penampilan fisik kuda. Selama tiga hari penyelenggaraan, para peserta juga akan mengikuti kompetisi dressage, show jumping, hingga pemilihan Akhal-Teke terbaik dunia.
Selain itu, akan digelar konferensi internasional mengenai pengembangbiakan Akhal-Teke, pameran budaya Turkmenistan, pertunjukan seni, serta kompetisi karya seni bertema kuda yang melibatkan pelukis, pematung, fotografer, hingga perajin karpet tradisional. Ajang tersebut menjadi perpaduan unik antara olahraga berkuda, ilmu pengetahuan, seni, dan diplomasi budaya.
Keistimewaan Akhal-Teke juga telah mendapat pengakuan internasional. Pada 2023, UNESCO secara resmi memasukkan seni beternak Akhal-Teke beserta tradisi menghias kudanya ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia. Pengakuan ini menegaskan bahwa Akhal-Teke bukan sekadar ras kuda, melainkan bagian penting dari identitas budaya Turkmenistan yang diwariskan selama berabad-abad.
Di balik popularitasnya, Akhal-Teke justru termasuk ras yang sangat langka. Diperkirakan populasinya saat ini tidak mencapai 7.000 ekor di seluruh dunia. Kelangkaan tersebut membuat setiap individu Akhal-Teke memiliki nilai historis dan ekonomi yang sangat tinggi bagi para peternak maupun kolektor kuda internasional.
Kejuaraan dunia di Belanda menjadi bukti bahwa dunia berkuda modern tidak hanya berbicara soal kecepatan di lintasan, tetapi juga tentang pelestarian plasma nutfah, budaya, serta sejarah panjang hubungan manusia dengan kuda.
Melalui World Beauty Championship, Akhal-Teke kembali menunjukkan bahwa seekor kuda dapat menjadi simbol keindahan, prestasi olahraga, sekaligus identitas sebuah bangsa. Di tengah berkembangnya industri equestrian dunia, kisah Akhal-Teke menjadi pengingat bahwa warisan budaya tetap memiliki tempat penting dalam membentuk masa depan olahraga berkuda. (Sumber: eureporter.co)
Install SARGA.CO News
sarga.co