SARGA.CO - Kuda Raja Permata menjadi salah satu korban jiwa dalam insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di Laut Madura, Minggu, 2 Agustus 2026. Dia bersama enam ekor kuda ternak lainnya terjebak di dalam kapal yang terbakar hangus itu.
Nasib nahas Raja Permata itu terjadi di tahun dia mulai fokus pacuan di Pulau Jawa. Tahun 2026, sejak bulan Februari, Raja Permata sudah menginjakkan kaki untuk mencoba peruntungan di lintasan berbagai perlombaan Indonesia's Horse Racing (IHR) ataupun balap kuda regional di Jawa.
Selama tujuh bulan di Pulau Jawa dia lima kali turun pacuan, empat di ajang IHR dan satu kali di Pacuan Ambal, Kebumen.
Selama karier pacunya di Pulau Jawa, Raja Permata yang merupakan keturan Damsyik Nagari x Beauty Kanonang, adalah salah satu penantang di Kelas C (batas tinggi 151 cm-156 cm).
Dengan tinggi ideal sekitar 154 cm, dia menempatkan diri sebagai salah satu kuda ukuran menengah yang tangguh dan mampu melahap jarak 1 mil (1.600 meter).
Debutnya di Pulau Jawa terjadi di Jateng Derby 2026, dia menjajal kelas C Sprint, jarak 1.100 meter. Beradu cepat dengan delapan ekor kuda lain, termasuk P. Putra Barbara dan Kamaka Eclipse. Hasilnya terbilang positif, hasil latihan di pulau baru sekitar 3 minggu, Raja Permata berhasil menjadi juara 4.
Pada akhir bulan Maret 2026, Raja Permata mencapai prestasi tertingginya di Pulau Jawa. Menjajal Bupati Kebumen Cup 2026, Raja Permata menjadi juara kelas tertinggi, Kelas Terbuka 2.000 meter.
Sepekan kemudian, dia kembali lagi menjajal pacuan IHR Triple Crown Seri 1 & Pertiwi Cup 2026. Kali ini dia turun di Kelas C lagi namun kali ini jarak 1 mil alias 1.600 meter yang dia jajal. Melintas dengan pelana 4 dan dari gate 5, Raja Permata berhasil finis di posisi 3. Podium pertamanya dari gelaran IHR 2026.
Di IHR Piala Mangkunegaran dan Triple Crown Serie 2 2026, dia kembali menjajal Kelas C jarak 1 mil. Raja Permata berusaha mengulangi pencapaian di IHR sebelumnya, membawa pulang piala. namun kali ini tantangannya lebih berat, ada Arceus Nagari dan Patria Perkasa sebagai penantang baru di kelas ini. Hasilnya Raja finis di posisi 5.
Rangkaian lomba di Pulau Jawa tahun 2026 ini rencananya akan ditutup Raja Permata di Pangandaran, di Indonesia Derby 2026. Di panggung besar tahun 2026 itu dia akan bertarung di Kelas 4 Tahun C/D.
Lawannya juga kuda-kuda elite di kelompok umur dan ketinggian itu. P. Putra Barbara, Ya Tarim Ta.A., Lady Baharna, Gegana Maja BB, dan Harata Eclipse ada di daftar kuda yang bersaing. Sayangnya di race teranyar itu, dia harus puas finis di posisi 6, padahal dia sempat memimpin rombongan di awal sampai dengan tersisa 400 meter balapan.
(Kronologi Kuda Raja Permata Terjebak dalam Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2)
Tak disangka sangka, race Minggu, 26 Juli 2026, menjadi kali terakhir Raja Permata berlari di lintasan pacu. Sekitar 1 minggu kemudian, dalam perjalanan pulang ke Sulawesi Selatan, kapal yang ditumpangi hangus terbakar di Laut Madura.
Pemilik Raja Permata, H. Lelong Azis pun harus berduka karena kuga pacu kesayangannya itu menjadi korban si jago merah yang menyala di KMP Mutiara Sentosa 2. Lelong yang merupakan Kepala Desa Kayu Loe Timur, membawa serta enam ekor kuda non-pacu lainnya dalam kapal tersebut. "Informasi yang saya dapat ada sekitar 40 ekor kuda di atas. Tapi saya tidak yakin, (bisa jadi lebih)," ceritanya kepada Tribun Timur, Senin, 3 Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut tujuh ekor adalah milih Lelong. Rencananya Raja Permata dan enam ekor kuda yang dia beli di Pulau Jawa hendak dia bawa ke Jeneponto untuk dirawat di sana. Raja Permata, rencananya juga akan dibawa ke Tompaso, Sulawesi Utara utnuk persiapan Kejuaraan Nasional Seri 2, Oktober mendatang.
Kepulangan awal Raja Permata, Kata Lelong selain untuk masa istirahat yang lebih panjang juga untuk pemulihan. "Tidak dapat juara waktu di Pangandaran. Kemarin cedera, kasihan. Makanya saya kasih pulang," tutur Lelong.
Raja Permata, Jagoan Sulsel yang Menjajal Panggung Nasional
Lelong menceritakan, Raja Permata lahri pada 20 Mei 2022. Dia kemudian tumbuh dan dipersiapkan menjadi kuda pacu di Sulawesi Selatan. Di usia pacu 2 tahun, dia mulai turun ke pacuan kuda lokal Jeneponto. Prestasinya makin mentereng di tingkat regional, dia menjadi juara turnamen tingkat provinsi.
"Kalau di Sulsesl tidak ada kalah ki itu (Raja Permata), makanya dia satu-satunya kuda yang wakili Sulsel di Kejurnas," tuturnya.
Berkat perfoma apiknya di tanah kelahirannya dan sejumlah pacuan di Pulau Jawa, Raja Permata pun sempat ditawar. Tak tanggung-tanggung, sang pembeli sempat mengajukan mahar Rp300 juta untuk mendapatkan Raja Permata. Tapi Lelong bergeming.
terang Azis, seraya menceritakan seekor kuda laiinya, Queen Permata, yang merupakan adik dari Raja Permata.
Install SARGA.CO News
sarga.co