SARGA.CO - Arceus Nagari selalu tampil impresif dan berusaha menjadi yang terdepan di lintasan pacu. Tidak peduli lawannya, kuda milik Aryo Djojohadikusumo itu kian dominan di lintasan pacu, berapa pun jaraknya.
Hal itu yang dia tunjukkan di Indonesia's Horse Racing (IHR) 2026. Setelah sebelumnya mengarungi persaingan di Kelas D --dan menjadi juara di dua dari tiga race terakhir kelas itu, Arcseus naik ke Kelas C. Pertama kali lari di kelas tersebut, kuda ternakan Bendang Stable itu langsung berjaya.
Di Indonesia's Horse Racing (IHR) Piala Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026, bertarung dengan enam ekor kuda lain, Arceus menjadi yang terdepan di race jarak 1.600 meter. Kemenangan itu kian apik dan menjadi pertunjukkan ketangguhan terakhir Arceus kepada Tuannya, Aryo, yang datang langsung dan mengangkat piala yang dipersembahkan Arceus kala itu.
Tak hanya menunjukkan ketangguhan dan konsistensi di lintasan pacu, kemenangan Arceus di kelas baru juga menunjukkan DNA juara yang dimiliki kuda di bawah Sarga Stable itu.
Dalam persiapan untuk Kejauraan Nasional Pacuan Kuda (Kejurnas) PORDASI Seri 2 2026, di satu sesi latihan regular, awal Agustus 2026, Arceus harus menghembuskan napas terakhirnya.
Baru masuk ke usia pacuan 6 tahun beberapa hari yang lalu, Arceus justru kehilangan nyawa. Sebuah kecelakaan di stable berakibat fatal.
Prestasinya yang mentereng di Kelas C, membuat dia sebenarnya kian potensial menjadi penyumbang medali untuk Kontingen DKI Jakarta di Kejurnas Seri 2. Sayang nasib berkata lain.
Namun setidaknya para pecinta dan penikmat kuda pacu nasional sudah disajikan dengan penampilan impresifnya yang bisa dikenang lewat fragmen cerita dan kehebatannya di lintasan pacu.
Install SARGA.CO News
sarga.co