SARGA.CO - Kuda pacu peraih gelar Horse of the Year 2025, Sovereignty, secara gemilang merebut kembali takhtanya dengan menjuarai ajang bergengsi Grade 1 (G1), Whitney Stakes di Saratoga Race Course, Sabtu, 8 Agustus 2026. Di bawah asuhan pelatih legendaris Hall of Fame, Bill Mott, kuda jantan milik Godolphin ini tampil memukau untuk menaklukkan lintasan dirt berjarak 1 1/8 mil (sekitar 1.810 meter).
Kemenangan ini sekaligus memberikannya tiket emas "Win and You’re In" menuju ajang prestisius Breeders’ Cup Classic pada bulan Oktober mendatang. Selain itu dia juga mengantongi hadiah 1 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Kemenangan ini diraih lewat skenario yang dramatis. Sempat diragukan setelah hanya finis kedua (Oaklawn Handicap, G2)dan ketiga (Stephen Foster, G1) di dua balapan pembuka musim ini, Sovereignty membungkam kritik dengan mengalahkan kuda-kuda elite, kuda betina juara Nitrogen, serta jawara Dubai World Cup, Magnitude.
Hasil ini tidak hanya mengembalikan Sovereignty ke puncak hierarki kuda tanah AS, tetapi juga menjadi pelepas dahaga yang manis bagi seluruh tim dan para penggemarnya.
(Magnitude buat Kejutan di Dubai World Cup, Kalahkan Forever Young)
Jalannya balapan berlangsung sangat ketat sejak pintu start dibuka. Nitrogen, di bawah joki John Velazquez, sempat tersandung saat memulai lomba namun tetap ngotot mengambil alih pimpinan, menciptakan tempo yang sangat cepat —23.43 detik di seperempat mil atau sekitar 40 meter awal, karena terus ditekan oleh Magnitude di sisi dalamnya.
Menyadari tempo yang terlalu "panas", joki Magnitude, Jose Ortiz, akhirnya memilih mundur, sementara Nitrogen terus memimpin laga.
Di sisi lain, Joki Junior Alvarado menerapkan strategi dingin untuk Sovereignty. Ia membiarkan kudanya tertinggal di posisi kelima, bahkan di sekitar setengah race, mereka sempat merosot ke posisi paling buncit di belakang Baeza, rekan satu stable-nya yang juga melaju tak ideal di start.
Momentum Sovereignty baru tiba di jarak lima furlong (sekitar 1.000 meter) ketika ia mulai terpacu oleh pergerakan kuda-kuda di sisi dalamnya. Memasuki tikungan terakhir, Alvarado membawa Sovereignty melebar dan melepaskan kecepatan puncaknya.
Sovereignty melesat menyalip Nitrogen dan menyentuh garis finis dengan keunggulan 4 3/4 panjang kuda, mencatatkan waktu 1:47.91 di atas permukaan lintasan yang cepat dan kering (fast footing).
ungkap joki Junior Alvarado menggambarkan akselerasi mematikan tunggangannya, mengutip NYRA.
Kemenangan di Whitney Stakes menjadi momen penebusan bagi Sovereignty setelah sebelumnya terhambat oleh kondisi lintasan yang basah dan berlumpur (sloppy and sealed) di Stephen Foster 2026. Kondisi lintasan Saratoga yang kering membantunya mengeluarkan potensi terbaik. Bagi pelatih Bill Mott, kemenangan ini menghapus segala kekhawatiran yang sempat menghantui timnya.
"Tentu saja, tanpa keraguan ini sangat melegakan. Ketika rekor tak terkalahkan seekor kuda terhenti, Anda pasti bertanya-tanya 'apa yang akan terjadi selanjutnya?'. Ia melakukan apa yang seharusnya ia lakukan, dan ia tidak mengecewakan kami," tegas Bill Mott.
Lebih dari sekadar catatan statistik, atmosfer di Saratoga hari itu menjadi bukti magisnya daya tarik Sovereignty. Setelah pembuktian langka dari seorang juara Kentucky Derby yang tetap dominan di usia matang, sekitar 40 ribu penonton memberikan penghormatan luar biasa.
"Anda tahu apa yang spesial? Gemuruh penonton saat ia kembali ke depan area winner's circle. Itu gila. Saya sudah di sini sepanjang sore, saya tidak mendengarnya di balapan lain, tetapi saya mendengarnya untuknya. Mereka senang melihatnya kembali," tambah Mott.
Balapan ini juga meninggalkan kesan mendalam berkat kegigihan Nitrogen. Pelatih Mark Casse mengaku emosional melihat kuda betinanya—yang merupakan kuda betina ketiga dalam 38 tahun terakhir yang berani menantang kuda jantan di Whitney—berhasil bertahan di posisi kedua meski sempat terganggu akibat tersandung di awal balapan.
Kini, dengan total pendapatan melampaui 6,8 juta dolar AS, fokus Sovereignty beralih ke Grade 1 Jockey Club Gold Cup berjarak 1 1/4 mil (sekitar 2.000 meter) pada 18 September di Belmont Park yang baru. Laga ini diprediksi akan menjadi panggung pertarungan sengit melawan juara Breeders' Cup Classic asal Jepang, Forever Young, serta juara Kentucky Derby tahun ini, Golden Tempo.
Menanggapi besarnya tekanan dan ekspektasi di balapan-balapan klasik mendatang, tim Sovereignty menatapnya dengan penuh keyakinan. “Jockey Club Gold Cup selalu ada di kalender kami. Kami sudah sampai di titik ini. Kita tidak boleh mundur sekarang, bukan?” tutur Pelatih Bill Mott dengan nada menantang.
Install SARGA.CO News
sarga.co