SARGA.CO - Duka dari kematian mendadak Arceus Nagari mengejutkan banyak pihak. Salah satu pihak yang turut berduka dan terkejut dengan kabar nahas itu adalah Mario Bahar, peternak yang melahirkan kuda jantan 6 tahun itu.
Pemilik dan Pengelola Bendang Stable itu adalah saksi dari kelahiran Arceus pada tahun 2020 lalu. "Ya, kejadianya juga sangat cepat dan tiba-tiba," ceritanya kepada Sarga, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dia juga sempat menyampaikan pesan duka citanya dalam salah satu unggahan di media sosialnya dan melampirkan foto saat kelahiran Arceus Nagari. Terlihat tanggal 22 Oktober 2020, tahun kelahiran yang sama dengan yang terdaftar di Stud Book Indonesia (SBI).
Mario juga sempat membagikan lagi dua foto Arceus Nagari, saat baru lahir di kandang, dan 1,5 tahun kemudian. Terlihat poni pirang di sisi kiri menghiasi kuda jantan berwarna hitam anak Suko Nagari dan Tuan Nagari ini. Perawakannya juga kian gagah di usia jelang Pemula itu.
Lebih lanjut Mario mengatakan kalau Arceus adalah pribadi yang senang bermain. Kuda itu, katanya juga cenderung jinak dan senang diusap kepalanya oleh manusia.
Dia juga mengingat momen Arceus akhirnya diboyong ke Sarga Stable pada tahun 2023. Dia diboyong Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Aryo P.S. Djojohadikusumo, sebelum event Kejurnas Indonesia Derby 2023.
"Sebelum pindah ke Sarga Stable, Arceus sudah win 3 kali bersama Bendang. Satu kali di Tompaso, satu kali di Pangadandaran, dan satu kali di Bantul," cerita Mario tentang rekor Arceus di Kelas Pemula.
Dia mengatakan Arceus dan kerabat seangkatannya kian mendominasi kala itu, Atadecer Nagari menjadi juara di Kejuranas Indonesia Derby 2023 Kelas Pemula C/D, sementara Berlian Istana dan Amanecer Nagari berturut-turut juara 1 dan 2 di gelaran yang sama.
Tahun 2024, di Indonesia Derby, angkatan kuda 'A', Bendang kala itu juga mendominasi ada lima ekor yang lolos ke babak final; Surya Altara, King of Istana, Atardecer Nagari, Amanecer Nagari, dan Aurorus Nagari. Meski ironisnya juara diraih kuda lain yang juga terinsipirasi dari Pokemon, Rapid Dash.
Mario juga menceritakan Arceus Nagari merupakan salah satu kuda yang lahir pada tahun 2020, saat pandemi Covid-19 menghantam dunia, termasuk Indonesia. Kuda-kuda angkatan kelahiran tahun itu tak sekadar punya huruf depan yang sama, mayoritas juga menggunakan nama Pokemon, serial animasi asal Jepang yang populer di dunia.
Selain Arceus dan Arbok Nagari, ada juga beberapa kuda yang kemudian berganti nama yang punya inspirasi nama Pokemon. "Kalau King of Istana namanya Arcanine, Surya Altara [nama sebelumnya] Ariados, dan Berlian Istana itu Azurill. Cuma Atardecer dan Amanecer aja yang bukan [nama Pokemon]," cerita Mario.
Penamaan kuda dengan nama karakter di Pokemon itu karena dia mengaku suka memainkan video gim dari Negeri Sakura itu sejak kecil. Dia bahkan dulu sempat menggemari permainan Pokemon Go, yang pertama rilis tahun 2016.
Layaknya serial animasi Pokemon, kuda-kuda Bendang di angkatan 2020 itu pun tak cuman berprestasi, tapi juga menjadi idola para pecinta kuda. Arceus Nagari, yang akhirnya tutup usia pada 12 Agustus 2026, juga menjadi idola dan pintu masuk bagi publik untuk mengenali dan menggemari pacuan kuda nasional.
Dari perbincangan dengan Sarga soal Arceus Nagari, Mario juga menceritakan tentang saudara sedarah Arceus Nagari yang tak cuma sama induk, tapi juga pejantannya. Adik penuh alias full sister, Arceus Nagari itu bernama Marugan Nagari.
Kuda betina berwarna jragem itu lahir pada 10 Agustus 2024 dan hasil peranakan Suko Nagari x Tuan Nagari. Bahkan Mario mengatakan kalau Marugan Nagari adalah keturuan terakhir dari Suko Nagari. "Setelah lahiran Marugan, pas mau di kawinkan lagi, pas di usg, di ovarium ada tumor. Jadi sudah tidak dikawinkan lagi," tutur Mario.
Mario juga mengatakan kalau Suko Nagari sebenarnya juga sudah termasuk senior, sudah 17 tahun usianya.
Sementara itu Marugan Nagari, adik penuh Arceus Nagari, kini sudah dibeli oleh Keepfly Stable, salah satu stable baru asal Tompaso, Sulawesi Utara. Dokumentasi terakhir yang disimpan Mario adalah saat Marugan berusia satu setengah tahun, yang dia bagikan di media sosialnya.
Kuda itu, per Agustus 2026 kemarin, masuk di kelompok usia 2 tahun. Artinya Marugan berpotensi untuk debut paling cepat di IHR Kejurnas Seri 2 2026 atau IHR Piala HB X 2026. Dua kejuaraan itu akan jadi dua IHR terakhir, tepatnya pada Oktober dan November 2026.
Alternatif lain Marugan Nagari bahkan bisa debut di Sulut Derby, September 2026 besok dan melanjutkan musim kelas pemulanya di Sulut, jika tak ingin langsung ke pacuan nasional, yang kebanyakan dilangsungkan di Pulau Jawa.
Install SARGA.CO News
sarga.co