SARGA.CO - Blue Blood Stable memanaskan lagi bursa transfer Indonesia's Horse Racing (IHR). Jelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda PORDASI Seri 2 2026, mereka mempertebal lagi amunisi dan membeli lima ekor kuda.
"Kemarin yang baru dari race di Sumatra Barat ada yang kami beli juga," tutur Pemilik Blue Blood Stable Andi Walli saat berbincang dengan SARGA, Rabu, 2 September 2026.
Dua ekor kuda yang dia beli itu adalah Pusako Nagura dan Queen Pizzaro, keduanya meraih podium di IHR Merdeka Cup 2026 lalu. Pusako Nagura menang di Kelas Derby Divisi II, sementara Queen Pizzaro menjadi runner up Kelas Remaja Divisi II.
Kedua kuda itu Blue Blood beli, agar mereka punya amunisi untuk bertarung di Kelas Derby dan Kelas Remaja IHR musim 2027. Selain dua kuda itu, satu lagi kuda usia 3 tahun yang di'biru'kan yakni Lord Tonsea. Kuda yang sempat ikut penyisihan Kelas 2 Tahun A/B Indonesia Derby 2026 itu diproyeksikan untuk bertarung di Kelas Derby tahun depan.
Andi mengatakan kalau ini sebenarnya keluar dari rencana awal Blue Blood yang ingin fokus di Kelas Pemula dan Kelas Terbuka tahun 2027 mendatang. Rencananya mereka baru fokus ke Kelas Derby ataupu Remaja pada musim 2028.
"Jadi percepat satu tahun [untuk main di Kelas Derby]. Tapi dengan menajemen yang diperkuat sekarang juga kami makin yakin," tutur Andy kepada SARGA.
Selain kuda-kuda yang dipersiapkan untuk Kelas 3 Tahun itu, Blue Blood juga memboyong dua kuda senior, Lipang Bajeng dan Romeo Berjaya.
Nama yang disebut pertama, dahulu bernama Arbok Nagari, akan menjadi jagoan baru untuk Kelas Terbuka Sprint. Sementara Romeo Berjaya, yang turut bertarung di Indonesia Derby 2026 Kelas 4 Tahun A/B, akan menjadi satu lagi tambahan untuk jarak panjang.
Harapannya dengan tambahan amunisi kuda-kuda senior ini Blue Blood bisa mencetak prestasi di semua kelas utama race pada tahun 2027 mendatang.
Untuk menebus dua kuda senior yang disebut belakangan, Blue Blood mengeluarkan dana total Rp500 juta.
Sementara itu kuda termahal yang mereka boyong adalah Pusako Nagura yang ditebus sampai Rp400 juta. Harga tersebut mempertimbangkan Pusako yang akan sudah masuk usia Derby untuk setahun ke depan. Apalagi kabarnya Pusako juga dipersiapkan menjadi harapan baru kuda Sumatra Barat.
Sementara untuk Lord Tonsea dan Queen Pizzaro, Blue Blood mengucurkan dana tak kurang Rp400 juta untuk dua ekor kuda itu. Nilai yang juga cukup wah, tapi wajar mengingat keduanya akan masuk usia emas.
Belum berhenti belanja, Andi mengatakan kalau Blue Blood masih mengincar satu ekor kuda lagi. Kuda yang diincar juga masih berada di Sumatra Barat. Dia berharap kuda itu bisa segera difinalisasi transfernya, sehingga bisa dikirim bersamaan dengan Pusako dan Pizzaro ke Pulau Jawa.
Dengan tambahan amunisi-amunisi yang ada bukan tak mungkin Blue Blood akan makin jaya di akhir tahun 2026 ini. Apalagi mereka punya harapan besar menambah piala juara 1, setelah Kashmir BB mempersembahkan juara di Indonesia Derby 2026 lalu.
Tak hanya kuda, Blue Blood juga membenahi sektro joki mereka. Andi menceritakan kalau Joki Marcel Singal yang sedari awal bersama mereka, kini berpisah jalan. Sebagai gantinya, mereka mendatangkan Joki Frengky Turangan untuk mendampingi Joki Rusman Tio, yang mempersembahkan kemenangan pertama di Indonesia Derby 2026 lalu.
Mereka juga mempertimbangkan untuk menambah satu joki lagi. Ada beberapa nama yang mereka pertimbangkan untuk menambah satu orang joki lagi untuk mendampingi kuda-kuda mereka.
Install SARGA.CO News
sarga.co