SARGA.CO - Lahir di generasi kuda betina Jepang yang sama dengan Vodka dan Daiwa Scarlet, Aston Machan pernah dianggap sebagai penantang yang setara. Ia memasuki musim Classic dengan ekspektasi besar, mencetak sorotan di Sprinters Stakes, dan sempat terlihat akan menjadi bintang besar. Namun, kariernya berakhir hampir secepat kemunculannya.
Kisahnya bisa saja tenggelam menjadi catatan kecil di bawah pencapaian Vodka dan Daiwa Scarlet. Namun kini, Uma Musume: Pretty Derby memberi Aston Machan kesempatan lain untuk dikenang, lewat karakter yang dibangun dari satu permintaan sederhana, jangan lupakan dirinya!
Aston Machan lahir di Shadai Farm pada 5 Maret 2004, dengan silsilah yang tidak terlalu mencolok tetapi tetap terhormat. Pejantannya adalah Admire Cozzene, anak dari juara Breeders’ Cup Mile 1985, Cozzene. Induknya, Rustling Copse, berasal dari garis keturunan pejantan berpengaruh Amerika Serikat, Woodman.
Sebagai anak generasi pertama Admire Cozzene, masih ada ketidakpastian mengenai karakteristik seperti apa yang akan ia miliki. Beruntung, dokter hewan Mayumi Tosa melihat sesuatu yang layak dipertaruhkan dan membelinya. Nama unik sang kuda merupakan gabungan dari produsen mobil Inggris Aston Martin dan nama panggilan Tosa semasa kuliah, “Machan”.
Ketika Aston Machan tampil di Hanshin Juvenile Fillies 2006, ia datang sebagai favorit utama. Namun di sana sudah menunggu Vodka, yang mengalahkannya dengan selisih tipis satu leher. Menjelang musim Classic 2007, Aston Machan, Vodka, dan Daiwa Scarlet berdiri di atas para pesaing lainnya dan dikenal sebagai “Big Three” di generasi kuda betina mereka.
Di Oka Sho, Vodka dan pemenang akhirnya, Daiwa Scarlet, bersaing di posisi terdepan dan memulai rivalitas terkenal mereka. Sementara itu, Aston Machan finis ketujuh dan setelah itu jalurnya mulai berbeda, dengan kampanye yang lebih banyak diarahkan ke jarak pendek.
Saat Aston Machan yang masih berusia tiga tahun turun di Sprinters Stakes 2007, balapan tersebut didominasi oleh sprinter yang lebih tua atau lebih mapan. Ia juga telah melewati beberapa hasil mengecewakan setelah Oka Sho.
Meski ekspektasi terhadapnya tidak tinggi, Aston Machan berhasil menjuarai Sprinters Stakes. Ia menjadi kuda betina tiga tahun kedua yang memenangkan balapan tersebut setelah statusnya menjadi G1 domestik, mengikuti jejak Nishino Flower 15 tahun sebelumnya. Untuk satu waktu akhinya semua mata tertuju padanya.
kenang Joki Eiji Nakadate dikutip dari Number Bushun.
Sayangnya, kemenangan itu menjadi salah satu momen besar terakhir Aston Machan. Ia kembali di Swan Stakes pada akhir tahun yang sama, tetapi hanya finis ke-14, kemudian menempati posisi ke-10 di Silk Road Stakes. Setelah itu, Aston Machan ditarik dari Takamatsunomiya Kinen karena mengalami Colitis-X, penyakit usus yang mematikan.
Meski mendapat perawatan intensif dan mampu bertahan melawan penyakit tersebut hampir dua bulan lebih lama dari rata-rata, ia meninggal akibat gagal jantung akut pada 21 April 2008. Catatan balapnya berakhir dengan 5 kemenangan dari 11 kali start.
Setelah kematian Aston Machan, kisahnya semakin tertutup oleh pencapaian dua rekan seangkatannya yang lebih terkenal dan belum pernah ia kalahkan, Vodka dan Daiwa Scarlet. Karena itu, pemiliknya, Mayumi Tosa, tidak hanya membeli adik betinanya, Jaja Machan, untuk dipasangkan dengan berbagai pejantan, tetapi juga disebut mendekati Cygames secara langsung.
Biasanya, Cygames-lah yang menghubungi para pemilik kuda balap ketika ingin meminta izin untuk menampilkan mereka di Uma Musume. Namun untuk Aston Machan, arahnya justru berbalik. Tosa ingin memastikan kuda miliknya itu diabadikan dalam ingatan publik.
Dalam Uma Musume: Pretty Derby, sebagai salah satu tambahan global terbaru bulan September 2026, Aston Machan menjadi salah satu karakter paling eksentrik sekaligus mengejutkan dalam jajaran karakternya. Ia membawa boneka dirinya sendiri, merekam memo suara, dan kerap muncul di foto orang lain.
Sekilas, semua itu tampak seperti sifat unik semata. Namun kebiasaan tersebut berangkat dari ketakutan untuk benar-benar dilupakan, seperti nasib kuda aslinya yang hampir menghilang dari ingatan banyak orang. Karena itu, ia berusaha mencegahnya dengan menjadi maskot yang dikenal di seluruh dunia.
Bahkan waktu kematian Aston Machan di dunia nyata juga muncul dalam cerita karakternya di Uma Musume. Ia kerap merasa sakit pada musim semi, periode ketika kejadian itu berlangsung, dan hampir berjalan ke laut ketika orang-orang melupakannya setelah Takamatsunomiya Kinen.
Koneksi Aston Machan dengan Vodka dan Daiwa Scarlet di dunia nyata juga tetap dipertahankan dalam Uma Musume. Di sana, mereka digambarkan sebagai teman sekelas, rival, sekaligus sahabat yang saling menghormati jalur masing-masing sebagai pelari.
Aston Machan lahir di generasi yang sama dengan dua kuda betina yang kemudian menjadi ikon balap kuda Jepang. Namun, ia tidak pernah mendapat kesempatan untuk membangun karier legendaris yang oleh banyak orang diyakini sebenarnya mampu ia capai.
Kuda balap itu mungkin sempat menjadi catatan kaki dalam kisah generasi legendaris kuda betina Classic Jepang 2007. Namun berkat Uma Musume, Aston Machan kini terus hidup dalam ingatan lebih banyak penggemar.
Install SARGA.CO News
sarga.co