SARGA.CO - Indonesia Derby 2026 bukan hanya menjadi ajang perebutan hadiah pembinaan hingga miliaran rupiah, tetapi juga menjadi arena perburuan poin Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda PORDASI Ke-60 Seri I Tahun 2026.
Setiap hasil yang diraih kuda peserta pada delapan kelas utama akan menghasilkan poin bagi kontingen daerah yang diwakilinya. Poin-poin tersebut akan menentukan klasemen sementara Kejurnas sebelum berlanjut ke Seri II pada November 2026.
Bagi pengumpul poin terbanyak Kejurnas PORDASI Seri I juga akan berhak memboyong Piala Bergilir Ketua Umum PP PORDASI. Sementara nantinya akumulasi dengan poin di Seri II berhak memboyong Piala Bergilir Presiden.
Kelas paling prestisius, Kelas 3 Tahun Derby jarak 2.000 meter, sekaligus menjadi kelas dengan nilai poin terbesar dalam Indonesia Derby 2026.
Juara Derby akan memperoleh 16,5 poin, juara kedua mendapat 11 poin, dan juara ketiga memperoleh 5,5 poin. Dengan demikian total poin yang diperebutkan pada kelas ini mencapai 33 poin.
Besarnya nilai tersebut membuat Derby berpotensi menjadi penentu perebutan gelar juara umum antarkontingen. Satu kemenangan pada kelas Derby setara dengan hampir dua kali lipat poin yang tersedia pada sejumlah kelas lain.
Di bawah Kelas Derby, terdapat tiga kelas yang masing-masing menyediakan total 24 poin. Kelas 3 Tahun Remaja memberikan 12 poin bagi juara pertama, delapan poin bagi juara kedua, dan empat poin bagi juara ketiga.
Skema yang sama berlaku pada Kelas 4 Tahun A/B serta Kelas 3 Tahun ke Atas THB INA. Ketiga kelas tersebut bisa menjadi sasaran utama kontingen yang memiliki kedalaman daftar kuda.
Sementara itu, Kelas 2 Tahun Pemula A/B menyediakan total 21 poin, sedangkan Kelas 2 Tahun Pemula C/D, Kelas 4 Tahun C/D, dan Kelas 2 Tahun THB INA masing-masing memperebutkan 18 poin.
Secara keseluruhan terdapat 180 poin yang diperebutkan pada delapan kelas utama Indonesia Derby 2026. Dengan poin bagi pemenang berkisar antara 9 sampai 16,5.
Besarnya nilai poin di kelas Derby membuat satu kemenangan saja dapat mengubah peta persaingan Kejurnas secara signifikan. Sebagai ilustrasi, sebuah kontingen yang berhasil menjuarai Kelas 3 Tahun Derby akan langsung mengantongi 16,5 poin. Jumlah tersebut hampir sama jika satu kontingen juara Kelas 2 Tahun Pemula C/D (9 poin) dan Kelas 4 Tahun C/D (9 poin) bersamaan.
Simulasi lain menunjukkan betapa pentingnya kelas-kelas utama. Apabila satu kontingen mampu memenangi Kelas 3 Tahun Derby dan Kelas 3 Tahun Remaja, mereka akan mengumpulkan 28,5 poin. Angka itu sudah melampaui total poin yang tersedia dalam satu kelas penuh seperti Kelas 4 Tahun C/D atau Kelas 2 Tahun THB INA yang masing-masing hanya menyediakan 18 poin.
Namun demikian, perebutan gelar juara umum tidak selalu ditentukan oleh kemenangan di Derby. Kontingen yang mampu menempatkan beberapa kudanya secara konsisten di posisi tiga besar berbagai kelas sering kali memiliki peluang lebih besar untuk mengumpulkan poin.
(Kelas: Juara I - Juara II - Juara III > Total)
3 Tahun Derby: 16,5 - 11 - 5,5 > 33
3 Tahun Remaja: 12 - 8 - 4 > 24
2 Tahun Pemula A/B: 10,5 - 7 - 3,5 > 21
2 Tahun Pemula C/D: 9 - 6 - 3 > 18
4 Tahun A/B: 12 - 8 - 4 > 24
4 Tahun C/D: 9 - 6 - 3 > 18
2 Tahun THB INA: 9 - 6 - 3 > 18
3 Tahun ke Atas THB INA: 12 - 8 - 4 > 24
Install SARGA.CO News
sarga.co