SARGA.CO – Saga Serumpun menjadi kuda dengan penghasilan paling besar di Indonesia's Horse Racing (IHR), sampai tengah tahun 2026. Hingga usainya IHR Piala Paku Alam 2026, Juni 2026, Saga Serumpun masih memimpin daftar perolehan hadiah terbanyak dengan total Rp87,75 juta.
Kuda tersebut menjadi yang paling produktif dengan tiga podium dari tiga keikutsertaannya dalam tiga seri IHR musim ini. Pencapaiannya juga selalu naik dari satu lomba ke lomba berikutnya.
Dari juara dua Kelas Remaja di Jateng Derby, menjadi juara 1 di Kelas Remaja Triple Crown Serie 1, dan puncaknya menjadi Juara 1 Kelas Derby di Triple Crown Serie 2.
Di bawah Saga, ada Nara Eclipse dan Fiona of Khalim yang juga punya perolehan hadiah setengah tahun ini lebih dari Rp80 juta.
Nara Eclipse, sama seperti Saga Serumpun, mencatatkan tiga podium dari tiga kali start pada paruh pertama tahun 2026 ini. Kemenangan di Kelas Derby, Jateng Derby 2026 jadi yang paling signifikan. Nara juga menjadi runner up di Pertiwi Cup dan juara 3 Triple Crown Serie 2. Total pendapatannya mencapai Rp84,75 juta.
Sementara Fiona of Khalim mengumpulkan hadiah Rp81 juta, juga dari tiga race yang dia ikuti tahun 2026 ini. Namun dia gagal naik podium di Jateng Derby 2026 dan baru bersinar dengan menjadi juara Pertiwi Cup dan Kelas Remaja di IHR Triple Crown Serie 2.
Di luar tiga kuda yang bersaing di usia Derby itu ada Naga Sembilan yang berpenghasilan paling besar. Selalu berpartisipasi dalam empat race di seri IHR 2026, Naga Sembilan bahkan bisa saja menjadi kuda dengan berpenghasilan paling besar, kalau saja tak ada insiden gagal start, di Piala Mangkunegaran 2026.
Kemenangan pada IHR Piala Paku Alam 2026 membuat total perolehan hadiah Naga Sembilan melonjak menjadi Rp69,75 juta dan mengantarkannya ke posisi keempat klasemen sementara. Jagoan di Kelas Terbuka 2.000 meter ini mencatatkan tiga juara di 3 seri IHR 2026.
Di belakang Naga Sembilan, persaingan juga berlangsung ketat. Maxi of Khalim berada di posisi kelima dengan total hadiah Rp49,5 juta, berkat kemenangan di Triple Crown Serie 1. Disusul Kana Eclipse dengan perolehan Rp47,25 juta, berkat pencapaiannya di Kelas Remaja Jateng Derby dan runner up di Triple Crown Serie 1.
Princess Gavi menempati posisi ketujuh dengan perolehan Rp37,13 juta, berkat kemenangan Piala Mangkunegaran. Sementara Dominator mengumpulkan Rp33,75 juta dan Arceus Nagari berada di posisi berikutnya dengan total Rp30,38 juta, diikuti Kimberly dengan Rp28,75 juta dan King Asva yang telah meraih Rp27 juta.
Selain sepuluh besar tersebut, beberapa kuda lain juga masih menjaga peluang untuk menembus papan atas. Paco Eclipse telah mengumpulkan Rp25,88 juta, disusul Sunglow Nagari dengan Rp25,31 juta. War Kudeta mencatat Rp23,63 juta, sementara Sir Orbit mengoleksi Rp22,5 juta sepanjang musim berjalan.
Secara keseluruhan, sedikitnya 14 kuda telah membukukan perolehan hadiah lebih dari Rp20 juta hingga pertengahan musim. Angka tersebut menunjukkan semakin meratanya persaingan di level elite pacuan kuda nasional.
Dengan Indonesia Derby 2026 yang akan menjadi seri berikutnya sekaligus Seri I Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Indonesia 2026, peluang perubahan klasemen masih sangat besar. Hadiah besar yang diperebutkan pada paruh kedua musim berpotensi mengubah peta persaingan secara signifikan, baik dalam perebutan posisi puncak maupun daftar kuda terbaik Indonesia musim ini.
1. Saga Serumpun (Rp87,75 juta)
2. Nara Eclipse (Rp84,75 juta)
3. Fiona of Khalim (Rp81 juta)
4. Naga Sembilan (Rp69,75 juta)
5. Maxi of Khalim (Rp49,50 juta)
6. Kana Eclipse (Rp47,25 juta)
7. Princess Gavi (Rp37,13 juta)
8. Dominator (Rp33,75 juta)
9. Arceus Nagari (Rp30,38 juta)
10. Kimberly (Rp28,75 juta)
Install SARGA.CO News
sarga.co