SARGA.CO – Magnitude kembali membuktikan diri sebagai salah satu kuda pacu terbaik dunia saat ini setelah memenangi Grade 1 (G1) Stephen Foster Stakes 2026 di Churchill Downs, Sabtu, 27 Juni 2026. Di bawah kendali Jose Ortiz, putra Not This Time itu tampil dominan sejak start hingga finis untuk mengalahkan Sovereignty, Baeza, White Abarrio, dan Willy D's.
Kemenangan di balapan berhadiah total US$2 juta tersebut sekaligus mengantarkan Magnitude mengamankan tiket otomatis menuju Breeders' Cup Classic 2026 melalui program Win and You're In.
Kemenangan itu menebus kecerobohan di awal race, saat Magnitude sempat menerobos pintu starting gate sebelum benar-benar race dimulai. Beruntung, petugas gate berhasil menahan laju kuda tersebut sehingga tidak terjadi run-off. Setelah menjalani pemeriksaan dokter hewan dan dinyatakan layak berlomba, Magnitude kembali dimasukkan ke gate sebelum akhirnya tampil tanpa cela.
"Kuda-kuda hebat selalu mampu mengatasi situasi sulit. Tidak semua kuda bisa tetap tampil maksimal setelah mengalami kejadian seperti itu," ujar pelatih Hall of Fame Steve Asmussen.
Magnitude langsung mengambil inisiatif memimpin sesaat setelah pintu start dibuka. Jose Ortiz membiarkan kudanya mengatur tempo sendiri tanpa tekanan berarti sepanjang lintasan awal, sementara White Abarrio dan Willy D's membayangi dari belakang.
Favorit balapan, Sovereignty, memilih menunggu di kelompok belakang sebelum mulai memacu kecepatan di tikungan terakhir. Sementara itu, Baeza harus mengawali balapan dengan kurang mulus sehingga sempat berada di posisi terakhir.
Memasuki tikungan akhir, White Abarrio menjadi penantang pertama yang mencoba mendekat sebelum mulai kehilangan tenaga. Sovereignty kemudian melancarkan serangan dari jalur luar, tetapi gagal mempertahankan momentumnya hingga memasuki lintasan lurus.
Ancaman terbesar justru datang dari Baeza. Setelah tertinggal sejak awal, anak asuh Bill Mott itu melesat cepat pada 200 meter terakhir dan memangkas jarak secara signifikan. Namun setiap kali Baeza mendekat, Magnitude masih mampu menambah kecepatannya hingga akhirnya mengamankan kemenangan dengan selisih 1¼ panjang.
Magnitude menyelesaikan balapan sejauh 1.800 meter (1⅛ mil) di lintasan sloppy (sealed) dengan catatan waktu 1:48,03.
kata Joki Jose Ortiz.
Stephen Foster Stakes menjadi kemenangan keempat Magnitude secara beruntun sepanjang musim 2026.
Musim ini dibuka dengan kemenangan di G3 Razorback Handicap, sebelum mencatat salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya saat menjuarai Dubai World Cup dengan mengalahkan bintang Jepang, Forever Young.
Momentum tersebut berlanjut di Churchill Downs. Kali ini Magnitude mengalahkan juara-juara G1 Amerika Serikat seperti Sovereignty, Baeza, dan White Abarrio, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kandidat terdepan peraih gelar Horse of the Year 2026.
Asmussen menilai anak asuhnya terus berkembang setiap kali turun ke lintasan. "Itulah yang membuat balap kuda begitu menarik. Menang sekali saja tidak cukup, karena prestasi sebelumnya tidak akan memenangkan balapan berikutnya. Dia mengalahkan Forever Young di Dubai World Cup, lalu kembali mengalahkan Sovereignty dan Baeza. Menurut saya, sekarang dia berada dalam performa terbaik sepanjang kariernya, dan musim ini masih panjang," ujar Asmussen.
Kemenangan ini juga menjadi bukti konsistensi Jose Ortiz sepanjang musim. Joki asal Puerto Rico tersebut membukukan empat kemenangan dalam satu hari balapan di Churchill Downs, termasuk membawa Lagynos menjuarai G2 Wise Dan Stakes.
"Musim ini benar-benar luar biasa," kata Ortiz.
Sebagai bagian dari Breeders' Cup Challenge Series, kemenangan di Stephen Foster Stakes otomatis memberikan Magnitude tiket menuju Breeders' Cup Classic 2026 yang akan digelar di Keeneland.
Steve Asmussen mengungkapkan pihaknya akan mengikuti pola persiapan yang sama seperti saat mengantarkan Gun Runner menjadi juara Breeders' Cup Classic 2017. Setelah Stephen Foster, Magnitude dijadwalkan tampil di Whitney Stakes, kemudian Woodward Stakes, sebelum menuju balapan puncak tersebut.
"Kami akan mengikuti pola yang sama seperti ketika mempersiapkan Gun Runner. Target berikutnya adalah Whitney Stakes, kemudian Woodward Stakes, sebelum menuju Breeders' Cup Classic," ujar Asmussen.
Apabila seluruh rencana berjalan sesuai jadwal, Breeders' Cup Classic berpotensi kembali mempertemukan Magnitude dengan Forever Young. Duel keduanya menjadi salah satu yang paling dinantikan setelah Magnitude berhasil menundukkan wakil Jepang tersebut di Dubai World Cup awal tahun ini.
Selain Forever Young, Magnitude juga berpeluang kembali menghadapi Sovereignty dan Baeza dalam perebutan gelar kuda terbaik dunia pada penghujung musim.
(Kejutan Besar! Magnitude Kalahkan Forever Young di Dubai World Cup)
Stephen Foster Stakes merupakan salah satu balapan G1 paling bergengsi di Amerika Serikat untuk kuda berusia tiga tahun ke atas. Balapan ini digelar setiap tahun di Churchill Downs, Louisville, Kentucky, dengan jarak 1.800 meter.
Sejak bergabung dalam Breeders' Cup Challenge Series, pemenang Stephen Foster Stakes memperoleh tiket otomatis ke Breeders' Cup Classic melalui skema “Win and You're In”.
Sejumlah nama besar pernah menjadi juara balapan ini, seperti Curlin, Gun Runner, Saint Liam, hingga Knicks Go. Kini, Magnitude menambah namanya ke daftar tersebut sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu kuda pacu terbaik dunia pada musim 2026.
Install SARGA.CO News
sarga.co