test

Better experience in portrait mode.
Sham

Kisah Sham, Sang Juara yang Terlupakan karena Lahir di Era Secretariat

SARGA.CO - Dalam sejarah pacuan kuda dunia, ada satu nama yang hampir selalu muncul ketika membahas kehebatan Secretariat. Sang legenda peraih Triple Crown 1973 itu dianggap sebagai salah satu kuda pacu terbaik sepanjang masa berkat rekor-rekor fenomenalnya.

Namun di balik kebesaran Secretariat, ada satu kuda luar biasa yang sering terlupakan. Namanya Sham. Ironisnya, Sham bukanlah kuda biasa. Andaikan ia lahir di generasi yang berbeda, bukan tidak mungkin namanya juga tercatat sebagai juara Triple Crown. Sayangnya, takdir mempertemukannya dengan salah satu kuda terhebat dalam sejarah.

Bukan Sekadar Rival Secretariat

Lahir pada 9 April 1970, Sham merupakan putra pejantan Pretense yang dimiliki Sigmund Sommer dan dilatih Frank "Pancho" Martin. Kariernya sebenarnya sangat impresif. Dari 13 kali tampil di lintasan, Sham membukukan lima kemenangan, lima kali finis kedua, dan sekali finis ketiga. Salah satu prestasi terbaiknya adalah menjuarai Santa Anita Derby, di mana ia menyamai rekor waktu yang bahkan masih bertahan hingga kini.

Bukan Sekadar Rival Secretariat

Tak hanya itu, menjelang Kentucky Derby, Sham bahkan finis di depan Secretariat saat keduanya tampil di Wood Memorial Stakes. Saat itu Sham menjadi runner-up, sedangkan Secretariat yang berstatus favorit justru hanya finis ketiga.

Selalu Bertemu dengan Sang Legenda

Sayangnya, ketika memasuki rangkaian Triple Crown 1973, kisah Sham berubah menjadi cerita tentang "nyaris". Di Kentucky Derby, Sham tampil luar biasa dan mencatat waktu 1 menit 59,8 detik, catatan yang sebenarnya sudah cukup untuk memecahkan rekor lintasan.

Masalahnya, Secretariat berlari sedikit lebih cepat. Sham akhirnya finis kedua dengan selisih sekitar 2,5 panjang kuda. Rekor lintasan pun menjadi milik Secretariat, sementara performa luar biasa Sham tenggelam di balik sorotan sang juara.

Kisah serupa kembali terjadi pada Preakness Stakes. Sham kembali menjadi runner-up di belakang Secretariat. Kemudian tibalah balapan legendaris di Belmont Stakes.

Di sinilah Secretariat menciptakan salah satu penampilan paling ikonik sepanjang sejarah dengan menang sejauh 31 panjang kuda.

Sementara itu, Sham justru kehabisan tenaga dan finis terakhir dari lima peserta. Beberapa minggu kemudian diketahui bahwa ia mengalami patah tulang cannon bone yang diduga sudah mulai terjadi sejak Belmont Stakes. Cedera tersebut mengakhiri karier balapnya lebih cepat dari yang diharapkan.

Karier Berakhir, Warisan Tetap Hidup

Setelah pensiun, Sham menjalani karier sebagai pejantan di Spendthrift Farm sebelum dipindahkan ke Walmac Farm. Selama menjadi pejantan, ia menghasilkan 625 anak dengan total pendapatan keturunannya mencapai lebih dari US$17 juta (Rp305 miliar). Di antara anak-anak terbaiknya adalah pemenang Grade 1 Arewehavingfunyet, serta Prince Syn dan Colonel Moran yang juga sukses di lintasan.

Ada satu fakta menarik yang baru terungkap setelah Sham meninggal pada 1993. Hasil autopsi menunjukkan ukuran jantung Sham mencapai sekitar 18 pon (4,5 Kg), hanya sekitar 4 pon (1,8 Kg) lebih ringan dibanding milik Secretariat dan lebih dari dua kali ukuran jantung rata-rata seekor Thoroughbred. Temuan itu menjelaskan mengapa Sham mampu memberikan tekanan luar biasa kepada Secretariat, terutama di Kentucky Derby.

Juara yang Layak Dikenang

Dalam olahraga, sering kali hanya pemenang yang dikenang. Namun kisah Sham membuktikan bahwa tidak semua legenda harus diukur dari jumlah gelar. Ia mungkin gagal meraih Triple Crown. Ia mungkin selalu finis di belakang Secretariat. Tetapi justru karena kehadiran Sham, Secretariat dipaksa mengeluarkan performa terbaiknya dan melahirkan momen-momen yang kemudian dikenang sebagai sejarah. Seandainya tidak lahir satu angkatan dengan Secretariat, besar kemungkinan dunia pacuan kuda akan mengenal Sham bukan sebagai "rival Secretariat", melainkan sebagai salah satu juara terbesar sepanjang masa.

(Sumber: America’s Best Racing)

Sponsored Ad
Kisah Sham, Sang Juara yang Terlupakan karena Lahir di Era Secretariat Kisah Sham, Sang Juara yang Terlupakan karena Lahir di Era Secretariat

Kisah Sham, Sang Juara yang Terlupakan karena Lahir di Era Secretariat

Baca Selengkapnya
Ravelio Kembali Mengamuk! Strategi Kejar-Salip-Menang Berbuah Gelar Juara Ravelio Kembali Mengamuk! Strategi Kejar-Salip-Menang Berbuah Gelar Juara

Ravelio Kembali Mengamuk! Strategi Kejar-Salip-Menang Berbuah Gelar Juara

Baca Selengkapnya
Indonesia Derby 2026 Akan Beri Hadiah untuk Peternak Unggulan Kuda 3 Tahun Indonesia Derby 2026 Akan Beri Hadiah untuk Peternak Unggulan Kuda 3 Tahun

Indonesia Derby 2026 Akan Beri Hadiah untuk Peternak Unggulan Kuda 3 Tahun

Piala Peternak akan PORDASI anugerahkan untuk stable tempat kuda jura Kelas Derby dikembangbiakan.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari Tambang
Road to Indonesia Derby 2026: King Halim Siapkan 10 Kuda, Tidak Ada King Argentin Road to Indonesia Derby 2026: King Halim Siapkan 10 Kuda, Tidak Ada King Argentin

Road to Indonesia Derby 2026: King Halim Siapkan 10 Kuda, Tidak Ada King Argentin

King Halim Stable kembali turun dengan kekuatan penuh di Indonesia Derby 2026. Sebanyak 10 kuda disiapkan untuk berbagai kelas, tetapi nama King Argentine tak masuk daftar.

Baca Selengkapnya
Road to Indonesia Derby 2026: Nara dan Kana Eclipse Siap Tempur Road to Indonesia Derby 2026: Nara dan Kana Eclipse Siap Tempur

Road to Indonesia Derby 2026: Nara dan Kana Eclipse Siap Tempur

Kana dan Nara siap menjadi andalan Eclipse Stable di Indonesia Derby 2026. Di sisi lain, Paco Eclipse masih absen sehingga Farina dan Crystal disiapkan sebagai pelapis.

Baca Selengkapnya
Perebutan 180 Poin di Kejurnas I Indonesia Derby 2026, Berikut Penjabaran Poinnya Perebutan 180 Poin di Kejurnas I Indonesia Derby 2026, Berikut Penjabaran Poinnya

Perebutan 180 Poin di Kejurnas I Indonesia Derby 2026, Berikut Penjabaran Poinnya

Bukan hanya hadiah ratusan juta rupiah, Indonesia Derby 2026 juga menjadi arena perebutan 180 poin Kejurnas. Derby menjadi kelas dengan nilai poin terbesar.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari
Road to Indonesia Derby 2026: Kecelakaan Lalu Lintas Mayo Batal Turun, Miranda Stable Siapkan Monochrome dan Melasti Road to Indonesia Derby 2026: Kecelakaan Lalu Lintas Mayo Batal Turun, Miranda Stable Siapkan Monochrome dan Melasti

Road to Indonesia Derby 2026: Kecelakaan Lalu Lintas Mayo Batal Turun, Miranda Stable Siapkan Monochrome dan Melasti

Mayo dipastikan absen dari Indonesia Derby 2026 akibat cedera setelah insiden lalu lintas. Miranda Stable kini hanya mengandalkan Monochrome dan Melasti di Kelas Derby.

Baca Selengkapnya
Road to Indonesia Derby 2026: Sumbar Siapkan 12 Kuda, Saga Serumpun, Sir Orbit, Milea Guti Siap Adu Cepat di Lintasan 2.000 Meter Road to Indonesia Derby 2026: Sumbar Siapkan 12 Kuda, Saga Serumpun, Sir Orbit, Milea Guti Siap Adu Cepat di Lintasan 2.000 Meter

Road to Indonesia Derby 2026: Sumbar Siapkan 12 Kuda, Saga Serumpun, Sir Orbit, Milea Guti Siap Adu Cepat di Lintasan 2.000 Meter

Sumatra Barat yang dikenal punya kuda-kuda unggul akan mempersiapkan minimal 12 ekor kuda untuk bertarung di 6 kelas pacuan utama di Indonesia Derby 2026, Juli mendatang.

Baca Selengkapnya
Kemenangan Penting di Triple Crown Serie 2, Bawa Saga Serumpun Jadi Kuda Berpenghasilan Paling Besar di Tengah Musim IHR 2026 Kemenangan Penting di Triple Crown Serie 2, Bawa Saga Serumpun Jadi Kuda Berpenghasilan Paling Besar di Tengah Musim IHR 2026

Kemenangan Penting di Triple Crown Serie 2, Bawa Saga Serumpun Jadi Kuda Berpenghasilan Paling Besar di Tengah Musim IHR 2026

Tidak pernah absen podium sebelum IHR Piala Paku Alam 2026, Saga Serumpun dan Nara Eclipse memimpin kuda dengan perolehan paling tinggi sampai pertengahan tahun 2026.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Kisah Lady’s Secret, Si Wanita Besi yang Menaklukkan Dunia Pacuan Kisah Lady’s Secret, Si Wanita Besi yang Menaklukkan Dunia Pacuan

Kisah Lady’s Secret, Si Wanita Besi yang Menaklukkan Dunia Pacuan

Baca Selengkapnya
Dari Belakang, P. Srikandi Borneo Salip 7 Kuda untuk Jadi Juara Dari Belakang, P. Srikandi Borneo Salip 7 Kuda untuk Jadi Juara

Dari Belakang, P. Srikandi Borneo Salip 7 Kuda untuk Jadi Juara

Debut P. Srikandi Borneo ditandai dengan aksi start buruk, navigasi apik, dan menyalip semua kuda di depannya.

Baca Selengkapnya
Setengah Musim IHR 2026: BHM Raih Piala Terbanyak, King Halim Paling Banyak Juara Setengah Musim IHR 2026: BHM Raih Piala Terbanyak, King Halim Paling Banyak Juara

Setengah Musim IHR 2026: BHM Raih Piala Terbanyak, King Halim Paling Banyak Juara

BHM Stable memimpin perolehan podium Indonesia's Horse Racing (IHR) 2026 dengan 23 podium hingga pertengahan musim. Namun, Eclipse Stable dan King Halim Stable masih menjadi pesaing kuat dalam perebutan gelar stable terbaik musim ini.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Almeraq Menang Dramatis atas Satono Reve di Queen Elizabeth II Jubilee Stakes Royal Ascot 2026 Almeraq Menang Dramatis atas Satono Reve di Queen Elizabeth II Jubilee Stakes Royal Ascot 2026

Almeraq Menang Dramatis atas Satono Reve di Queen Elizabeth II Jubilee Stakes Royal Ascot 2026

Baru menjalani start kedua sejak pulih dari kecelakaan serius, Almeraq secara dramatis mengalahkan Satono Reve dengan selisih hidung untuk menjuarai Queen Elizabeth II Jubilee Stakes dan menutup Royal Ascot 2026.

Baca Selengkapnya
Indonesia Derby 2026: Penutup Triple Crown dan Awal Perburuan Gelar Kejurnas, Perebutan Rp1 M dalam 18 Race Indonesia Derby 2026: Penutup Triple Crown dan Awal Perburuan Gelar Kejurnas, Perebutan Rp1 M dalam 18 Race

Indonesia Derby 2026: Penutup Triple Crown dan Awal Perburuan Gelar Kejurnas, Perebutan Rp1 M dalam 18 Race

Indonesia Derby 2026 akan digelar di Pangandaran dengan 18 race dan total hadiah Rp1 miliar. Ajang ini menjadi Seri I Kejurnas PORDASI sekaligus penutup Triple Crown 2026.

Baca Selengkapnya
Ombudsman Tak Terbendung, Raih Kemenangan Beruntun di Prince of Wales's Stakes Ombudsman Tak Terbendung, Raih Kemenangan Beruntun di Prince of Wales's Stakes

Ombudsman Tak Terbendung, Raih Kemenangan Beruntun di Prince of Wales's Stakes

Ombudsman mencetak sejarah di Royal Ascot 2026 usai mempertahankan gelar Prince of Wales's Stakes. Kuda milik Godolphin itu menang dominan atas Minnie Hauk dan Daryz sekaligus mengamankan tiket ke Breeders' Cup Turf.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Setengah Tahun Berjalan Ka Ying Rising Masih Puncaki Klasemen Sementara Horse of the Year 2026, Meisho Tabaru Masuk Daftar Elite Setengah Tahun Berjalan Ka Ying Rising Masih Puncaki Klasemen Sementara Horse of the Year 2026, Meisho Tabaru Masuk Daftar Elite

Setengah Tahun Berjalan Ka Ying Rising Masih Puncaki Klasemen Sementara Horse of the Year 2026, Meisho Tabaru Masuk Daftar Elite

Ka Ying Rising masih menempati kasta tertinggi kuda terbaik dunia 2026, sampai dengan Juni 2026.

Baca Selengkapnya
PORDASI Gandeng BRINS, NPC Indonesia, dan SKHB IPB Perkuat SDM Olahraga Berkuda Nasional PORDASI Gandeng BRINS, NPC Indonesia, dan SKHB IPB Perkuat SDM Olahraga Berkuda Nasional

PORDASI Gandeng BRINS, NPC Indonesia, dan SKHB IPB Perkuat SDM Olahraga Berkuda Nasional

Baca Selengkapnya
Naga Sembilan Datang, Masuk Gate, dan Menang! Naga Sembilan Datang, Masuk Gate, dan Menang!

Naga Sembilan Datang, Masuk Gate, dan Menang!

Naga Sembilan yang sempat mengalami kendala masuk gate di perebutan Piala Mangkunegaran 2026, sukses menebus tuntas dengan menjadi juara Piala Paku Alam 2026.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
AFASEC Pelajari Ekosistem Pacuan Kuda Indonesia di IHR Piala Paku Alam 2026 AFASEC Pelajari Ekosistem Pacuan Kuda Indonesia di IHR Piala Paku Alam 2026

AFASEC Pelajari Ekosistem Pacuan Kuda Indonesia di IHR Piala Paku Alam 2026

Delegasi AFASEC menghadiri IHR Piala Paku Alam 2026 untuk mengamati langsung joki, kuda, fasilitas pacuan, dokter hewan, hingga sistem Sertifikat Kuda Indonesia (SKI) sebagai bagian dari studi pengembangan industri pacuan kuda nasional.

Baca Selengkapnya
BHM Stable Paling Dominan di IHR Piala Raja Paku Alam 2026, Koleksi 8 Podium BHM Stable Paling Dominan di IHR Piala Raja Paku Alam 2026, Koleksi 8 Podium

BHM Stable Paling Dominan di IHR Piala Raja Paku Alam 2026, Koleksi 8 Podium

BHM Stable menjadi stable dengan podium terbanyak pada IHR Piala Raja Paku Alam 2026 dengan delapan finis tiga besar, unggul atas BHM & Djon's Stable, Aragon Stable, Eclipse Stable, dan Wining Stable.

Baca Selengkapnya
IHR Piala Paku Alam 2026: Arena Pacuan Kuda Tempat Hubungan antara Manusia dan Kuda Terjalin IHR Piala Paku Alam 2026: Arena Pacuan Kuda Tempat Hubungan antara Manusia dan Kuda Terjalin

IHR Piala Paku Alam 2026: Arena Pacuan Kuda Tempat Hubungan antara Manusia dan Kuda Terjalin

Paduka Paku Alam X mengatakan kalau pacuan kuda lebih dari sekadar adu kecepatan, tapi ada perpaduan proses latihan panjang, pengendalian diri, dan kerja sama untuk bisa meraih kemenangan.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Kelso dan Rekor Mustahil: Warisan Sang Raja Pacuan yang Bertahan Puluhan Tahun Kelso dan Rekor Mustahil: Warisan Sang Raja Pacuan yang Bertahan Puluhan Tahun

Kelso dan Rekor Mustahil: Warisan Sang Raja Pacuan yang Bertahan Puluhan Tahun

Baca Selengkapnya
Perkuat Ekosistem Berkuda Nasional, PP PORDASI Luncurkan Website, Stable Rating hingga Rider License Perkuat Ekosistem Berkuda Nasional, PP PORDASI Luncurkan Website, Stable Rating hingga Rider License

Perkuat Ekosistem Berkuda Nasional, PP PORDASI Luncurkan Website, Stable Rating hingga Rider License

PP PORDASI meluncurkan sejumlah program strategis mulai dari website resmi, Stable Rating, Rider License berasuransi hingga bantuan fasilitas daerah untuk memperkuat ekosistem olahraga berkuda Indonesia.

Baca Selengkapnya
Lari Terakhir My Universe di Takarazuka Kinen 2026, Duka di Hanshin Racecourse Lari Terakhir My Universe di Takarazuka Kinen 2026, Duka di Hanshin Racecourse

Lari Terakhir My Universe di Takarazuka Kinen 2026, Duka di Hanshin Racecourse

My Universe, pemenang Nikkei Sho 2026, meninggal akibat gagal jantung akut setelah tampil di Takarazuka Kinen. Dunia pacuan kuda Jepang berduka atas kepergian talenta muda berbakat tersebut.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Meisho Tabaru Ukir Sejarah di Takarazuka Kinen 2026, Gagalkan Misi Triple Crown Croix du Nord Meisho Tabaru Ukir Sejarah di Takarazuka Kinen 2026, Gagalkan Misi Triple Crown Croix du Nord

Meisho Tabaru Ukir Sejarah di Takarazuka Kinen 2026, Gagalkan Misi Triple Crown Croix du Nord

Hasil Takarazuka Kinen 2026: Meisho Tabaru kembali juara bersama Yutaka Take, sementara Croix du Nord gagal meraih Triple Crown musim semi.

Baca Selengkapnya