SARGA.CO - Pertumbuhan olahraga berkuda di Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas kompetisi, tetapi juga mendorong kebutuhan akan tenaga dokter hewan pertandingan yang profesional. Menjawab kebutuhan tersebut, PP PORDASI menggelar Seminar & Workshop Dokter Hewan Pertandingan di PORDASI HQ, kawasan Jakarta International Equestrian Park (JIEPP) Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta yang mayoritas merupakan dokter hewan muda dari berbagai daerah di Indonesia. Seminar menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni drh. Ade Octaviani selaku FEI Official Veterinarian Level 3 dan drh. Ardhinta Irawan yang telah mengantongi lisensi FEI Official Veterinarian Level 2.
Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya PORDASI dalam mempersiapkan sumber daya manusia di bidang veteriner olahraga berkuda, seiring semakin padatnya kalender kompetisi nasional maupun internasional di Indonesia.
Materi yang disampaikan berfokus pada peran dokter hewan pertandingan ketika bertugas di berbagai situasi selama penyelenggaraan kejuaraan. Salah satu penekanan utama adalah penerapan prinsip animal welfare atau kesejahteraan kuda sesuai standar PORDASI yang mengadopsi regulasi Fédération Équestre Internationale (FEI).
ujar drh. Ade Octavian, sekaligus menekankan pentungknya peningkatan kompetisi dan pemahaman terhadap standar internasional.
Selain mendapatkan materi, para peserta juga memperoleh sertifikat sebagai bekal untuk menjadi National Treating Veterinarian (NTV). Status tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum mengikuti ujian guna memperoleh lisensi FEI Permitted Treating Veterinarian (PTV).
Menariknya, meski materi banyak membahas kebutuhan pada cabang equestrian, seminar ini terbuka bagi dokter hewan dari seluruh disiplin olahraga berkuda di bawah naungan PORDASI.
Sementara itu, drh. Ardhinta Irawan menjelaskan bahwa seminar dirancang untuk memberikan pembekalan berbasis pengalaman lapangan kepada para dokter hewan yang ingin berkarier sebagai dokter hewan pertandingan.
Pengalaman-pengalaman praktis tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman ketika menghadapi berbagai kondisi di arena pertandingan, sehingga para dokter hewan mampu menjalankan tugas secara profesional sesuai standar yang berlaku.
kata Ardhinta.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar Indonesia memiliki semakin banyak tenaga dokter hewan pertandingan yang kompeten, terampil, dan mampu mengikuti perkembangan olahraga berkuda.
Antusiasme peserta juga terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan untuk menggali berbagai persoalan teknis yang kerap ditemui ketika bertugas di lapangan.
Di sisi lain, drh. Ade Octaviani berharap semakin banyak dokter hewan pertandingan yang lahir melalui program seperti ini sehingga kebutuhan SDM veteriner pada setiap penyelenggaraan kompetisi dapat terpenuhi.
"Saya berharap dengan adanya seminar ini, ke depannya Indonesia akan memiliki tenaga-tenaga dokter hewan pertandingan yang profesional, solid, dan tersebar di berbagai wilayah," tutupnya.
Install SARGA.CO News
sarga.co