SARGA.CO - Siapa sangka dari satu insiden nahas justru berakhir menjadi kemenangan dramatis yang menjadi pembuktian bagi kuda Dominator. Di Jateng Derby 2026, Dominator datang ke Gelanggang Pacu Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, dengan satu misi balas dendam: mengalahkan Princess Gavi di Kelas Terbuka Sprint.
Misi pribadi kuda jantan anak Dubai's Choice dan Si Bungo Taeh itu menyusul kekalahannya dari Princess Gavi di Kelas Super Sprint Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI Seri 2 2025 lalu. Gelar penguasa lintasan pun gagal ia raih pada tahun 2025.
Tahun 2026 misi mengabadikan diri sebagai sprinter terbaik di Indonesia kembali muncul. Pelatih Ardhi Wijaya telah menyusun strategi dan persiapan yang matang untuk musim terbaru Indonesia's Horse Racing (IHR).
Fase pertama dari agenda menuju jagoan sprint 2026, direncanakan pada IHR Triple Crown Serie 1 & Pertiwi Cup, di Gelanggan Pacuan Sultan Agung, Bantul, April 2026. Namun, rencana itu mengalami perubahan mendadak.
"Waktu di Jateng Derby (Februari 2026) sebenarnya kita enggak mau lari tuh. Saya program untuk lari di Bantul, TC1. Tapi bos bilang, 'sudah larilah lama enggak lari, kangen sama larinya dia.'," cerita Ardhi kepada Sarga.
Dia mengatakan momen itu memaksa persiapan tambahan kurang dari satu bulan. Ardhi kemudian merombak program latihan, asupan makanan, hingga persiapannya. Kondisi Dominator kala itu dinilai belum ideal. "Tapi alhamdulillah juga kita bisa menang dan bisa balas kekalahan yang ada di Kejurnas Seri 2," kata Ardhi.
Race di Jateng Derby 2026 itu juga menjadi kemenangan yang sangat berkesan bagi Ardhi selama membimbing Dominator. Tak hanya menuntaskan balas dendam dan kemenagan impresif dengan jarak lima panjang kuda, drama yang terjadi juga kian berkesan.
Ardhi bercerita, usai kekalahan dari Princess Gavi di perebutan gelar Super Sprint 2025, evaluasi total dilakukan. Pergantian joki menjadi salah satu hal yang hendak mereka coba. Angel Manarisip dirasa menjadi rekan yang pas untuk mendapingi Dominator.
Rencana lari di Jateng Derby 2026 kemudian dirasa jadi momen yang tepat untuk uji jalan perdana joki baru. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Angel mengalami insiden di race pendahuluan hari itu.
"Nah, putar otak lagi dong. Saya harus cari joki yang sesuai dan terlihat bisa bawa, dalam arti punya skill yang sprinter juga cocok dengan kuda ini," cerita Ardhi mengenang momen itu.
Tantangan bertambah karena jarak dari insiden yang menimpa Angel dan race yang akan dijalani Dominator kurang dari satu jam. Opsi semakin terbatas karena kebanyakan joki sudah terdaftar untuk tujuh race, batas yang dibolehkan PORDASI.
kenang Ardhi.
Beruntung izin dari pelatih lain dan semua horse owner yang akan menggunakan jasa Fajar bisa didapat dalam tempo waktu yang sempit. Meski kergauan tak lantas pudar dengan mendapat joki baru.
"Alhamdulillah dengan pergantian cepat itu hasilnya tetap bagus. Nah, itu loh alhamdulillahnya, itu ya Tuhan sayang sama saya. Logikanya belum pernah naik tapi sekali [musik] naik langsung menang. Nah, itulah itu rezeki Mas," ceritanya kepada Sarga.
Selesai dari drama di Jateng Derby, Dominator berhasil kembali menjadi jagoan sprint dengan menang di Kelas Terbuka Sprint di IHR Triple Crown Serie 1 & Pertiwi Cup 2026.
Dua kemenangan beruntun itu sayangnya diikuti dengan kekalahan di IHR Piala Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2, Mei 2026 lalu. Seperti deja vu, Dominator kembali kalah tipis, kali ini dari War Kudeta yang juga dari King Halim Stable.
Di IHR Piala Paku Alam 2026, Dominator kembali kalah di kelas sprint, kelelahan jadi faktornya kali ini. Berkaca dari situasi ini, rencana Dominator untuk istirahat di IHR Jateng Derby 2026 mengemuka.
Apalagi Ardhi mengatakan kalau targetnya untuk Dominator tahun ini masih belum tercapai. "Ya, untuk dominator saya masih punya utang, Super Sprint nanti, di Kejurnas seri 2. Karena di tahun kemarin kita kalah, kita runner up, tipis dengan Princess Gavi ya. Tahun ini penginnya bisa merebut tahtah yang terlepas di tahun kemarin," ujar Ardhi.
Install SARGA.CO News
sarga.co