SARGA.CO – Mikki Fight kembali menegaskan statusnya sebagai jagoan baruz pacuan dirt Jepang, setelah mempertahankan gelar Teio Sho (G1) 2026 di Oi Racecourse, Rabu, 1 Juli 2026. Kemenangan itu tidak hanya memperpanjang dominasinya, tetapi juga mengukir sejarah sebagai salah satu sedikit kuda yang mampu menjuarai balapan bergengsi tersebut dalam dua tahun berturut-turut.
Teio Sho merupakan salah satu balapan paling prestisius di kalender National Association of Racing (NAR). Pacuan dengan jarak 2.000 meter, dengan total hadiah juara mencapai 80 juta yen itu merupakan lomba puncak musim panas pacuan dirt Jepang.
Kuda berusia lima tahun hasil persilangan Drefong dengan garis keturunan Special Week itu kini tercatat sebagai pemenang Teio Sho lebih dari satu kali. Lebih istimewa lagi, Mikki Fight menjadi kuda kedua yang mampu mempertahankan gelar secara beruntun setelah Meisho Hario melakukannya pada edisi 2022 dan 2023.
Datang dengan status favorit mutlak dengan odds 1,7:1, Mikki Fight tampil sesuai ekspektasi. Start dari gerbang delapan, jockey Keita Tosaki memilih membawa kudanya berada di posisi ketiga, dengan posisi agak luar di awal lomba. Strategi tersebut membuat Mikki Fight terhindar dari semburan pasir sekaligus tetap menjaga jarak ideal dengan pemimpin balapan.
Memasuki lintasan lurus terakhir, Mikki Fight mulai meningkatkan kecepatannya. Ia mengambil alih pimpinan di pertengahan straight dan terus menjauh hingga garis finis.
Outrange berusaha mengejar, tetapi harus puas finis di posisi kedua dengan selisih 1¾ panjang kuda. Sementara itu, Diktaean melesat pada 100 meter terakhir untuk mengamankan posisi ketiga, hanya terpaut leher (neck) dari Outrange.
Kemenangan ini menjadi yang kedelapan bagi Mikki Fight dari 13 penampilan sepanjang kariernya. Lebih impresif lagi, ia belum pernah finis di luar tiga besar.
Dalam dua balapan G1 sebelumnya di Oi, Mikki Fight harus puas menjadi runner-up. Tahun lalu ia dikalahkan Forever Young di Japan Dirt Classic serta Diktaean pada Tokyo Daishoten. Musim ini pun ia kembali finis kedua di Kashiwa Kinen sebelum akhirnya kembali berdiri di podium tertinggi lewat Teio Sho.
Keberhasilan tersebut juga menjadi momen spesial bagi Joki Keita Tosaki yang kembali mendampingi Mikki Fight, setelah lebih dari setahun posisi itu diisi Christophe Lemaire.
"Rencana kami bersama pelatih Hiroyasu Tanaka adalah membiarkan kuda lain memimpin lebih dulu, lalu mengikuti dari belakang. Mikki Fight sangat tenang di dalam starting gate dan keluar dengan baik. Responsnya sepanjang balapan juga sangat bagus," ujar Tosaki seusai perlombaan, mengutip Truenicks.
Pelatih Hiroyasu Tanaka mengaku puas melihat anak asuhnya kembali menunjukkan performa terbaik setelah sempat mengalami naik turun dalam beberapa kesempatan.
kata Pelatih Tanaka.
Dengan kemenangan di Teio Sho, koleksi gelar Mikki Fight kini tersebar di sejumlah arena ternama Jepang, termasuk Niigata, Hanshin, Funabashi, Nagoya, dan Oi.
Meski demikian, peluang tampil di luar negeri masih belum dipastikan. Tanaka mengatakan timnya belum ingin terburu-buru menentukan agenda berikutnya karena kondisi Mikki Fight kerap mengalami pasang surut.
"Masih banyak pilihan yang bisa kami ambil. Kuda ini pernah mengalami masa bagus dan masa sulit. Karena itu saya belum bisa memastikan rencana ke depan. Untuk saat ini kami akan menyusun program terbaik menuju musim depan," ujarnya.
Untuk sementara, Mikki Fight tetap berdiri sebagai salah satu penguasa pacuan dirt Jepang. Gelar Teio Sho kedua secara beruntun semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu kuda paling konsisten di generasinya.
Install SARGA.CO News
sarga.co