SARGA.CO – Salah satu kuda spesialis jarak satu mil (1.600 meter) terbaik dalam sejarah pacuan Jepang, Jantar Mantar, resmi mengakhiri karier balapnya. Peraih empat gelar G1 itu akan memasuki babak baru sebagai pejantan setelah menorehkan berbagai pencapaian bersejarah di lintasan.
Kabar pensiun Jantar Mantar diumumkan pelatih Tomokazu Takano pada Selasa, 30 Juni 2026. Putra Palace Malice yang kini berusia lima tahun itu selanjutnya akan ditempatkan di Shadai Stallion Station, Abira, Hokkaido, sebagai induk pria (stallion).
Keputusan tersebut diambil setelah kondisi Jantar Mantar tidak kunjung pulih usai tampil di FWD Champions Mile (G1) di Sha Tin Racecourse, Hong Kong, pada April lalu. Dalam balapan terakhirnya itu, ia finis di posisi ke-13.
Timnya sempat berharap sang juara dapat kembali ke performa terbaik setelah pulang dari Hong Kong. Namun proses pemulihan tidak berjalan sesuai harapan. Dengan mempertimbangkan prestasinya yang luar biasa sekaligus nilai tinggi sebagai calon pejantan, koneksi memutuskan untuk mengakhiri karier balapnya.
"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Jantar Mantar atas semua yang telah ia lakukan. Saya juga lega ia bisa menjalani transisi menuju karier sebagai pejantan dengan lancar," ujar Takano, mengutip Netkeiba.
Pelatih tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada pemiliknya, Shadai Farm, para joki Katsuma Sameshima dan Yuga Kawada, seluruh staf kandang, serta groom Matsui yang selama ini mendampingi Jantar Mantar sepanjang kariernya.
Jantar Mantar akan dikenang sebagai salah satu spesialis jarak satu mil paling dominan yang pernah dimiliki Jepang. Ia menjadi kuda pertama dalam sejarah yang berhasil menyapu bersih empat balapan G1 jarak satu mil yang diselenggarakan Japan Racing Association (JRA) untuk kuda jantan dan kuda dewasa.
Rangkaian prestasi itu dimulai dengan kemenangan di Asahi Hai Futurity Stakes pada 2023. Setahun kemudian ia menjuarai NHK Mile Cup, sebelum melengkapi koleksinya lewat kemenangan di Yasuda Kinen dan Mile Championship pada musim 2025.
Pencapaian tersebut menempatkan Jantar Mantar dalam jajaran legenda pacuan Jepang, khususnya pada kategori kuda spesialis mile.
Dominasi itu juga membawanya meraih gelar Champion Two-Year-Old Colt pada 2023 setelah musim debut yang gemilang. Dua tahun kemudian, berkat kemenangan ganda di level G1, ia dinobatkan sebagai Champion Miler Jepang 2025.
Meninggalkan Rekor Gemilang
Selama kariernya, Jantar Mantar tampil dalam 11 balapan dengan catatan enam kemenangan, dua kali finis kedua, dan sekali finis ketiga.
Total hadiah yang dikumpulkannya mencapai ¥712.498.000, menjadikannya salah satu kuda paling sukses di generasinya.
Kini perhatian beralih ke karier barunya sebagai pejantan di Shadai Stallion Station. Banyak pecinta pacuan berharap kualitas yang membuatnya begitu dominan di lintasan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Takano pun optimistis terhadap masa depan mantan anak asuhnya tersebut. "Keunggulan terbesar Jantar Mantar adalah kemampuannya mempertahankan kecepatan sepanjang balapan jarak satu mil. Ia juga mampu menjadi juara sejak usia dua tahun dan terus berkembang hingga memenangi balapan G1 dalam tiga musim berturut-turut. Saya yakin ia akan menghasilkan keturunan yang hebat," katanya.
Dengan seluruh gelar G1 domestik jarak satu mil yang berhasil ia taklukkan, pensiun menjadi penutup yang sempurna bagi perjalanan seekor kuda yang telah mengukir namanya sebagai salah satu raja mile terbaik dalam sejarah pacuan Jepang.
(Sergio Widjaja terlibat dalam penulisan artikel ini)
Install SARGA.CO News
sarga.co