SARGA.CO - Selain akan menjadi kompetisi paling prestisius dari rangkaian Indonesia's Horse Racing (IHR) 2026, Indonesia Derby juga akan menjadi putaran pertama seri Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda (Kejurnas) PORDASI ke-60.
Dalam format ini tiap kuda tak hanya mewakili satu stable, tapi yang lebih penting, mewakili satu kontingen. Tiap kuda yang menang (podium 1 - podium 3), juga tak sekadar dapat hadiah uang pembinaan, tapi juga poin Kejurnas.
Di Kejurnas Seri I PORDASI ada 8 kelas pacuan utama yang menjadi ladang pengumpulan poin. Total kelas-kelas tersebut akan memperebutkan 180 poin. Kelas 3 Tahun Derby jadi yang paling bergengsi, juga ada kelas 2 tahun dan 4 tahun.
(Detail pembagian poin Kejurnas Indonesia Derby 2026 bisa dibaca di sini)
Nantinya juara umum, yakni kontingen yang mengumpulkan poin tertinggi pada Seri I, berhak memboyong Piala Bergilir Ketua Umum PP PORDASI. Poin terkumpul itu juga akan menjadi modal untuk perebutan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia di Seri II, yang akan menggunakan poin akumulasi dari 2 seri Kejurnas.
Dalam rangkaian Kejurnas PORDASI, setiap kuda yang telah terdaftar di Seri I dapat turun lagi di Seri II, Oktober 2026 mendatang. Namun Sekretaris Komisi Pacu untuk Pengurus Pusat (PP) PORDASI Danang Eko Yulianto menjelaskan kuda yang terdaftar di satu kontingen pada Seri I akan membela daerah yang sama di Seri II.
"Harus sesuai Seri I. Dalam hal ini kudanya [yang menempel dengan kontingen, bukan stable-nya], " terang Danang saat berbicara dengan Sarga, Selasa, 7 Juli 2026.
(Peternak Juara akan Mendapat Piala Khusus di Indonesia Derby)
Pertanyaan ini Sarga lontarkan setelah mendapat fakta sejumlah kuda Eclipse Stable yang turun untuk kontingen Sulawesi Utara. Eclipse yang punya kandang di Kabupaten Semarang, juga punya peternakan kuda di Sulawesi Utara. Mereka kemudian memilih ikut kontingen yang disebut belakangan pada kesempatan ini.
(Alasan Eclipse turun untuk kontingen Sulawesi Utara di Kejurnas Seri I bisa dibaca di sini)
Namun, mengingat sistem kontingen menempel ke kuda, tak menutup kemungkinan kuda yang belum turun di Kejurnas Seri I, dapat membela kontingen yang berbeda di Seri II, meski berasal dari stable yang sama.
"Jika misal, ada kuda Eclipse yang tidak ikut seri I ini, terus nanti mau ikut seri II dengan kontingen lain juga boleh," ujar Danang memberi contoh.
Sistem ini diharapkan membuat persaingan antarkontingen semakin menarik karena setiap daerah harus menyusun strategi pengumpulan poin sejak Seri 1.
Install SARGA.CO News
sarga.co