SARGA.CO – Sebelum delapan negara bertarung memperebutkan tiket semifinal Piala Dunia 2026, Hong Kong lebih dulu menggelar "simulasinya". Bedanya, pertandingan bukan dimainkan di stadion, melainkan di lintasan pacuan kuda Happy Valley.
Melalui balapan spesial Eight to Glory Presented by Lenovo, Hong Kong Jockey Club (HKJC) mengubah atmosfer perempat final Piala Dunia menjadi sebuah pacuan delapan kuda. Masing-masing peserta mewakili satu negara yang masih bertahan di turnamen, lengkap dengan joki yang mengenakan warna kebesaran negara tersebut.
Alih-alih mengenakan warna kandang masing-masing, para joki tampil dengan kostum yang dirancang menyerupai warna dan bendera delapan negara yang berhasil melaju ke babak perempat final Piala Dunia. Delapan kuda pun seolah menjadi wakil masing-masing negara dalam perebutan gelar juara.
Kuda Forza Toro, yang mendapat jatah mewakili Spanyol, tampil dominan sejak pintu start dibuka. Berangkat dari barrier gate satu, Joki Joao Moreira langsung membawa kuda berusia empat tahun itu memimpin balapan 1.650 meter. Dari sisi dalam lintasan dan tak pernah kehilangan posisi hingga garis finis.
Memasuki tikungan terakhir, Forza Toro sudah unggul sekitar dua panjang kuda sebelum semakin menjauh pada 250 meter terakhir. Ia akhirnya menuntaskan balapan dengan keunggulan tiga panjang kuda atas Podium, yang mewakili Norwegia, sementara Precision Hope yang mengenakan warna Prancis melengkapi posisi tiga besar.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kemenangan perdana Forza Toro di Hong Kong sejak didatangkan dari Irlandia.
ujar Pelatih Caspar Fownes yang puas dengan penampilan kuda didikannya itu.
Eight to Glory bukan sekadar balapan bertema sepak bola. HKJC juga menyisipkan misi sosial dalam penyelenggaraannya. Masing-masing pemilik delapan kuda peserta berhak menunjuk satu organisasi amal yang akan menerima donasi dari HKJC setelah balapan selesai. Dengan demikian, seluruh peserta menjadi pemenang dalam aksi kemanusiaan meski hanya satu yang finis pertama di lintasan.
Menurut Executive Director, Sports Business HKJC, Casper Stylsvig, konsep tersebut lahir dari kesamaan nilai yang dimiliki sepak bola dan pacuan kuda.
"Pacuan kuda selalu identik dengan kebanggaan nasional, begitu pula sepak bola. Delapan kuda akan berlomba di bawah sorotan lampu Happy Valley, masing-masing membawa warna sebuah negara yang akan bertanding di perempat final Piala Dunia," ujarnya.
Balapan ini menjadi salah satu inovasi promosi yang dilakukan HKJC untuk menghadirkan pengalaman baru bagi penonton. Di tengah antusiasme miliaran penggemar yang mengikuti Piala Dunia, Happy Valley menghadirkan "simulasi" perempat final dengan cara yang hanya bisa ditemukan di lintasan pacuan kuda.
Hasilnya, sebelum sepak mula benar-benar bergulir di lapangan hijau, Spanyol sudah lebih dulu mengangkat trofi, setidaknya di Happy Valley.
Install SARGA.CO News
sarga.co