SARGA.CO - Indonesian Grand Prix 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 3-5 Juli 2026, di Arthayasa Stable, Limo, Depok, Jawa Barat. Kejuaraan nasional show jumping tersebut kembali menghadirkan persaingan para atlet berkuda terbaik Indonesia dari berbagai kategori ketinggian lompatan.
Dalam keterangan resminya, PORDASI menyebut Indonesian Grand Prix merupakan salah satu ajang paling bergengsi dalam kalender kompetisi jumping nasional. Turnamen ini menjadi wadah pembinaan atlet level lanjut dengan mempertandingkan kelas mulai dari 60 cm hingga kelas tertinggi 140 cm.
Sorotan utama tahun ini datang dari dua kelas tertinggi. Atlet junior Teuku Rifat Renanda Harsya tampil sebagai juara kelas Jumping 125/130 cm Open, sementara atlet senior Jendry Palandeng keluar sebagai pemenang pada kelas Jumping 140 cm Open.
Teuku Rifat Renanda Harsya bersama kuda Nobleman sukses menjadi juara kelas Jumping 125/130 cm Open.
Rifat yang mewakili Equinara Horse Sports menjadi satu-satunya peserta yang membukukan clear round pada babak pertama. Hasil tersebut membuatnya langsung memastikan gelar juara tanpa perlu mengikuti babak jump-off.
Posisi kedua ditempati Gadis Kireina Iskandar yang menunggangi Stitches mewakili E Equestrian-Arthayasa, sedangkan Jendry Palandeng bersama Patrones dari Topline H Sport-Arthayasa melengkapi podium di posisi ketiga. Total delapan pasangan atlet dan kuda ambil bagian dalam kelas tersebut.
Persaingan paling sengit tersaji pada kelas Jumping 140 cm Open yang merupakan kelas tertinggi Indonesian Grand Prix 2026.
Jendry Palandeng bersama Valeria RP dari Topline H Sport berhasil merebut kemenangan melalui babak jump-off.
Setelah belum tampil maksimal pada putaran pertama, Jendry mampu membalikkan keadaan dengan mencatatkan performa terbaik pada babak penentuan.
Sementara itu, Yayat Subrata bersama King Almor dari Equinara Horse Sports yang menjadi pesaing utamanya gagal menyelesaikan babak jump-off sehingga harus puas sebagai runner-up. Posisi ketiga diraih atlet junior Gadis Kireina Iskandar yang menunggangi Mia. S mewakili W Equestrian-Arthayasa. Kelas ini diikuti enam peserta.
Menurut PORDASI, Indonesian Grand Prix menjadi salah satu kompetisi jumping paling prestisius di Indonesia karena mempertemukan mayoritas atlet berkuda berpengalaman dalam ajang pembinaan tingkat lanjut.
Kompetisi mempertandingkan kelas dengan ketinggian rintangan mulai dari 60 cm hingga 140 cm, dengan kelas 125/130 cm Open dan 140 cm Open menjadi dua nomor yang paling bergengsi dalam kejuaraan tahun ini.
Dengan berakhirnya Indonesian Grand Prix 2026, para atlet nasional selanjutnya diperkirakan akan melanjutkan persiapan menghadapi rangkaian kompetisi nasional berikutnya, sekaligus mengincar kesempatan memperkuat Indonesia pada berbagai ajang internasional.
Install SARGA.CO News
sarga.co