SARGA.CO- Berita duka cita dari Wining Stable, kuda andalan sekaligus kuda pertama yang mereka miliki, Lamaru Wining telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (21/5/2026).
Dalam unggahannya di media sosial, Manajer Wining Stable, Soni Telew, mengatakan kalau Lamaru disuntik mati pada Kamis siang.
Keputusan berat untuk suntik mati diambil Wining Stable lantaran kondisi Lamaru Wining yanga tak kunjung membaik setelah mengalami masalah serius dengan kakinya.
Lamaru Wining masih sempat turun di lintasan pacu di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026, Minggu (10/5). Dia turun di Kelas B, jarak 1.600 meter dengan pelana 9.
Wining Stable adalah salah satu 'anak baru' di dunia pacuan kuda. Mereka berasal dari Kalimantan Timur dan berdiri sekitar tiga tahun lalu, tepatnya pada 3 Maret 2023. Lamaru Wining merupakan kuda pertama yang mereka miliki
Dia didaptakan pada usia sekitar 1 tahun dari Tompaso, Sulawesi Utara. Nama Lamaru merujuk ke salah satu wilayah di Balikpapan, kota residensi Wining Stable, yang terkenal dengan wisata pantainya.
Dia menjalani debut pada Jeteng Derby 2024 dan menjadi juara 1 di Kelas Perdana C/D. Namun capaian terbesarnya, bisa dibilang terjadi saat usia Derby-nya. Dia sempat menjadi juara 3 Pertiwi Cup 2025. Setelah itu, di Kelas 3 Tahun Derby Non-finalis, Indonesia Derby 2025, Lamaru menjadi juara 2 di jarak 2.000 meter.
Tahun 2026, Lamaru Wining sempat turun di Kelas C, Jateng Derby. Dalam race itu dia gagal naik podium dan finis di posisi 7. Sementara itu di race terakhirnya, IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026, Lamaru Wining naik kelas B dan finis di posisi 6 dengan catatan waktu 1 menit 48,03 detik untuk menyelesaikan lintasan 1.600 meter.
Sekitar 11 hari setelah race, masalah di kaki Lamaru tak kujung pulih dan malah mengganggu kondisi fisiknya secara keseluruhan yang makin memburuk. Oleh sebab itu kemudian diputuskan untuk suntik mati, kuda betina 4 tahun itu.
Install SARGA.CO News
sarga.co