SARGA.CO- Saga Serumpun menghadirkan kejutan di Indonesia’s Horse Racing (IHR): Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026. Kuda jantan asal Sumatra Barat itu menjadi yang terdepan dalam race Kelas 3 Tahun Derby, “Triple Crown Serie 2, untuk jarak 1.600 m.
Kemenangan ini menjadi kejutan sebab Saga, yang turun dengan pelana 10, sebelumnya bertarung di Kelas Remaja 3 Tahun.
Lomba di Gelanggang Pacuan Tegalwaton, Minggu (10 Mei 2026) itu Saga membuktikan kualitasnya pantas di Kelas Derby dengan mengungguli 11 kuda lain, dengan waktu finis 1 menit 46,63 detik. Unggul 0,03 detik dari King Asva di peringkat 2 dan 0,05 detik dari Nara Eclipse di peringkat 3.
Manajer Saga Serumpun, Faullo Rosie, mengatakan dari awal, Saga datang bukan untuk coba-coba. Serumpun Grup memang punya misi untuk menjegal langkah Maxi of Khalim merengkuh gelar Triple Crown.
tutur Manajer Rosie, usai memenangkan lomba.
Dia juga mengatakan sangat bangga dengan semua yang telah bekerja keras, mempersiapkan dan, mendukung Saga Serumpun sepanjang persiapan dan saat race.
“Di race hari ini kita sangat bangga dengan kuda, joki, pelatih dan teman-teman semua yang support, jadi memang luar biasa hari ini,” tambah dia.
Sepanjang lomba, Saga Serumpun terlihat mengincar keunggulan dari awal. Dia melaju ke depan dan mengambil inisiatif sebagai pemacu kecepatan (pacesetter).
Rosie menjelaskan langkah itu sesuai dengan apa yang diinstruksikan Pelatih Nicky Pantow ke Joki Angel Manarisip.
“Pelatih instruksi ke joki, ‘cari posisi depan dulu,’ jadi depan cari posisi aman dulu. Sangat puas dengan performa saga serumpun hari ini,” tutur Rosie lagi.
(Laporan jalannya perlombaan bisa di baca di sini)
Kemenangan ini bisa dibilang kejutan mengingat Saga sebelumnya selalu bertarung di Kelas Remaja, bukan Derby.
Februari 2026, di lapangan yang sama, Saga masih bertarung di Kelas Remaja, untuk jarak 1.400 m. Finis posisi kedua, kalah dari Kana Eclipse.
Sebulan lalu, di IHR Triple Crown Serie 1 dan Pertiwi Cup 2026, Saga masih bertarung di kelas dan jarak yang sama. Namun, ceritanya berebeda, di Gelanggang Pacu Sultan Agung Saga jadi juaranya.
Selepas dari kemenangan itu, pertanyaannya kemudian, ‘apakah Saga mau naik kelas?’. Keraguan Serumpun Grup itu berlangsung cukup lama. Sampai akhirnya mereka sepakat mendaftarkan Saga di Kelas Derby.
Menurut Rosie, ini memang momen yang tepat. Kemenangan Saga Serumpun di Triple Crown Serie 2 adalah buah dari kesabaran dan perhitungan yang matang.
“Karena kuda ini kan datang dari Sumatra Barat ke Pulau Jawa. Jadi butuh membaca lawan-lawan, persaingannya, kira-kira kekuatannya seberapa,” ujarnya.
Saga Serumpun memang meniti prestasi perlahan. Anakan Dubai’s Coice x Voting Luck ini menguasai dulu lintasan pacu di Sumatra Barat dan mencari persaingan baru kemudian. Pertengahan Desember 2025 dia baru menginjakkan kaki di Pulau Jawa.
Persiapan sekitar satu bulan, dia turun di Jateng Derby 2026 dan langsung podium peringkat dua. Pengalaman berharga itu menjadi modal dia menang di Kelas Remaja 3 tahun di Bantul, yang membuatnya yakin naik kelas lagi dan menang di Triple Crown Serie 2.
(Lihat lagi langkah Saga Serumpun di Sumbar, baca di sini)
Kini matanya tertuju ke Indonesia Derby 2026. Jarak 2.000 meter menjadi tantangan baru, bukan hanya untuk Saga, tapi untuk semua kuda kelas Derby.
“Target kita lihat kesiapan latihan, kan [Indonesia] Derby 2000 meter. Kita coba latihan untuk 2000 meter,” tutur Rosie.
Pihak Serumpun perlu memastikan Saga dalam kondisi optimal, untuk lari pada Juli mendatang di Pangandaran di Indonesia Derby yang berbarengan dengan Kejurnas I Pordasi.
tambah Rosie.
Install SARGA.CO News
sarga.co