SARGA.CO - Kejutan datang dari dua kelas pacuan Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 yang berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Minggu, 10 Mei 2026.
Pada race II yang mempertandingkan Kelas 2 Tahun Pemula C/D - 1000 Meter, kuda Milana Eclipse berhasil menggeser Roman The King untuk merebut Piala Japfa dengan total hadiah Rp20 juta.
Sementara duel sengit di garis finish terjadi pada race III kelas 2 Tahun Perdana A/B - 1000 Meter yang pemenangnya harus ditentukan lewat photo finish.
Pada kelas 2 Tahun Pemula C/D - 1000 Meter, pecinta olahraga berkuda menyaksikan kejutan yang datang dari Eclipse Stable. Roman The King yang datang untuk mempertahankan gelar juara berhasil ditundukkan oleh kuda Milana Eclipse.
Kemenangan yang diraih kuda betina napas berusia 2 tahun dengan tinggi 152 Cm ini diraih dengan sempurna. Kuda dengan joki Meikel Soleran ini langsung memimpin pertandinga saat starting gate dibuka.
Laju Milana Eclipse yang berada di barisa terdepan dibayang-bayangi ole kuda Alpha Prince BB yang menempel ketat di posisi kedua. Sementara sang juara bertahan, Roman The King mencoba stratgis dengan mengambil arah luar lintasan.
Dominasi Milana Eclipse tak terbendung hingga separuh pertandingan dengan terus melaju di posisi depan. Namun ancaman mulai datang dari Roman The King yang mampu menyalip posisi kedua dan mengintai Milana Eclipse di ddepannya.
Pada tikungan terakhir, kecepatan Milana Eclipse seolah tak terbendung usai menjauh dengan jarak 2 ekor kuda dari pesaing terdekatnya dengan langkah yang semakin ringan menuju garis finish.
Juara I: Milana Eclipse dari Eclipse Stable, Jawa Tengah
Juara II: Roman the King, King Halim Stable, Jawa Barat
Juara III: Alpha Prince BB, Blue Blood Stable, Jakarta
Perlombaan menegangkan hadir di race ketiga kelas 2 tahun perdana A/B - 1.000 meter yang memperebutkan Piala Blue Blood dengan total hadiah Rp20 juta.
Diikuti tujuh kuda terbaik, salah satu kelas bergengsi ini dihuni kuda Turob Inat T.A, Kanigoro T.A, dan Espresso Suramadu sebagai kuda unggulan. Turut bertanding adalah kuda Martadah, P ratu Borneo, P. Enam, dan Ara Naomi dari Ara Turangga Stable.
Pacuan dimulai dengan keunggulan kuda-kuda seperti Martadah, Kanigoro T.A, dan P. Enam yang memimpin barisan terdepan hingga putaran pertama.
Persaingan di barisan terdepan dalam waktu cepat segera berubah saat kuda P Ratu Borneo memimpin pacuan dengan ditempel ketat oleh Turob Inat T.A yang mengambil strategi dari arah dalam lintasan.
Kuda jantan napas berusia 2 tahun ini terus menempel P. Ratu Borneo yang berusaha menjauh dengan memacu lajunya agar berlari lebih kencang.
Di lintasan lurus jelang finish, kedua joki memutuskan turun cambuk untuk memacu kudanya berlari lebih kencang. Upaya tak kenal lelah joki Ynni Rondonuwu untuk mengejar kuda P. ratu Borneo pelan-pelan mulai menampakkan hasil saat jarak Turob Inat T.A mulai makin menipis bahkan bersaing side by side.
Persaingan bahkan terus berlangsung sampai akhir perlombaan saat kuda Turob Inat T.A berhasil menyentuh garis finish dengan perbedaan yang sangat tipis. Penentuan pemenang pun harus ditentukan oleh hasil photo finish yang ditinjau oleh tim Steward.
Juara 1: Turob Inat T.A dari Tombo Ati Stablel, Jawa Tengah
Juara 2: P. Ratu Borneo dari BHM Stable, Kalimantan Selatan
Juara 3: Kanigoro T.A dari Tombo Ati Stable, Jawa Tengah
Install SARGA.CO News
sarga.co