Kejuaraan berkuda Arthayasa Open menjadi panggung pembuktian para atlet junior Indonesia. Berlangsung di Venue Berkuda Arthayasa Stable pada 9-10 Mei 2026, para generasi muda bersaing ketat di lintas jumping kelas-kelas bergengsi.
Kompetisi yang mempertandingkan kelas jumping mulai dari 30-50cm hingga 130-140cm tersebut diikuti lebih dari 1.100 entri peserta.
Selain kelas nasional, Arthayasa Open juga menggelar kelas internasional CSI 1* 120cm dan CSI 1* 130-140cm. Kejuaraan ini juga menjadi arena seleksi atlet menuju Prime Minister Cup CSIJ-B Kuala Lumpur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24-26 Juli 2026 di Malaysia.
Sorotan utama datang dari atlet junior perempuan, Gadis Kireina Iskandar. Rider berusia 16 tahun tersebut tampil impresif setelah keluar sebagai juara kelas CSI 1* 120cm, sekaligus mencatat sejarah sebagai atlet junior perempuan pertama yang mampu menjuarai kelas bergengsi tersebut.
Bersama kudanya, Stitches, dan mewakili W Equestrian-Arthayasa, Gadis tampil nyaris tanpa cela di babak jump off. Ia mencatat clear round dengan waktu tercepat 36,94 detik untuk mengamankan posisi pertama.
Posisi kedua diraih Nathanael Menayang bersama Let’s Go/Djiugo, sementara Yayat Subrata dengan King Almor/Equinara Horse Sports melengkapi podium ketiga dari total 21 peserta.
Penampilan gemilang lainnya hadir dari atlet junior DNV Equestrian, Nusrtdinov Zayan Fatih. Rider 16 tahun itu sukses menjuarai kelas CSI 1* 130-140cm, yang menjadi kelas dengan rintangan tertinggi di Arthayasa Open.
Kemenangan tersebut terasa spesial karena Dinov menjadi atlet junior pertama yang mampu menjuarai kelas internasional tertinggi di Indonesia.
Perjalanan Dinov menuju podium juara tidak berjalan mudah. Pada babak pertama, ia mengoleksi 8 poin penalti bersama dua rider senior, Raymen Kaunang dan Andry Prasetyono. Namun situasi berubah di babak jump off.
Berpasangan dengan kuda legendaris Charly Lalan, Dinov tampil tenang dan sukses membukukan clear round dengan catatan waktu 56,17 detik.
Raymen Kaunang sebenarnya sempat mencatat waktu lebih cepat, yakni 50,02 detik. Namun kesalahan di rintangan terakhir membuatnya harus menerima tambahan 4 poin penalti dan gagal merebut posisi puncak.
Dinov akhirnya keluar sebagai juara, disusul Raymen Kaunang di posisi kedua dan Andry Prasetyono di peringkat ketiga dari total delapan peserta.
Sementara itu, atlet junior asal Medan, Brandon Toa, tampil dominan pada pertandingan seleksi menuju Prime Minister Cup CSIJ-B Kuala Lumpur 2026.
Seleksi berlangsung di kelas jumping 110cm selama dua hari dengan sistem akumulasi poin. Brandon yang berpasangan dengan Lightning De Braveheart berhasil menyapu bersih dua kemenangan sekaligus memastikan dirinya menjadi yang terbaik.
Sebanyak 44 peserta ambil bagian dalam seleksi tersebut, termasuk 10 atlet junior yang bersaing memperebutkan tiket membela Indonesia di Malaysia.
Hasil akhir seleksi menempatkan Brandon Toa di posisi teratas dengan raihan 29 poin. Ia diikuti Aisha Maydina Hakim (19 poin), Teuku Rifat Renanda Harsya (17 poin), Nusrtdinov Zayan Fatih (11 poin), Nathanael Menayang (11 poin), Lalu Yuda Pratama Alwi (9 poin), Maheswara Dewa Brata (9 poin), Akhtar Hanif Hafuza (6 poin), Damita Ary Inayah (4 poin), dan Sagara Mahia Andaru (0 poin).
Ajang Arthayasa Open kali ini seolah menjadi arena lahirnya generasi baru equestrian Indonesia. Di tengah derap kuda dan suara benturan rintangan, muncul nama-nama muda yang mulai menulis jalannya sendiri menuju level internasional.
Install SARGA.CO News
sarga.co