SARGA.CO- Dominator akan mendapat ujian berat dalam upaya membuktikan diri sebagai raja sprint di Indonesia’s Horse Racing (IHR).
Minggu (10 Mei 2026) di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026, dia akan menjajal enam kuda lainnya di Kelas Terbuka 1.300 m.
Bukan kuda-kuda sembarangan, calon lawan-lawan Dominator adalah kuda-kuda yang sudah teruji di lintasan sprint dan pernah naik podium.
Namun, ujian berat menanti Dominator di Lapangan Pacu Tegalwaton. Enam kuda yang akan menantangnya punya prestasi yang tak main-main.
“Tetap optimistis,” begitu pesan singkat dari Pelatuh Ardhi Wijaya, saat Sarga News hubungi, Rabu (6 Mei 2026).
Dia yakin Dominatort akan tetap menjadi juara, meski dia mewaspadai War Kudeta dan Dewa United.
War Kudeta pada tahun 2025, sukses dua kali menjadi juara Kelas Terbuka Sprint —di Merdeka Cup 2025 dan Piala Raja Hamengku Buwono X 2025.
Di piala yang terakhir disebut, bahkan Dominator dikalahkan oleh War Kudeta.
Sementara itu Dewa United, yang dahulu bernama Sunlight Nagari, juga punya jejak prestasi di kelas sprint 1.300 m. Tahun 2025 lalu, dia langganan naik podium, meski tak juara.
Tak hanya itu, Dewa United juga adalah juara Super Sprint 2023.
Selain itu masih ada juga Triple SS dan Queen Divona. Dua kuda ini sebenarnya bukanlah spesialis sprint.
Keduanya adalah langganan juara kelas menengah 2.000 m atau lebih. Bahkan Triple SS dan Queen Divona adalah juara 2 dan 3 Star of Stars 2025 lalu.
Meski tantangannya berbeda, keduanya punya kualitas yang tidak bisa diabaikan.
Terdapat dua nama lain yang juga ikut dalam pacuan sprint kali ini. Keduanya berusia empat tahun dan sempat bertarung untuk Triple Crown 2025 lalu.
P Galuh Borneo, yang dahulu Sydney All Star adalah kuda yang punya rentetan prestasi di kelas sprint 1.000 M tahun 2024, di usia pemulanya. Dia sukses naik podium tertinggi tiga kali untuk kelas sprint kala itu.
Tahun 2025, fokus di Triple Crown membuatnya tak banyak turun di kelas sprint terbuka.
Ini menjadi kesempatan pertama P. Galuh Borneo untuk menantang Dominator di Kelas Sprint Terbuka 1.300 M.
Sementara itu penantang terakhir Griffin, masih mencari juara 1 pertamanya. Dia juga tahun lalu berkompetisi di Triple Crown.
Di Jateng Derby 2026, yang juga diselenggarakan di Tegalwaton, dia sempat menjajal lintasan 1.300 M. Meski gagal naik podium, pengalaman itu rasanya cukup untuk dia menjadi kejutan di race kali ini.
Install SARGA.CO News
sarga.co