SARGA.CO - Ka Ying Rising mengukuhkan diri sebagai penguasa lintasan sprint dengan mengunci 20 kemenangan berturut-turut. Minggu (26 April 2026), pemuncak sementara kuda terbaik dunia ini, kembali menang di G1 Chairman’s Sprint Prize jarak 1.200 m.
Lewat kemenangan ini dia membawa pulan hadiah sebesar 24 juta dolar Hong Kong.
Tak sekadar menang, Ka Ying Rising juga kembali memecahkan rekor kecepatan di Sha Tin, yang sebelumnya dia catatkan awal bulan April kemarin.
Meski tak dominan dari sejak gate dibuka, Ka Ying Rising menutup balapan kali ini dengan sangat meyakinkan.
Setelah 200 meter pertama yang berjalan lambat, Ka Ying Rising berakselerasi di 400 meter terakhir, mencatatkan waktu 21,52 detik – catatan waktu tercepatnya di bagian akhir.
Kuda satu kandang, Tomodachi Kokoroe, melaju kencang dari gerbang start, tetapi Ka Ying Rising mampu berada di posisi ketiga dengan pesaing utamanya, pemenang G1 di balapan sebelumnya, Satono Reve, berada di sisi luarnya.
Joki Zac Purton baru menunjukkan dominasi Ka Ying Rising di 1/4 akhir lintasan. Mereka melaju kencang di jarak 300 meter dan melakukan apa yang sering dilakukannya, meninggalkan para pesaingnya jauh di belakang.
Akhirnya dia berhasil mencetak rekor kecepatan di lintasan dan finis empat 1/4 panjang kuda di depan Satono Reve, yang sekali lagi harus mengakui keunggulan Ka Ying Rising.
Nama Ka Ying Rising yang melesat bagai kilat juga bukan perkara rangkaian kemenangan, dia juga terus memecahkan rekor kecepatan, bahkan yang ia catatkan sebelumnya.
Di G1 Chairman’s Sprint Prize dia menyelesaikan lintasan 1.200 m dengan waktu 1 menit 7,10 detik, lebih baik dari rekor sebelumnya 1 menit 7,12 detik. Ka Ying Rising kini mencatatkan enam dari sembilan waktu tercepat di lintasan rumput Sha Tin, untuk jarak 1.200 m.
Joki Zac Purton soal kemenangannya bersama Ka Ying Rising.
Dominasinya di Sha Tin juga tak tanggung-tanggung, dia juga memegang rekor untuk jarak 1.400 m, yang dia pecahkan di G1 Queen’s Silver Jubilee Cup, Februari 2026 lalu, dengan catatan 1 menit 19,36 detik.
Lewat kemenangan ini, Ka Ying Rising menutup musim yang sempurna dengan mengukuhkan diri sebagai juara Hong Kong Speed Series, setelah menang di G1 Centenary Sprint Cup dan Queen’s Silver Jubilee Cup.
Selain mengantongi bonus sebesar 5 juta dolar Hong Kong, dia juga mencatatkan diri sebagai kuda kedua yang berhasil memenangkan Hong Kong Speed Series dua kali berturut-turut.
Pelatih Ka Ying Rising, David Hayes, mengakui tekanan tinggi di perlombaan kali ini. Ka Ying diunggulkan dengan rasio kemenangan yang sangat jauh dari bandar judi.
“Tapi dia tidak mengecewakan, kan? Di Tahun Kuda, menurut saya dia sekarang adalah salah satu kuda terbaik sepanjang masa. Cara dia berlari dan mencatatkan waktu yang sangat baik.”
Hayes juga mengatakan kalau saat ini Ka Ying Rising adalah salah satu kuda terbaik, bukan saja yang pernah ia latih, tapi yang pernah ia lihat.
Ia mengatakan Ka Ying Rising sekarang akan diistirahatkan sebelum mempertahankan gelarnya di balapan terkaya di dunia di atas rumput, G1 The Everest (1.200m) di Sydney, Australia pada bulan Oktober.
Install SARGA.CO News
sarga.co