SARGA.CO- CosRace by Cos.Sports.ID kembali lagi pada pertengahan tahun 2026. Pada Minggu (7/6/2026), CosRace Tangerang Stakes di Sports Center Kelapa Dua, berlangsung dengan antusiasme dari para cosplayer dan anak muda pecinta pacuan kuda di Tanah Air.
Tak kurang dari 50 orang ikut serta dalam perlombaan lari dengan kostum yang dibagi dalam dua kelas, Mare (perempuan) dan Stallion (laki-laki). Ada pula race hiburan untuk mereka yang berkostum pelatih kuda.
Selain itu ada juga para pendukung dan penonton ataupun para cosplayer yang turut meramaikan mencapai sekitar 100 orang, yang meramaikan lapangan Mini Soccer di Kompleks Stadion Persita Tangerang itu.
tutur Ketua Penyelenggaran Aldo Putra saat berbincang dengan Sarga di lokasi.
Dia juga menerangkan kalau konsep CosRace masih sama, lomba lari dengan pesertanya yang berkostum ala karater dari gim dan anime Uma Musume: Pretty Derby.
Gelaran ini, menurut Aldo, menyusul kesuksesan dari CosRace Jakarta Stakes yang berlangsung di GOR Sumantri Kuningan, Oktober 2025 lalu.
"Kemarin itu kita mulai di Oktober tahun lalu, 2025. Itu cost race pertama itu di Jakarta, show di Kuningan, di GOR Soemantri. Abis itu kita lanjut yang di acaranya Indonesia's Horse Racing (IHR), barang SARGA di Yogyakarta. Habis itu kita lanjut lagi yang tahun ini, di Tangeragang ini," terang Aldo.
Pada kesempatan ini, SARGA.CO ambil peran dalam mendukung acara tersebut sebagai salah satu penyelenggara. Tidak hanya itu SARGA juga mempersiapkan hadiah bagi pemenang masing-masing kelas, kesempatan untuk masuk babak berikutnya, berlari di Indonesia's CosRace - the First Chapter, Minggu (14/6/2026) di Yogyakarta.
Dari dua kelas yang diperlombakan, ada 30 peserta di kelas Stallion dan 12 peserta dari kelas Mare. Penjaringan dilakukan dengan adanya babak kualisifikasi untuk memilih 10 Stalion dan 6 Mare yang masuk babak final.
Di babak final Stallion, Disa (18), yang cosplay sebagai Kitasan Black, menjadi juara pertama dalam lomba lari jarak 170 meter itu. Sementara di kategori Mare, Natsumi (27), yang cosplay sebagai Narita Top Road mengalahkan para pesaingnya.
Menariknya baik Disa maupun Natsumi adalah pemenang dari CosRace Jakarta Stakes tahun 2025 lalu. Disa, bahkan juga merupakan pemenang CosRace Yogyakarta-Kinen 2025, babak lanjutan dari Jakarta. Kala itu dia mengenakan kostum Agnes Tachyon.
Meski kembali mengantongi kemenangan Disa mengaku kalau pada ajang kali ini persaingannya lebih ketat, terutama di babak final. Disa mengaku sempat mendapat perlawanan ketat dari salah satu perseta dengan kostum Oguri Cap. "Sayangnya dia kesenggol sendiri, sehingga jatuh. Dan untungnya saya juga langsung ngebut," tutur Dias.
Senada, Megumi juga mengatakan kalau persaingan pada race kali ini lebuh ketat. "Tapi benar, tahun ini kayaknya saingannya lebih banyak. Walaupun yang Mare tadi gak terlalu banyak pesertanya, tapi ada beberapa saingan," ujarnya menimpali Dias, usai lomba.
Dari kemenangan ini, Dias dan Megumi berhak atas hadiah transportasi dan akomodasi serta satu spot untuk berlari di Indonesia's CosRace - the First Chapter, Minggu (14/6/2026) di Yogyakarta.
Meski waktu persiapan berikutnya kurang dari seminggu mereka berdua mengaku akan mempersiapkan diri dengan maksimal dengan latihan lari ataupun latihan beban di beberapa hari ke depan.
Selain para peserta yang berlomba di lintasan, CosRace Tangerang Stakes juga diramaikan oleh para cosplayer dan penggemar Uma Musume yang memadati area acara. Kehadiran mereka mengubah Sports Center Kelapa Dua menjadi ajang temu komunitas bagi para pecinta franchise balap kuda populer asal Jepang tersebut.
Salah satu pengunjung, Abby (26) atau yang dikenal dengan nama Abxtryy, hadir mengenakan cosplay Red Desire, kuda juara Shuka Sho 2009. Ia mengaku datang untuk bertemu teman-teman sesama penggemar dan menikmati suasana komunitas yang tercipta sepanjang acara.
"Saya datang ke sini terutama untuk bertemu teman-teman dan menikmati fandom Uma Musume bersama-sama," ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Hyddo (26) yang tampil dengan cosplay Obey Your Master atau Pay the Butler, pemenang Japan Cup 1988. Ia mengaku hadir untuk mendukung teman-temannya yang mengikuti perlombaan. Meski tertarik untuk ikut berkompetisi, cedera kaki yang masih belum pulih membuatnya harus menikmati keseruan acara dari pinggir lintasan.
Antusiasme para cosplayer dan pengunjung menjadi bukti bahwa CosRace tidak hanya menghadirkan kompetisi lari bertema Uma Musume, tetapi juga menjadi ruang berkumpul bagi komunitas yang memiliki kecintaan terhadap dunia pacuan kuda dan budaya pop Jepang.
Setelah seluruh rangkaian balapan selesai, acara ditutup dengan sesi "Winning Live" yang terinspirasi dari tradisi dalam serial Uma Musume. Para peserta dan pengunjung kemudian berkumpul untuk bernyanyi, berfoto, serta merayakan suksesnya gelaran CosRace Tangerang Stakes.
Aldo mengatakan kalau dari dua penyelenggaraan ini antusiasmenya cukup memuaskan. Dia berharap event serupa, di masa depan, bisa mencapai tahap yang lebih masif lagi. "Ke depannya kita bisa. Mungkin harapan gilanya ya, kita bisa bertemu sama CosRace Thailand, CosRace Malaysia. Kita berharap kita akan ada jenjang sejauh itu,"
Selain itu Aldo juga menyampaikan kalau dia ingin anak-anak muda bisa menikmati industri pacuan kuda nasional. "Karena industrinya juga sudah semakin besar dan mulai bersinar, sekarang juga sudah mau go internasional," tutur dia.
--Sergio Widjaya terlibat dalam penulisan artikel ini
Install SARGA.CO News
sarga.co