SARGA.CO - Lima orang kuda berpacu di Kelas 2 Tahun Pemula KPI 1.200 meter pada IHR Piala Paku Alam 2026. Mereka menyuguhkan persaingan yang berubah-ubah hingga beberapa meter terakhir. Pergantian pemimpin terjadi beberapa kali, sebelum Alarcos Nagari memastikan kemenangan, sementara perebutan podium justru ditentukan oleh sprint dramatis dari barisan belakang.
John Tappor langsung mengambil inisiatif memimpin begitu pintu start terbuka. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Memasuki tikungan pertama, Aquinsa Aurora bersama Alarcos Nagari berhasil mengambil alih posisi terdepan, sementara Ontoseno mulai merapat dari sisi dalam untuk menjaga peluang tetap terbuka.
Aquinsa Aurora sempat tampil dominan di lintasan belakang dengan membuka jarak sekitar dua panjang kuda atas para pesaingnya. Akan tetapi, tekanan mulai datang menjelang tikungan terakhir. Alarcos Nagari terus menempel dari jalur dalam, sedangkan John Tappor kembali merangsek ke barisan depan untuk menjaga persaingan tetap hidup.
Momentum penentu hadir saat keluar dari tikungan terakhir. Alarcos Nagari berhasil melewati Aquinsa Aurora dan melesat di lintasan lurus terakhir. Bersama Joki Falentino Sangian, Alarcos Nagari mempertahankan akselerasinya hingga menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu 1 menit 26,37 detik.
Drama belum berakhir. Seiyun T.A. yang masih berada di posisi paling belakang saat memasuki tikungan terakhir justru melancarkan sprint luar biasa pada 200 meter terakhir. Dari jalur terluar, Seiyun T.A. menyalip John Tappor, Ontoseno, dan Aquinsa Aurora untuk merebut posisi kedua. Aquinsa Aurora akhirnya finis ketiga setelah hanya unggul satu kepala atas Ontoseno dalam perebutan podium yang berlangsung hingga garis finis.
Install SARGA.CO News
sarga.co