SARGA.CO - Nama adalah doa. Ungkapan itu bisa menggambarkan perjuangan King Asva di kancah pacuan kuda nasional, Indonesia's Horse Racing (IHR).
Kuda yang berada di bawah PAS TEAM, Jawa Barat itu menggendong harapan besar yang tercermin dari namanya. King Asva punya peluang besar mendapatkan 'singgasana'nya di IHR tahun ini dengan menjuarai Indonesia Derby 2026.
Kuda jantan hasil perkawinan Monte Carlo dan Queen Sativa itu dalam misi mendapatkan mahkota terakhir dari rangkaian Triple Crown 2026, dalam pacuan di Legok Jawa, Pangandaran, Jawa Barat, Minggu, 26 Juli 2026.
Di Indonesia Derby 2026, King Asva akan bertarung di jarak 2.000 meter, jarak terjauh yang pernah dia hadapi sepanjang karier pacunya dalam dua tahun terakhir. Dia juga perlu mengungguli 11 ekor kuda usia 3 tahun terbaik lain di angkatan tahun 2026 ini.
Sinyal positif setidaknya sudah tercium dari babak penyisihan Indonesia Derby 2026, 12 Juli 2026 lalu. Bertarung di Heat 1, melawan kuda juara lainnya seperti Zilong Rimboka, Monochrome, dan Aurora of Khalim, King Asva berhasil mengamankan posisi empat. Catatan waktunya juga meyakinkan, 2 menit 29,45 detik, hanya terpaut 0,06 detik dari Aurora di depannya.
Sepanjang pacuan 10 ekor kuda itu, King Asva tampil apik. Bersama Joki Abdul Majid, dia menjaga ritme di dengan baik di jarak pacuan yang panjang itu. Di sekitar 600 meter terakhir dia baru meledak. Datang dari belakang dia melewati barisan kuda di depannya dan menyelesaikan tikungan terakhir dengan apik. Finishing yang apik dari Zilong Rimboka dan Monochrome, yang akhirnya membuat King Asva harus puas tak bawa pulang piala babak penyisihan.
Di babak final, dengan hadiah terbesar dan persaingan akan mencapai puncaknya aksi King Asva kian dinanti. Melihat dari race Triple Crown Serie 2, tak diperhitungkan, King Asva malah berhasil meledak di garis akhir dan menjadi juara 2, kalah tipis dari Saga Serumpun kala itu.
Di Legok Jawa, King Asva punya modal yang kuat. Dia sudah berlatih hampir dua bulan di lapangan pacu di pinggir pantai itu. Pelatih King Asva, Rizky Saddak mengatakan kalau kuda andalannya itu sudah menjajal trek tersebut selesai pacuan Triple Crown Serie 2, Mei 2026.
Program latihannya juga sudah disesuaikan untuk persiapan race 2.000 meter. Persiapan yang matang ditambah performa apiknya di jarak menengah ke panjang, King Asva kian siap untuk mematenkan mahkotanya di Indonesia Derby 2026.
Kehadiran King Asva dan partisipasinya di Kelas Derby, menjadi kejutan tersendiri, mengingat tahun 2026 dia belum pernah turun di event IHR apapun. Namun, sewaktu masih bernama Raja Bhayangkara, kuda yang diternak Winoto Stable itu sebenarnya sudah punya catatan positif di Sumatra Barat, yang terkenal dengan budaya pacuan kudanya di masyarakat.
Mengawali karier di Sumatra Barat, tahun 2025 lalu di Pacuan Kuda Wisata Derby Bukittinggi Agam, 11 Mei 2025, dia menjalani debut di Kelas Perdana A/B. Dalam lomba jarak 1.000 meter itu dia menjadi juara 2.
Berdasar catatan Sarga, kuda itu kembali bertarung lagi di Kelas 3 Tahun Calon Derby Divisi II di IHR Cup II 2025. Bertarung di lintasan 1.400 meter, Raja Bhayangkara berhasil menjadi juara 1. Kejutan di Triple Crown Serie 2 2026 adalah hasil dari tempaan kuda itu di Tanah Minang yang berkilau di Pulau Jawa.
Menariknya, meski sempat berganti nama, dari Raja Bhayangkara menjadi King Asva, kesan penguasa lintasan sepertinya kian melekat. Dua pemiliknya memberi dia nama yang sama-sama bermakna penguasa. Sekarang, tinggal pembuktian dari King Asva saja yang kita nantikan untuk mengklaim mahkotanya di Indonesia Derby 2026.
Install SARGA.CO News
sarga.co