SARGA.CO - Ajang pacuan kuda bergengsi King George VI and Queen Elizabeth Stakes (G1) edisi 2026 diprediksi akan menjadi salah satu balapan paling sengit musim ini. Sederet kuda jawara dari Eropa hingga Jepang bersiap adu kecepatan di lintasan sepanjang 2.400 meter di Ascot pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Kompetisi tahun ini diisi oleh nama-nama besar, bahkan kualitasnya pantas disandingkan dengan ajang Prix de l'Arc de Triomphe dalam versi yang lebih mini. Bayangkan saja, delapan dari sepuluh kuda yang dipastikan turun lintasan berstatus sebagai pemenang G1. Sementara dua sisanya—Wurttemberg dari Jepang dan Action dari Irlandia—juga bukan kuda sembarangan karena pernah meraih podium di level tertinggi. Ini jadi bukti nyata betapa gaharnya susunan peserta akhir pekan ini.
Calandagan, peraih gelar Kuda Terbaik Prancis sekaligus juara bertahan King George, kembali dijagokan di posisi teratas. Sempat tersandung di Coronation Cup, ia sukses bangkit untuk mempertahankan mahkota Grand Prix de Saint-Cloud (G1) awal bulan ini. Bursa taruhan menempatkan kuda asuhan Francis Graffard ini sebagai favorit utama dengan peluang 2,75-1.
Ia dibuntuti oleh jagoan Jepang, Masquerade Ball (5,0-1). Menariknya, pemenang Derby Irlandia, Benvenuto Cellini, justru sedikit merosot di bursa taruhan, padahal ia akan ditunggangi oleh joki kawakan Ryan Moore.
Melihat ketatnya persaingan, perwakilan dari bursa taruhan Coral, David Stevens, berkomentar, "Tahun lalu Calandagan masuk dengan peluang 11-10, tapi kali ini lawannya jauh lebih tangguh. Rasanya dia tidak akan mulai dengan angka sekecil itu lagi. Ada pergeseran juga di posisi favorit kedua; dukungan untuk Benvenuto Cellini seakan mereda meskipun ada Ryan Moore di pelananya. Justru Masquerade Ball yang sekarang menempel ketat sang juara bertahan. King George kali ini benar-benar kental dengan nuansa internasional."
Pelatih asal Prancis, Francis Graffard, akan menurunkan dua jagoannya demi mencetak sejarah sebagai pelatih pertama di abad ini yang mampu memenangi King George tiga kali berturut-turut. Selain Calandagan, ia juga membawa Goliath sang juara edisi 2024, membuat kubu Prancis tampil sangat percaya diri.
Dari kubu Irlandia, perlawanan kembali dipimpin oleh pelatih legendaris Aidan O'Brien. Peraih empat trofi King George ini tengah mengincar kemenangan pertamanya sejak Highland Reel berjaya pada 2016 silam. Harapan terbesarnya ada pada Benvenuto Cellini, kuda dengan rekam jejak bak roller-coaster musim ini—sempat menuai kontroversi saat dinyatakan bukan peserta meski sudah menyelesaikan Derby, sebelum akhirnya bangkit secara impresif dengan menjuarai Derby Irlandia.
O'Brien juga mengirim kuda lainnya, Minnie Hauk (runner-up di bawah Ombudsman pada Prince of Wales's Stakes), Lambourn (juara ganda Derby yang berambisi kembali ke jalur kemenangan), serta Action yang selalu tampil ngotot di level atas meski masih mencari momentum juara.
Sementara itu, harapan tuan rumah Inggris akan bertumpu pada Kalpana. Ia nyaris menang saat finis kedua di King George tahun lalu, begitu pun di Hardwicke Stakes saat Royal Ascot. Kehadiran Bay City Roller sang juara Coronation Cup juga dipastikan menambah daya gedor wakil tuan rumah.
Jepang Mengincar Sejarah Baru
Tak mau ketinggalan, Jepang kembali mengirim dua utusan terbaiknya. Rombongan ini dipimpin oleh Masquerade Ball yang datang dengan bekal mentereng setelah finis sebagai runner-up di belakang bintang Hong Kong, Romantic Warrior. Dilatih oleh Takahisa Tezuka, kuda berusia lima tahun ini sudah membuktikan diri sebagai salah satu pelari jarak menengah terbaik di Jepang dan kini siap mencuri trofi prestisius di Eropa.
Ia akan didampingi oleh Wurttemberg, kuda asuhan Hiroshi Miyamoto yang akan melakoni debutnya di Inggris dan Ascot bersama joki top Oisin Murphy. Meski berstatus kuda hitam, Wurttemberg sudah unjuk gigi dengan finis kedua di ajang Tenno Sho (Spring) awal musim ini.
Dengan berkumpulnya para juara bertahan, pemenang balapan Klasik, hingga deretan penantang tangguh dari berbagai negara, King George VI and Queen Elizabeth Stakes dipastikan menjadi salah satu balapan paling ikonik di musim 2026.
Apakah Calandagan sanggup mempertahankan takhtanya? Mampukah Benvenuto Cellini melanjutkan tren kebangkitannya? Atau justru Jepang yang akan berpesta lewat Masquerade Ball atau Wurttemberg? Balapan hari Sabtu ini punya segala bumbu untuk menjadi sebuah pertarungan klasik modern.
Install SARGA.CO News
sarga.co