SARGA.CO - Di dunia pacuan kuda Jepang, ada beberapa kuda yang dikenang bukan hanya karena kemenangan mereka, tetapi juga karena dampak besar yang mereka tinggalkan. Salah satunya adalah Neo Universe, seekor Thoroughbred yang hampir meraih Triple Crown Jepang dan menjadi kuda yang mengubah jalan hidup seorang joki muda asal Italia bernama Mirco Demuro.
Lahir pada 21 Mei 2000, Neo Universe merupakan putra dari legenda pacuan dunia, Sunday Silence. Ia dibesarkan oleh Shadai Farm, salah satu peternakan Thoroughbred paling berpengaruh di Jepang. Nama Neo Universe diambil dari lagu milik band rock Jepang L'Arc-en-Ciel, sebuah nama yang kemudian benar-benar menjadi bagian dari sejarah pacuan Negeri Sakura.
Karier Neo Universe tidak langsung meledak sejak awal. Pada musim perdananya sebagai kuda usia dua tahun, ia hanya mencatat satu kemenangan dari dua penampilan. Namun memasuki musim klasik 2003, performanya berubah drastis.
Ia membuka tahun dengan serangkaian kemenangan beruntun, termasuk Kisaragi Sho dan Spring Stakes. Di titik inilah sebuah pertemuan penting terjadi. Joki Italia bernama Mirco Demuro mendapat kesempatan menunggangi Neo Universe untuk pertama kalinya. Hubungan keduanya kemudian menjadi salah satu duet paling ikonik dalam sejarah pacuan Jepang.
Raja Dua Mahkota Jepang
Puncak kejayaan Neo Universe datang pada musim semi 2003. Pada Satsuki Sho, seri pertama Triple Crown Jepang, Neo Universe tampil luar biasa dan menang tipis setelah pertarungan sengit di lintasan lurus akhir. Kemenangan itu langsung mengangkat namanya sebagai kandidat utama peraih Triple Crown.
Beberapa minggu kemudian, ia kembali mencuri perhatian di Tokyo Yushun atau Japanese Derby. Balapan berlangsung di lintasan yang sangat berat akibat hujan, namun Neo Universe mampu menunjukkan kelasnya dan mengalahkan rival-rival terbaik generasinya.
Kemenangan tersebut tidak hanya membuat Neo Universe meraih gelar Double Crown, tetapi juga mencatat sejarah baru. Saat itu, Mirco Demuro menjadi joki asing pertama yang berhasil memenangkan Japanese Derby, sebuah pencapaian yang membuka jalan bagi karier panjangnya di Jepang.
Mimpi Triple Crown yang Pupus
Setelah menjuarai dua seri pertama Triple Crown, harapan publik Jepang begitu besar. Banyak yang percaya Neo Universe akan menjadi juara Triple Crown Jepang berikutnya.
Namun kenyataan berkata lain. Pada Kikuka Sho, seri penutup Triple Crown yang menempuh jarak 3.000 meter, Neo Universe gagal menunjukkan performa terbaiknya. Ia harus puas finis di posisi ketiga dan kehilangan kesempatan untuk menyapu bersih tiga mahkota klasik Jepang.
Meski gagal meraih Triple Crown, musim 2003 tetap membuatnya dinobatkan sebagai JRA Best Three-Year-Old Colt. Dengan dua kemenangan klasik terbesar Jepang dalam satu musim, namanya masuk ke jajaran kuda terbaik generasinya.
Warisan yang Terus Hidup
Karier balap Neo Universe memang tidak berlangsung lama. Setelah pensiun, ia beralih menjadi pejantan dan terbukti sukses meneruskan pengaruhnya melalui keturunan-keturunannya.
Beberapa anaknya kemudian menjadi pemenang balapan Grade 1, termasuk Logi Universe, Unrivaled, dan Victoire Pisa yang mengharumkan nama Jepang di panggung internasional.
Neo Universe meninggal pada tahun 2021, tetapi warisannya tetap hidup dalam dunia breeding Jepang. Banyak penggemar pacuan kuda mengingatnya sebagai sosok yang nyaris sempurna, seekor kuda yang hampir menjadi juara Triple Crown, namun justru dikenang karena kisah perjuangan, keberanian, dan pengaruh besarnya terhadap generasi berikutnya.
(Sumber: Netkeiba.com)
Install SARGA.CO News
sarga.co