SARGA.CO - Jelang seri keempat Indonesia's Horse Racing (IHR) 2026, Piala Paku Alam, kabar buruk datang dari salah satu kuda dari Jalu Stable. Salah seekor kuda yang mereka siapkan untuk IHR Piala Paku Alam 2026, Intan Jaya meninggal dunia.
Kabar tersebut tersebar dari unggahan media sosial Joki Jalu Stable, Erza Rustandi, Jumat (5/6/2026). "Kabar duka untuk jalu stable, rest in peace Intan Maja, semoga kamu tenang di alam sana dan sekarang sudah tidak merasa sakit sakit lagi. Semoga diberi kesabaran dan dapat ganti yang lebih dari Intan Maja untuk Jalu Stable," tulis pesan singkatnya.
Kepada Sarga, Erza menjelaskan kalau Intan Maja meninggal karena maslaah penceranaan. Kejadiannya terjadi dua hari yang lalu.
“Dia meninggal karena kholik, tepatnya hari Rabu (3/6/2026) di Bantul, Yogyakarta,” terang dia kepada Sarga.
Dia juga mengatakan Intan Maja bersama lima kuda lain, sedang mempersiapkan diri menuju Piala Paku Alam 2026, pada Minggu (14/6/2026). Stable asal Sumedang, Jawa Barat itu sampai di Bantul, DIY, Senin (1/6/2026) dengan amunisi enam ekor kuda Bhayangkari Maja, Sofa Maja, Intan Maja, Bintang Maja, Bhayangkara Maja, dan Naga Maja.
Intan Maja adalah kuda betina berusia 2 tahun dengan tinggi 154,5 cm. Kuda berwarna napas itu adalah hasil perkawinan Monaco Consul x Intan Prima. Dia hasil ternak dai Irfan Melayu.
Tahun 2026 dia menjalani debut di Tegalwaton, Kabupaten Semarang. Di Jateng Derby 2026 dia turun di kelas 2 tahun perdana C/D. Dia turun ke lintasan bersama joki Ended Rahmad.
Race di Piala Paku Alam 2026 direncanakan akan jadi kesempatan keduanya untuk menorehkan prestasi. Sayangnya dia harus mengalami masalah pada pencernaan yang berakhir tragis.
Kini lima ekor kuda lainnya dari Jalu Stable yang menyiapkan diri untuk Piala Paku Alam 2026 akan berupaya untuk memberi persembahan terakhir bagi Intan Maja.
Install SARGA.CO News
sarga.co