SARGA.CO – Golden Tempo kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu kuda terbaik generasi tiga tahun Amerika Serikat musim ini. Setelah menjuarai Kentucky Derby pada awal Mei, anak pejantan Curlin tersebut sukses menambahkan gelar klasik kedua dengan memenangkan Belmont Stakes 2026 di Saratoga Race Course, Sabtu (6/6).
Bersama Joki Jose Ortiz dan Pelatih Cherie DeVaux, Golden Tempo menampilkan skenario yang nyaris identik dengan kemenangan di Kentucky Derby. Memulai lomba dari posisi paling belakang, ia melancarkan serangan di tikungan terakhir sebelum melesat melewati para rivalnya di lintasan lurus akhir.
Golden Tempo menuntaskan lomba sejauh 2.000 meter dalam waktu 2 menit 3,49 detik dan menang dengan keunggulan sekitar 1¼ panjang atas Commandment. Favorit utama Renegade harus puas finis ketiga.
Belmont Stakes tahun ini diikuti sembilan kuda dengan Powershift langsung mengambil inisiatif memimpin lomba sejak awal. Bersama Growth Equity, keduanya membentuk tempo balapan yang relatif moderat, situasi yang di atas kertas tidak menguntungkan bagi pelari penutup seperti Golden Tempo.
Masalah sempat menghampiri Golden Tempo sesaat setelah start. Ia menyenggol gate dan keluar agak melebar dari post nomor sembilan, membuatnya tercecer di urutan terakhir ketika rombongan memasuki tikungan pertama.
Sementara Powershift dan Growth Equity silih berganti menguasai jalannya perlombaan, Golden Tempo tetap menunggu di belakang. Kondisi hujan yang membasahi lapangan pacu Saratoga juga semakin tidak menguntungkan bagi kuda yang berada di posisi belakang.
Peluh lumpur yang menghujam dan menempel di tubuh Golden Tempo menjadi bukti tantangan lebih yang harus dia taklukan di Belmont Stakes 2026, dengan berlari dari garis belakang.
Memasuki tikungan terakhir, Jose Ortiz mulai mendorong kudanya meningkatkan kecepatan lebih awal dibanding saat Kentucky Derby.
Golden Tempo kemudian melesat dari jalur luar, bergerak enam jalur dari pagar, dan perlahan mendekati kelompok depan. Saat Chief Wallabee dan Growth Equity mulai kehilangan tenaga di lintasan lurus akhir, Golden Tempo bersama Commandment muncul sebagai ancaman utama.
Dalam 200 meter terakhir, Golden Tempo berhasil melewati seluruh rivalnya sebelum menjauh dari Commandment untuk mengamankan kemenangan meyakinkan.
Kemenangan ini membuat Golden Tempo menjadi peraih dua gelar klasik atau Double Crown musim 2026 setelah sebelumnya menjuarai Kentucky Derby.
Menariknya, kedua mahkota kelas Derby tersebut diraih dengan pola yang hampir sama. Di Churchill Downs, Golden Tempo juga memulai dari barisan belakang sebelum menyalip seluruh pesaingnya menjelang garis finish. Lima pekan kemudian di Saratoga, ia kembali mengulang resep serupa.
Dua kemenangan ini menunjukkan Golden Tempo selalu nyaman berlari dengan ritmenya sendiri sebelum menutup lomba dengan caranya sendiri.
Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena Golden Tempo tidak tampil dalam Preakness Stakes. Keputusan timnya untuk melewatkan seri kedua Triple Crown sempat memicu perdebatan, terutama setelah kemenangan mengejutkannya di Kentucky Derby dengan odds 23-1.
Meski tidak memiliki kesempatan memburu Triple Crown, Golden Tempo kini tercatat sebagai pemenang dua dari tiga balapan klasik paling bergengsi di Amerika Serikat musim ini.
Sebelum Belmont Stakes digelar, banyak pihak menilai kemenangan Golden Tempo di Kentucky Derby terjadi karena situasi balapan yang sangat menguntungkan. Saat itu para pemimpin lomba memacu kecepatan tinggi sejak awal sehingga memberi kesempatan bagi pelari belakang untuk menyerang pada akhir perlombaan.
Keraguan semakin besar karena runner-up Derby, Renegade, dianggap mengalami perjalanan lomba yang kurang mulus dan dinilai berpeluang menang dalam kondisi berbeda.
Namun Belmont Stakes menghadirkan skenario yang berbeda. Tempo lomba berlangsung lebih terkendali dan tidak terjadi "pace meltdown" seperti yang terjadi di Kentucky Derby.
Meski demikian, Golden Tempo tetap mampu bangkit dari posisi terakhir dan menyalip seluruh rivalnya. Penampilan tersebut menjadi jawaban telak atas anggapan bahwa ia hanya bergantung pada situasi balapan tertentu.
"Saya pikir kemenangan ini membuktikan sesuatu," kata Joki Jose Ortiz setelah perlombaan.
Pelatih Cherie DeVaux juga menilai keberhasilan ini menutup berbagai spekulasi yang muncul setelah Kentucky Derby. "Banyak yang meragukan karena Renegade tampil sangat baik dan mengalami beberapa masalah saat Derby. Ada anggapan bahwa dia bisa saja memenangkan lomba itu. Sekarang semua keraguan itu sudah terjawab," ujar DeVaux.
Kemenangan Golden Tempo juga mengukir sejarah bagi Cherie DeVaux. Ia menjadi pelatih wanita pertama yang memenangkan dua balapan Triple Crown sepanjang sejarah pacuan kuda Amerika Serikat.
Belmont Stakes 2026 sendiri menjadi edisi terakhir yang digelar di Saratoga sebelum kembali ke Belmont Park yang tengah menyelesaikan proses renovasi.
Hasil akhir Belmont Stakes 2026:
1.Golden Tempo
2.Commandment
3.Renegade
4.Chief Wallabee
5.Emerging Market
6. Growth Equity
7.Vitruvian Man
8.Ottinho
9.Powershift
Setelah sukses meraih Kentucky Derby dan Belmont Stakes, Golden Tempo kini diproyeksikan mengincar Travers Stakes pada musim panas mendatang. Jika mampu mempertahankan performanya, kuda milik Phipps Stable dan St. Elias Stable tersebut berpeluang semakin mengukuhkan statusnya sebagai kuda tiga tahun terbaik Amerika Serikat musim ini.
Install SARGA.CO News
sarga.co