SARGA.CO - Croix du Nord meraih kemenangan penting di G1 Tenno Sho (Spring) ke-173 yang digelar di Kyoto Racecourse pada Minggu (3 Mei 2026) lewat drama yang mendebarkan.
Favorit utama, Croix du Nord, berhasil keluar sebagai pemenang setelah melalui penyelesaian photo finish yang sangat sengit melawan kuda underdog peringkat ke-12, Wurttemberg.
Croix du Nord dinyatakan menang hanya dengan selisih seujung hidung (nose) dengan catatan waktu 3 menit 13,7 detik untuk jarak 3.200 meter.
Joki Yuichi Kitamura, yang menunda peryaan kemenangan setelah melewati garis finis.
Croix du Nord membuka lomba dengan start mulus dan menempatkan diri di posisi sekitar keenam. Meski harus berlari di jalur luar hampir sepanjang 3.200 meter, kuda putra Kitasan Black itu tetap menjaga ritme dalam debutnya di jarak panjang.
Memasuki tikungan akhir, Yuichi Kitamura memberi aba-aba untuk menyerang, dan Croix du Nord langsung merespons dengan akselerasi meyakinkan di lintasan lurus Kyoto hingga tampak akan menang mudah.
Namun drama muncul di 200 meter terakhir. Wurttemberg --yang sejak awal tertahan di posisi belakang, melesat dari luar dengan kecepatan tinggi setelah melewati tikungan terakhir.
Ia membalap satu per satu kuda di depannya dan side by side dengan Croix du Nord, menciptakan duel sengit di garis akhir.
Kedua kuda terdepan melintasi garis finis nyaris bersamaan, memaksa steward meninjau foto finis. Setelah penantian menegangkan, Croix du Nord akhirnya dinyatakan menang tipis seujung hidung dalam salah satu finis paling dramatis musim ini.
Kemenangan di Tenno Sho (Spring) ini menandai kemenangan G1 keempat bagi Croix du Nord. Kuda berusia empat tahun ini sebelumnya telah mengantongi gelar prestisius seperti Hopeful Stakes 2024, Tokyo Yushun (Japanese Derby) 2025, dan yang terbaru adalah Osaka Hai yang ia menangkan hanya empat minggu sebelum laga ini.
Dengan hasil ini, Croix du Nord kini sukses mengamankan "spring older-horse double" setelah memenangkan Osaka Hai dan Tenno Sho (Spring) secara berturut-turut.
Kemenangan ini memiliki makna emosional yang mendalam karena Croix du Nord merupakan putra dari kuda legendaris, Kitasan Black. Hasil ini menandai kemenangan "Ayah-Anak" ketujuh dalam sejarah JRA untuk ajang Tenno Sho (Spring), mengingat Kitasan Black sendiri adalah pemenang dua kali ajang ini pada tahun 2016 dan 2017.
Menariknya, Wurttemberg yang finis di posisi kedua juga merupakan putra dari Kitasan Black, menjadikan akhir balapan ini sebagai dominasi keturunan sang legenda.
Catatan waktu Croix du Nord (3:13.7) juga mendekati rekor balapan 3:12.5 yang hingga kini masih dipegang oleh ayahnya, Kitasan Black, sejak tahun 2017.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pembuktian bagi sang kuda, tetapi juga bagi joki Yuichi Kitamura dan pelatih Takashi Saito yang meraih gelar Tenno Sho (Spring) pertama mereka
Tenno Sho (yang secara harfiah berarti "Piala Kaisar") bukan sekadar balapan biasa, melainkan salah satu ajang pacuan kuda paling bergengsi dan bersejarah di Jepang.
Berawal pada tahun 1905 dengan nama "Emperor’s Cup", pemenang balapan ini secara tradisi menerima piala perak yang dianugerahkan langsung oleh Kaisar.
Ajang ini diadakan dua kali setahun. Versi musim gugur (Autumn) menempuh jarak 2.000 meter, namun Tenno Sho (Spring) yang dimenangkan oleh Croix du Nord memiliki keunikan tersendiri karena menempuh jarak 3.200 meter.
Dengan jarak yang sangat jauh tersebut, Tenno Sho (Spring) dianggap sebagai kompetisi puncak untuk menentukan kuda stayer (spesialis jarak jauh) terbaik di Jepang.
Install SARGA.CO News
sarga.co