SARGA.CO- Komisi Peternakan, Kesehatan, dan Registrasi Kuda (PKRK) PP PORDASI menggelar Seminar Verifikator Sertifikat Kuda Indonesia (SKI) di PORDASI HQ Jakarta, Jumat (23/5/2026). Seminar ini menjadi langkah strategis Komisi PKRK dalam menyatukan persepsi para verifikator SKI di tingkat pusat dan daerah demi mewujudkan sistem registrasi kuda Indonesia yang valid, terverifikasi, dan terintegrasi.
Program SKI sendiri tengah menjadi salah satu fokus utama Komisi PKRK PP PORDASI sebagai upaya modernisasi pendataan serta identifikasi kuda di Indonesia. Melalui seminar ini, para verifikator diharapkan memiliki standar pemahaman dan mekanisme kerja yang selaras dalam proses registrasi hingga penerbitan SKI.
Kegiatan tersebut diikuti 20 peserta dari berbagai daerah yang mayoritas berprofesi sebagai dokter hewan. Seminar menghadirkan tiga narasumber, yang juga merupakan verifikator SKI di tingkat Komisi PKRK. Mereka adalah drh. Elita Sally, drh. Agung Dwi Riyanto, dan Sunandar Prihanto, S.H..
Seminar mengupas soal regulasi, standar operasional, dan mengupas tuntas terkait permasalahan serta indikasi solusi terhadap dinamika yang terjadi di lapangan saat pelaksanaan.
Pada sesi pembuka, Sunandar Prihanto memaparkan visi, misi, serta tujuan penerapan SKI yang mencakup seluruh tahapan proses registrasi kuda, mulai dari pendaftaran hingga penerbitan sertifikat. Ia juga menekankan pentingnya peran verifikator di tingkat pengurus provinsi dalam menjaga validitas data registrasi.
“Verifikator menjadi ujung tombak program SKI terutama dalam hal memverifikasi kuda-kuda yang akan masuk dalam data registrasi SKI. Peran para verifikator sangat penting karena hasil verifikasi dari para verifikator itulah yang akan menjadi data SKI,” ujar Sunandar.
Sementara itu, drh. Elita Sally yang membawakan materi teknis menekankan pentingnya kelengkapan data dalam proses penerbitan SKI agar administrasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
Ia juga mengimbau Pengurus Provinsi PORDASI agar lebih proaktif apabila terdapat pengembalian berkas dari verifikator pusat terkait kelengkapan administrasi.
“Secara garis besar ada empat formulir yang harus diisi dengan lengkap dan detail, yaitu formulir pendaftaran, formulir perkawinan kuda, formulir kelahiran kuda, dan formulir diagram marking kuda, yang didukung dengan daftar silsilah dan dokumentasi sesuai standar SKI,” jelas Elita.
Dalam seminar juga ada teknis pembuatan diagram marking kuda yang disampaikan drh. Agung Dwi Riyanto. Menurutnya, standardisasi diagram marking menjadi salah satu elemen penting dalam sistem identifikasi kuda nasional.
“Dalam seminar ini juga diinformasikan tentang bagaimana membuat diagram marking kuda yang benar dan berstandar. Diagram marking kuda adalah tanda unik atau ciri-ciri khusus sehingga kita dapat membedakan antara kuda yang satu dengan yang lainnya. Diagram marking kuda juga menjadi bagian terpenting dalam daftar SKI,” terang drh. Agung Dwi Riyanto.
Sebagai informasi, program SKI mulai digagas Komisi PKRK sejak 2025 dan menjadi salah satu program prioritas pada 2026. SKI diharapkan mampu menghadirkan sistem identifikasi kuda yang lebih akurat dan terpercaya, sekaligus menjadi syarat utama dalam mengikuti kejuaraan pacuan tingkat nasional.
Langkah ini juga semakin relevan setelah Komisi Pacu resmi meluncurkan program pengujian DNA kuda dan kembali mendorong pengembangan peternakan kuda KPI sebagai karya anak bangsa yang telah bersertifikat SNI.
Install SARGA.CO News
sarga.co