SARGA.CO – Calandagan membuktikan kelasnya sebagai salah satu kuda pacu terbaik dunia saat ini setelah menjuarai Grand Prix de Saint-Cloud (G1) untuk kedua kalinya, Minggu, 5 Juli 2026. Kemenangan tersebut tidak hanya menjadi gelar G1 keenam dalam kariernya, tetapi juga mengukir sejarah sebagai gelding (pejantan dikebiri) pertama yang mampu memenangi balapan bergengsi Prancis itu dua kali.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi jawaban sempurna atas penampilan mengecewakan Calandagan di Coronation Cup (G1) di Epsom bulan Juni lalu, ketika ia gagal bersaing akibat lintasan berat. Di bawah cuaca cerah Saint-Cloud dan menghadapi salah satu field terbaik pada balapan 2.400 meter di Eropa musim ini, bintang asuhan Francis-Henri Graffard itu kembali menunjukkan kualitas yang membuatnya dinobatkan sebagai Longines World's Best Racehorse 2025.
Jalannya lomba berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal setelah wakil Irlandia Lambourn mengambil inisiatif memimpin. Sementara itu, jockey Mickaël Barzalona tetap tenang meski Calandagan berada di posisi paling belakang, membiarkannya menemukan ritme sebelum melancarkan serangan pada fase akhir.
Memasuki lintasan lurus, Calandagan masih memiliki banyak jarak yang harus dikejar. Namun, seperti yang sudah berulang kali ia tunjukkan sepanjang kariernya, gelding berusia lima tahun itu melesat dengan akselerasi kuat di 300 meter terakhir. Ia akhirnya menyalip seluruh rival dan mengalahkan Cualificar dengan selisih leher (neck), sementara rekan satu kandangnya, Sunly, finis di posisi ketiga.
Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena datang hanya sebulan setelah performa yang jauh dari harapan di Epsom. Graffard mengungkapkan bahwa tujuan utamanya sebelum balapan bukanlah mengejar kemenangan, melainkan mengembalikan rasa percaya diri sang juara.
kata Graffard.
Ketika Calandagan masih berada di posisi paling belakang menjelang tikungan terakhir, kekhawatiran juga sempat dirasakan oleh pemiliknya, Princess Zahra Aga Khan. Namun, ia mengaku telah belajar memahami karakter sang juara.
"Saat dia berada di posisi terakhir, tentu Anda mulai bertanya-tanya. Memasuki lintasan lurus saya harus mengakui sempat merasa tegang. Tetapi dia adalah kuda yang memiliki kekuatan dan determinasi luar biasa. Jika masih ada kuda di depannya, dia akan melakukan apa pun untuk mengejarnya. Dan itulah yang kembali dia tunjukkan hari ini," ujar Princess Zahra Aga Khan.
Bagi Barzalona, kemenangan ini menjadi bukti bahwa Calandagan mampu segera bangkit dari satu-satunya penampilan buruknya musim ini.
"Setelah Epsom, sangat wajar jika dia membutuhkan waktu untuk kembali. Tetapi dia langsung membalasnya dalam balapan yang sangat berat. Begitu dia menemukan ritmenya, dia benar-benar luar biasa," kata Barzalona.
Sementara itu, Cualificar menunjukkan performa terbaiknya musim ini dengan finis hanya terpaut leher dari sang juara. Sunly juga mencatat salah satu penampilan terbaik sepanjang kariernya setelah menempati posisi ketiga dan membuka peluang tampil pada Yorkshire Oaks atau Prix Vermeille.
Berbekal kemenangan ini, Calandagan diproyeksikan kembali mempertahankan gelarnya pada King George VI and Queen Elizabeth Stakes (G1) di Ascot akhir bulan ini. Balapan tersebut kerap disebut sebagai padanan musim panas Inggris dari Prix de l'Arc de Triomphe, dan berpotensi menjadi kesempatan bagi Calandagan untuk memburu kemenangan Group 1 ketujuh dalam kariernya.
Grand Prix de Saint-Cloud sendiri merupakan seri ketiga dari ARC RACES, rangkaian delapan balapan kualifikasi menuju Qatar Prix de l'Arc de Triomphe. Para pemenang setiap seri akan memperoleh Wild Card menuju balapan paling bergengsi bagi kuda pacu jarak menengah di Eropa, selama memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan penyelenggara.
Install SARGA.CO News
sarga.co