SARGA.CO - Dunia pacuan kuda Jepang baru saja mencatat sejarah besar. Seina Imamura resmi menjadi joki wanita Jepang pertama yang berhasil memenangkan balapan Grade 1 (G1) Japan Racing Association (JRA), setelah tampil gemilang di Japanese Oaks 2026.
Momen bersejarah itu terjadi di Tokyo Racecourse, Minggu 24 Mei 2026, ketika Imamura menunggangi Juryoku Pierrot untuk memenangkan Yushun Himba atau Japanese Oaks, salah satu race klasik paling prestisius di Jepang.
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena Imamura baru berusia 22 tahun dan itu merupakan penampilan pertamanya di race Classic Jepang.
Race berlangsung dramatis sejak awal. Juryoku Pierrot yang berstatus favorit kelima sempat berada di barisan belakang. Namun memasuki home stretch, Imamura menunjukkan keberanian luar biasa dengan membawa kudanya menyelinap di tengah kerumunan peserta.
Di meter-meter terakhir, Juryoku Pierrot berhasil menyalip para rival dan menang tipis dengan selisih leher dalam salah satu finis paling menegangkan musim ini.
Kemenangan itu langsung membuat tribun Tokyo Racecourse bergemuruh. Banyak penggemar racing Jepang menyebut kemenangan ini sebagai salah satu momen paling emosional dalam sejarah modern JRA.
Pacuan kuda Jepang selama puluhan tahun dikenal sebagai dunia yang sangat kompetitif dan didominasi joki pria. Karena itu, pencapaian Imamura dianggap sebagai terobosan besar bagi perempuan di industri racing Jepang.
Sebelumnya memang sudah ada joki wanita yang memenangkan G1 di Jepang, yakni Rachel King asal Australia pada February Stakes 2025. Namun Imamura menjadi perempuan Jepang pertama sekaligus joki wanita JRA pertama yang berhasil memenangkan G1 domestik Jepang.
Tak hanya itu, ia juga menjadi wanita pertama yang memenangkan Japanese Classic race.
Nama Seina Imamura sebenarnya sudah lama menarik perhatian dunia racing Jepang. Ia dinobatkan sebagai Best Newcomer Jockey JRA pada 2022 dan dikenal sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Jepang.
Namun perjalanan Imamura tidak selalu mudah. Dalam beberapa kesempatan besar sebelumnya, ia gagal meraih kemenangan penting.
Karena itu, kemenangan di Japanese Oaks terasa seperti jawaban atas semua tekanan dan ekspektasi yang selama ini mengikutinya. “Saya sering bermimpi memenangkan race besar,” kata Imamura usai race.
Keberhasilan Imamura langsung viral di komunitas pacuan kuda dan penggemar Uma Musume di Jepang maupun internasional. Banyak penggemar memuji cara Imamura membawa Juryoku Pierrot dari belakang hingga menyelinap di tengah pack dengan tenang dan agresif secara bersamaan.
Video jockey-cam kemenangan tersebut bahkan ramai dibagikan karena memperlihatkan emosi Imamura setelah melewati garis finis untuk mencetak sejarah.
Kini, nama Seina Imamura bukan hanya menjadi simbol kemenangan besar, tetapi juga lambang perubahan baru di dunia pacuan kuda Jepang, bahwa perempuan juga bisa berdiri di panggung tertinggi racing Jepang dan menulis sejarah mereka sendiri. (Sumber: Netkeiba, Japan Forward)
Install SARGA.CO News
sarga.co