SARGA.CO – Upaya membangun regenerasi atlet horseback archery (HBA) terus dilakukan oleh Perkumpulan Pemanah Berkuda Indonesia (KPBI). Melalui program Training Camp Horseback Archery for Beginner, KPBI memberikan pembekalan dasar bagi calon atlet agar memiliki kemampuan teknis, pemahaman regulasi, hingga etika dalam olahraga memanah berkuda sebelum terjun ke arena kompetisi.
Bekerja sama dengan Jhonsto Stable di Klaten, Jawa Tengah, pelatihan berlangsung selama enam hari, mulai 29 Juni hingga 4 Juli 2026. Sebanyak 16 peserta mengikuti kegiatan tersebut, berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Program ini juga menarik minat peserta internasional dengan kehadiran atlet asal Malaysia.
Training camp tersebut mendapat akreditasi dari PORDASI, sehingga seluruh peserta memperoleh sertifikat resmi dari Komisi Horseback Archery (HBA) dan Tent Pegging PP PORDASI sebagai bukti telah mengikuti pelatihan dasar sesuai standar pembinaan nasional.
Ketua Komisi HBA & Tent Pegging PP PORDASI, Deri Asta, mengatakan pelatihan ini dirancang sebagai fondasi bagi para atlet baru agar memahami karakter olahraga HBA sekaligus aturan yang berlaku di tingkat nasional maupun internasional.
"Pelatihan ini bertujuan memberikan pembekalan kepada atlet-atlet HBA pendatang baru agar kelak dapat memiliki kemampuan dan pengetahuan terkait olahraga HBA serta aturan-aturan yang ada di dalamnya," ujar Deri Asta saat meninjau pelaksanaan pelatihan.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi pengenalan dasar olahraga horseback archery, keselamatan berkuda, etika saat latihan maupun bertanding, hingga teknik dasar kompetisi. Seluruh materi praktik dipandu oleh pelatih HBA bersertifikat internasional, Hardika, sebelum dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman bersama juara dunia HBA, Yahya Ayash.
Menurut Deri, pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan memanah dan berkuda, tetapi juga memastikan peserta memahami regulasi pertandingan yang berlaku.
"Melalui pelatihan ini, diharapkan para atlet dapat menguasai teknik berkuda serta peraturan-peraturan pertandingan yang diselaraskan dengan PO 13 dan regulasi internasional," lanjutnya.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti simulasi pertandingan untuk mengukur sejauh mana pemahaman serta kemampuan yang telah diperoleh selama enam hari pelatihan. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan para peserta siap melanjutkan proses pembinaan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Melalui program ini, KPBI berharap dapat memperkuat regenerasi atlet horseback archery Indonesia dengan menghadirkan pembinaan yang terstruktur sejak tingkat pemula. Bekal teknik, pengetahuan regulasi, dan pengalaman langsung dari pelatih serta atlet berprestasi dunia diharapkan menjadi modal bagi lahirnya atlet-atlet HBA yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Install SARGA.CO News
sarga.co