SARGA.CO – PP PORDASI terus mendorong pemerataan fasilitas olahraga berkuda di daerah melalui penyaluran perlengkapan pertandingan berstandar internasional. Terbaru, organisasi tersebut menyerahkan bantuan rintangan ex Asian Games 2018 kepada PENGPROV PORDASI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet equestrian.
Bantuan tersebut merupakan pemanfaatan kembali fasilitas yang pernah digunakan pada ajang Asian Games 2018. Dengan adanya perlengkapan berstandar internasional ini, para atlet di daerah diharapkan dapat berlatih dan berkompetisi menggunakan fasilitas yang lebih baik tanpa harus bergantung pada penyelenggaraan di kota-kota besar.
Secara simbolis, penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua Umum PP PORDASI, Aryo PS Djojohadikusumo, kepada Ketua Komisi Equestrian PENGPROV PORDASI DIY, Sapta Nugraha, saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 PORDASI bertajuk Harmoni 6 Dekade di PORDASI HQ, JIEPP Pulomas, Jakarta, pada 7 Juni 2026.
Rangkaian penyerahan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan dua perwakilan PP PORDASI, Ali Fathi Assegaf dan Nur Muhammad Ghifari, ke lokasi penyimpanan peralatan di KHI Equestrian, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa, 8 Juli 2026. Kunjungan dilakukan untuk memastikan seluruh rintangan telah diterima dengan baik dan disimpan di fasilitas yang memadai.
"Mewakili PORDASI, saya menyerahkan bantuan peralatan jumping kepada PENGPROV PORDASI DIY sebagai bentuk dukungan untuk pembinaan dan pengembangan olahraga berkuda. Semoga fasilitas ini bermanfaat dan menjadi penyemangat dalam meraih prestasi," ujar Ali Fathi Assegaf, awal pekan Juli 2026.
Menurut PP PORDASI, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat ekosistem olahraga berkuda nasional melalui peningkatan kualitas sarana latihan di berbagai daerah.
Ketua Komisi Equestrian PENGPROV PORDASI DIY, Sapta Nugraha, menyampaikan apresiasi atas perhatian PP PORDASI terhadap pengembangan olahraga berkuda di daerah. Ia menilai bantuan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet tidak hanya berpusat di tingkat nasional, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang aktif mengembangkan cabang olahraga equestrian.
Sapta menegaskan seluruh rintangan ex Asian Games 2018 akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendukung pembinaan atlet berkuda di Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini bersama KHI Equestrian pihaknya rutin memfasilitasi penyelenggaraan berbagai kejuaraan equestrian di DIY maupun Jawa Tengah, termasuk melalui peminjaman perlengkapan pertandingan kepada penyelenggara.
Dengan tambahan fasilitas dari PP PORDASI, Sapta optimistis kualitas penyelenggaraan kompetisi akan semakin meningkat sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi atlet daerah untuk merasakan atmosfer pertandingan dengan standar internasional.
Pemanfaatan rintangan ex Asian Games 2018 ini diharapkan tidak hanya menjaga nilai guna aset olahraga nasional, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak atlet-atlet equestrian berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Install SARGA.CO News
sarga.co